30C
Manado
Jumat, 26 Februari 2021

OD: Saya Lanjutkan Program SHS

MANADOPOST.ID-Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey mengatakan, apa yang dilakukannya di periode pertama dan akan lanjut periode kedua, melanjutkan apa yang sudah dirintis gubernur sebelumnya Dr Sinyo Harry Sarundajang.

‘’Pak Sarundajang selama dua periode kepemimpinannya, telah meletakkan fondasi yang kuat. Itu jadi pijakan kami untuk menggapai cita-cita kita bersama menjadikan Sulut makin hebat dan makin maju,’’ ujar OD usai menghadiri ibadah penghiburan Pemerintah Provinsi atas meninggalnya mantan gubernur yang kini Duta Besar RI untuk Filipina.

Antara lain, Sulut gerbang Pasifik yang kini diwujudkan oleh OD. Mimpi Sam Ratulangi itu, mulai dirintis oleh Sarundajang dan dieksekusi oleh Olly Dondokambey. Itu sudah mulai terwujud. Seperti membuka penerbangan langsung ke sejumlah negara di kawasan Asia Pasifik.

Membuat wisatawan China dan negara negara lainnya, meningkat pesat sebelum pandemi. Tak hanya itu, Sulut juga sudah bisa ekspor hasil laut dan hasil bumi langsung ke Jepang dan negara lain di Pasifik.

“Ini yang menjadi cita cita besar Sam Ratulangi bahwa Sulut harus berperan dalam era Pasifik nanti. Peluang ini harus direbut. Mengingat posisi Sulut yang sangat strategis di sentrum Pasifik. Sarundajang sudah memulai dan saya tinggal melanjutkan,” jelas Gubernur hebat dengan merendahkan diri.

SHS juga banyak merintis pembangunan jalan, jembatan, bandara, pelabuhan, dan infrastruktur lainnya. Semua dituntaskan di masa pemerintahan Gubernur Olly Dondokambey SE dan Wagub Drs Steven Kandouw. Salah satu contoh jalan tol Manado-Bitung, dimulai oleh SHS, dilanjutkan dan dituntaskan oleh OD.

HANYA OD YANG MAMPU LANJUTKAN
Profil SH Sarundajang yang ditulis Manado Post saat usia emas (HUT ke-50) Provinsi Sulawesi Utara tahun 2014, dijelaskan cita-cita Sulut ke depan. Saat itu diproyeksi 10 tahun ke depan, Sulut menjadi penggerak dan pusat pertumbuhan ekonomi daerah-daerah di Indonesia Timur (Sulawesi, Maluku, Maluku Utara, Papua). Sulawesi Utara akan menjadi tempat transit penumpang dari Sulawesi, Maluku, dan Papua yang akan ke luar negeri dan sebaliknya penumpang dari luar negeri yang akan ke Indonesia Timur.

Pelabuhan Bitung akan menjadi tempat bongkar muat barang atau komoditi dari Sulawesi, Maluku, Papua yang akan diekspor ke Asia Timur dan Pasifik. Atau sebaliknya barang impor dari negara-negara tadi ke Indonesia Timur. Ini juga ditunjang lewat program MP3EI yang akan membangun rel kereta api trans Sulawesi. Juga pembangunan bandara-bandara perintis dan pelabuhan-pelabuhan di Indonesia Timur yang berfungsi sebagai feeder bagi Bandara Sam Ratulangi dan Pelabuhan Bitung.

Pada tahun 1936 Sam Ratulangi memperkirakan, 100 tahun ke depan (sekitar tahun 2025), ekonomi dunia akan berpindah dari Atlantik (Eropa dan pantai Timur Amerika) ke Pasifik (Asia Timur dan Pantai Barat Amerika). Indonesia dan Sulawesi Utara harus mengambil peran. Pandangan Sam Ratulangi itu, mulai dirintis oleh SHS.

Pada dua periode kepemimpinannya atau 10 tahun memasuki 100 tahun ramalan Sam Ratulangi, Sarundajang meletakkan fondasi yang kuat bagi Sulawesi Utara agar tidak menjadi penonton di era Pasifik, era persaingan regional dan global yang makin kompetitif.
Yaitu dengan meningkatkan daya saing, keunggulan dan kesejahteraan, dengan tetap berlandaskan pada bingkai budaya warisan leluhur.

Antara lain, dengan pembangunan infrastruktur jalan tol Manado-Bitung, pelebaran jalan Manado-Tomohon, ring road satu dua dan tiga, Boulevard satu dan dua, jembatan Soekarno, Bandara Udara Sam Ratulangi, Bitung Internasional Hub Port, dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Bitung.

Semua proyek infrastruktur ini akan membuat Manado, Minahasa Utara, Bitung, dan Tomohon, menyatu dan membentuk metropolitan yang menjadi sumber dan penggerak ekonomi di Sulut, bahkan di Indonesia Timur.

Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Bitung, pengembangan industri perikanan, dan industri perkapalan di Bitung akan menjadi motor baru dan sumber utama pertumbuhan ekonomi Sulut. Di bawah payung MP3EI dan program percepatan pembangunan di provinsi-provinsi kepulauan serta pembangunan kawasan perbatasan, Sulut akan memasuki fase ekonomi baru.

Yakni makin kuat dan besar peranan sektor industri bagi pembentukan PDRB. Dengan skenario yang moderat, percepatan pembangunan di kawasan KEK Bitung, industri perikanan dan industri perkapalan, akan memberi kontribusi lebih dari 25% pada PDRB Sulut. Pada saat itu, ekonomi Sulut mengalami transformasi kedua, atau fase ketiga.

Tahun 2010 bertransformasi dari sektor pertanian ke PHR, khususnya pariwisata. Sekira 10 tahun lagi, tahun 2025, ekonomi Sulut sudah dominan digerakkan oleh sektor industri.
Pada saat itu, penduduk Sulut diperkirakan mencapai 2,6 juta jiwa yang 70% merupakan kelas menengah, dengan pendapatan rata-rata US$5.000/per kapita.

PDRB atas dasar harga berlaku, meningkat lebih dari lima kali lipat, mencapai kisaran 70 triliun. PDRB saat ini (triwulan II 2014) mencapai Rp14,54 triliun, naik dua kali lipat dibanding tahun 2008 Rp8,32 triliun.

Potensi PAD mendekati Rp5 triliun. APBD bertengger di kisaran Rp10-15 triliun. Pertumbuhan ekonomi diperkirakan mencapai doble digit. Dari 7,54% tahun 2013, pada tahun 2025 bisa tumbuh hingga 10%. Apalagi Sulawesi Utara sudah terbagi tiga daerah tingkat I (Provinsi Sulawesi Utara, Provinsi Bolmong Raya, dan Provinsi Nusa Utara). Akan terjadi lompatan kemajuan yang luar biasa.

Semua rencana di atas, sebagian sudah dimulai oleh SHS. Yang lain, sudah sementara dilanjutkan oleh Olly Dondokambey.

Sulut bersyukur Olly Dondokambey mau pulang kampung untuk melanjutkan semua di atas. Karena hanya Olly Dondokambey yang dinilai mampu menuntaskan semuanya itu. Mengingat, OD merupakan putra Sulut yang masuk di lingkaran kekuasaan pemerintah pusat. Menjadi orang yang paling dipercaya dan disayangi Megawati Soekarno Putri, membuat semuanya jadi mudah.

Jangankan menteri, presiden pun akan langsung merestui apa pun yang diminta Olly Dondokambey. Hal itu bisa dilihat dari perhatian Presiden RI Joko Widodo terhadap daerah ini. Jokowi presiden RI yang paling banyak datang ke Sulut. Dan Sulut daerah di luar Jawa yang paling banyak dikunjungi Presiden.

‘’Sulut bersyukur punya Gubernur Pak Olly,’’ ujar Presiden saat meninjau jalan Tol Manado-Bitung beberapa waktu lalu. Periode pertama sudah banyak yang dituntaskan Olly. Periode kedua ini, masyarakat Sulut yakin Olly akan membawa Sulut makin maju dan makin hebat.

Diketahui, pasca dilantik, Oll-Steven dipastikan langsung kerja. Sejumlah megaproyek menanti dibangun untuk Sulut. Segudang prestasi berhasil dicapai Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Steven Kandouw (OD-SK) di periode pertama memimpin tanah Bumi Nyiur Melambai. Berbagai megaproyek dari Pemerintah Pusat.

Seperti Jalan Tol Manado-Bitung, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Pulisan, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Bitung, Palapa Ring di daerah kepulauan, International Hub Port (IHP) Bitung, Tempat Pengolahan Akhir (TPA) Ilo-Ilo Wori, Waduk Kuwil, pengembangan Bandara Sam Ratulangi Manado, serta Bendungan Lolak. Namun dipastikan megaproyek untuk Sulut, bakal kembali running. Pasalnya, dalam kampanye berbagai program megaproyek telah disampaikan ke publik. Mulai dari Kawasan Industri Mongondow (Kimong), jalan tol tiga daerah.

Belum lama ini, Gubernur Sulut Olly Dondokambey memastikan bahwa pembangunan dan megaproyek akan terus berjalan di Bumi Nyiur Melambai. “Semua yang kita sampaikan waktu kampanye akan direalisasikan dalam pembangunan beberapa tahun kedepan. Saya sudah melakukan koordinasi dengan Pemerintah Pusat terkait semua program-program yang akan kita lakukan kedepan. Dan Pemerintah Pusat menyambut baik akan semua program yang telah kita wacanakan. Pasti kita akan terus melakukan lobi dengan pusat dalam kesuksesan program di daerah. Pasti megaproyek kedepan akan terus ada,” imbuhnya.

Disisi lain, Wakil Gubernur Sulut Steven Kandouw saat dikonfirmasi koran ini, Selasa (16/2) kemarin, memastikan bahwa semua megaproyek yang telah diwacanakan akan dilakukan.

“Bappenas itu sudah menyetujui usulan-usulan kita waktu lalu. Tol tiga daerah serta Kimong sudah disetujui Bappenas. Bahkan Pemerintah Pusat masih meminta usulan ke kita untuk pembangunan kedepan. Jadi kita sudah pastikan bahwa capaian-capaian pembangunan yang telah berhasil kita lakukan, akan berlanjut lagi. Kita tentu meminta dukungan masyarakat agar semua program kedepan bisa berjalan dengan lancar dan sukses,” katanya.

Kandouw juga mengatakan bahwa, sesuai arahan presiden terkait perencanaan pembangunan infrastruktur dasar, tindaklanjut yang dilakukan adalah percepatan pelebaran jalan dan pembangunan jembatan, pembangunan TPA sampah, percepatan pembangunan jalan tol Manado-Bitung. Itu menurut Kandouw melibatkan banyak elemen penanggungjawab. Mulai dari Kementerian Bappenas, Kementerian Perhubungan, Kementerian PUPR sampai pemerintah kabupaten.

“Ada banyak arahan presiden yang memang akan segera ditindaklanjuti. Ada juga perencanaan pengembangan kawasan pariwisata Bunaken. Ya tindaklanjutnya adalah revitalisasi pengaman pantai, penataan PKL, pengelolaan sampah dan Taman Nasional Bunaken. Ada banyak juga yang sedang digenjot. Dan ini memang dikeroyok bersama pemerintah pusat. Dan kedepan, ada megaproyek lain yang telah mendapat persetujuan pusat. Akan kita upayakan untuk segera running,” kuncinya.(ewa/gnr)

Artikel Terbaru