32.4 C
Manado
Rabu, 6 Juli 2022

Politik Memang ‘Kejam’! Untuk Selamatkan James Arthur Kojongian, Raski Terancam Dicopot

MANADOPOST.ID—Kasus James Arthur Kojongian (JAK) mengusik posisi rekan separtainya, Raski Mokodompit sebagai Ketua Fraksi Partai Golkar. Belum lama ini, dalam wawancara Wakil Ketua DPD Partai Golkar Sulut Jantje Wowiling Sajow, yang baru saja dimasukkan Christiany Eugenia Paruntu (CEP) ke jajaran pengurus DPD, menyinggung posisi Ketua Fraksi Partai Golkar yang saat ini dipegang Raski.

Dalam video Youtube yang menyebar di sejumlah grup Whatsapp, politikus yang sempat bergabung dengan PDI Perjuangan itu mengatakan, kemungkinan pergantian Ketua FPG sangat besar.

“Sampe kemarin kita bilang begini. Mungkin, mungkin yang lebe bagus JAK karena dia pimpinan dewan torang beking dia ketua fraksi (FPG). Nanti dia yang nanti yang bicara. Tapi torang berikut bahas itu. Ini kemungkinan berikut, JAK torang akan berikan ketua fraksi. Tapi JAK tetap sebagai wakil ketua dewan,” ujar JWS, dalam video tersebut.

Dalam video ini diketahui JWS membahas mengenai pencopotan JAK dari posisi Wakil Ketua DPRD Sulut. Yang dinilainya cacat hukum. JWS bahkan menyeret nama Ketua DPRD yang dijabat Fransiscus Silangen, Sekwan Glady Kawatu, hingga menyebut-nyebut nama Gubernur Olly Dondokambey.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Diketahui, Raski sudah menjabat Ketua Fraksi Partai Golkar sejak periode 2014-2019. Periode 2019-2024 menjadi periode ketiga legislator asal Bolmong Raya ini berada di DPRD Sulut. Kemudian muncullah kasus JAK. Yang kedapatan oleh istrinya berada semobil dengan perempuan lain. Kasus ini viral di masyarakat, yang sempat membuat Fraksi Partai Golkar kewalahan menanggapi cercaan, karena perbuatan anggota fraksinya.

Kasus JAK sementara berproses di Kemendagri. Gaji tiga bulan legislator asal Minsel-Mitra itupun masih tertahan. Berbagai cara sudah dilakukan Fraksi Partai Golkar untuk memperjuangkan gaji JAK. Termasuk fasilitas. Namun Setwan bersikukuh pada putusan paripurna Februari lalu. Yang resmi memecat JAK dari kursi pimpinan dewan.(*)

MANADOPOST.ID—Kasus James Arthur Kojongian (JAK) mengusik posisi rekan separtainya, Raski Mokodompit sebagai Ketua Fraksi Partai Golkar. Belum lama ini, dalam wawancara Wakil Ketua DPD Partai Golkar Sulut Jantje Wowiling Sajow, yang baru saja dimasukkan Christiany Eugenia Paruntu (CEP) ke jajaran pengurus DPD, menyinggung posisi Ketua Fraksi Partai Golkar yang saat ini dipegang Raski.

Dalam video Youtube yang menyebar di sejumlah grup Whatsapp, politikus yang sempat bergabung dengan PDI Perjuangan itu mengatakan, kemungkinan pergantian Ketua FPG sangat besar.

“Sampe kemarin kita bilang begini. Mungkin, mungkin yang lebe bagus JAK karena dia pimpinan dewan torang beking dia ketua fraksi (FPG). Nanti dia yang nanti yang bicara. Tapi torang berikut bahas itu. Ini kemungkinan berikut, JAK torang akan berikan ketua fraksi. Tapi JAK tetap sebagai wakil ketua dewan,” ujar JWS, dalam video tersebut.

Dalam video ini diketahui JWS membahas mengenai pencopotan JAK dari posisi Wakil Ketua DPRD Sulut. Yang dinilainya cacat hukum. JWS bahkan menyeret nama Ketua DPRD yang dijabat Fransiscus Silangen, Sekwan Glady Kawatu, hingga menyebut-nyebut nama Gubernur Olly Dondokambey.

Diketahui, Raski sudah menjabat Ketua Fraksi Partai Golkar sejak periode 2014-2019. Periode 2019-2024 menjadi periode ketiga legislator asal Bolmong Raya ini berada di DPRD Sulut. Kemudian muncullah kasus JAK. Yang kedapatan oleh istrinya berada semobil dengan perempuan lain. Kasus ini viral di masyarakat, yang sempat membuat Fraksi Partai Golkar kewalahan menanggapi cercaan, karena perbuatan anggota fraksinya.

Kasus JAK sementara berproses di Kemendagri. Gaji tiga bulan legislator asal Minsel-Mitra itupun masih tertahan. Berbagai cara sudah dilakukan Fraksi Partai Golkar untuk memperjuangkan gaji JAK. Termasuk fasilitas. Namun Setwan bersikukuh pada putusan paripurna Februari lalu. Yang resmi memecat JAK dari kursi pimpinan dewan.(*)

Most Read

Artikel Terbaru

/