23.4 C
Manado
Sabtu, 20 Agustus 2022

Pdt Meiva: Bu’ Winsu Sangat Workaholic

MANADOPOST.ID—Wafatnya Winsulangi Salindeho membuat keluarga besar sangat kehilangan.

Di sela ibadah penghiburan yang digelar keluarga besar DPRD Sulut, Senin (16/8), Pdt Meiva Salindeho-Lintang STh berterimakasih untuk kehadiran seluruh rekan-rekan almarhum. “Kalau sidang ini kuorum,” kata Ketua DPRD Sulut periode 2009-2014 ini.

Menurutnya, sang suami diberikan Tuhan kembali melayani masyarakat meskipun hanya singkat. “Sekalipun pendek waktu, saya merenung, setelah selesai tugas dari kepala daerah beliau vakum di politik dan pemerintahan. Kemudian kembali mengingatkan masyarakat kalau dia tokoh masyarakat. Tuhan kembalikan dia di pemerintahan dalam hal ini di legislatif,” tutur Pdt Meiva dengan nada terbata.

Suara paraunya melanjutkan kisah sang suami. Pada 2011 kata Pdt Meiva, setelah selesaikan tugas sebagai Bupati Sangihe, mereka membereskan baju-baju. “Beliau itu orang yang sangat rapi. Bajunya rapi. Saya melihat bajunya sangat banyak. Saya tumpangkan tangan, saya katakan, Tuhan beliau masih kuat. Kalau boleh baju ini, akan dipakai lagi. Dan betul. Tuhan mewujudkan itu. Sekalipun, hanya singkat, hanya ingin mengingatkan kembali pada masyarakat,” katanya.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Pdt Meiva mengakui kepemimpinan almarhum. Tak hanya baik di masyarakat, tapi juga di keluarga. “Beliau dia adalah seorang pemimpin yang baik bagi masyarakat dan keluarga. Beliau sangat workaholic. Kalau ada pekerjaan  belum selesai, beliau tidak akan berhenti,” tukasnya.

Dia mengenai ketika pelaksanaan paripurna RPJMD 2021-2026. Menurutnya, almarhum sampai berteriak senang ketika KEK Perbatasan masuk dalam RPJMD. “Beliau teriak ketika paripurna,” kenang Pdt Meiva.(gel)

MANADOPOST.ID—Wafatnya Winsulangi Salindeho membuat keluarga besar sangat kehilangan.

Di sela ibadah penghiburan yang digelar keluarga besar DPRD Sulut, Senin (16/8), Pdt Meiva Salindeho-Lintang STh berterimakasih untuk kehadiran seluruh rekan-rekan almarhum. “Kalau sidang ini kuorum,” kata Ketua DPRD Sulut periode 2009-2014 ini.

Menurutnya, sang suami diberikan Tuhan kembali melayani masyarakat meskipun hanya singkat. “Sekalipun pendek waktu, saya merenung, setelah selesai tugas dari kepala daerah beliau vakum di politik dan pemerintahan. Kemudian kembali mengingatkan masyarakat kalau dia tokoh masyarakat. Tuhan kembalikan dia di pemerintahan dalam hal ini di legislatif,” tutur Pdt Meiva dengan nada terbata.

Suara paraunya melanjutkan kisah sang suami. Pada 2011 kata Pdt Meiva, setelah selesaikan tugas sebagai Bupati Sangihe, mereka membereskan baju-baju. “Beliau itu orang yang sangat rapi. Bajunya rapi. Saya melihat bajunya sangat banyak. Saya tumpangkan tangan, saya katakan, Tuhan beliau masih kuat. Kalau boleh baju ini, akan dipakai lagi. Dan betul. Tuhan mewujudkan itu. Sekalipun, hanya singkat, hanya ingin mengingatkan kembali pada masyarakat,” katanya.

Pdt Meiva mengakui kepemimpinan almarhum. Tak hanya baik di masyarakat, tapi juga di keluarga. “Beliau dia adalah seorang pemimpin yang baik bagi masyarakat dan keluarga. Beliau sangat workaholic. Kalau ada pekerjaan  belum selesai, beliau tidak akan berhenti,” tukasnya.

Dia mengenai ketika pelaksanaan paripurna RPJMD 2021-2026. Menurutnya, almarhum sampai berteriak senang ketika KEK Perbatasan masuk dalam RPJMD. “Beliau teriak ketika paripurna,” kenang Pdt Meiva.(gel)

Most Read

Artikel Terbaru

/