24.4 C
Manado
Sabtu, 20 Agustus 2022

Dengar Baik-baik Kapolda-Kajati, Ketua DPRD Sebut Sumur Resapan Anies Bisa Temuan Jaksa, Polisi

MANADOPOST.ID – Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi menolak usulan Partai Solidaritas Indonesia atau PSI untuk membentuk panitia khusus atau pansus untuk menyelidiki pelanggaran dalam pembangunan sumur resapan, program kebanggaan Gubernur DKI Anies Baswedan. Ia menilai pansus tak dibutuhkan karena anggaran program itu dalam APBD 2022 dihapus.

 

“Orang dananya sudah saya nol-kan, ngapain bikin pansus lagi? Nanti saya lihat itu, kan nanti ada temuan BPK, itu akan menjadi temuan,” kata Prasetyo di Menteng, Jakarta Pusat, Jumat, 17 Desember 2021.

 

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Politikus dari PDI Perjuangan itu mengklaim sumur resapan tidak memiliki fungsi, apa lagi untuk mencegah banjir. Sehingga, ia yakin akan ada temuan dari BPK, kepolisian, atau kejaksaan tentang pelanggaran dalam program yang sudah menelan anggaran sebesar Rp 411 miliar itu.

 

“Itu, (sumur resapan) enggak ada gunanya, yang benar itu normalisasi, teruskan normalisasi. Jakarta itu tidak banjir (berkat sumur resapan), bohong itu,” kata Prasetyo. (tempo)

MANADOPOST.ID – Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi menolak usulan Partai Solidaritas Indonesia atau PSI untuk membentuk panitia khusus atau pansus untuk menyelidiki pelanggaran dalam pembangunan sumur resapan, program kebanggaan Gubernur DKI Anies Baswedan. Ia menilai pansus tak dibutuhkan karena anggaran program itu dalam APBD 2022 dihapus.

 

“Orang dananya sudah saya nol-kan, ngapain bikin pansus lagi? Nanti saya lihat itu, kan nanti ada temuan BPK, itu akan menjadi temuan,” kata Prasetyo di Menteng, Jakarta Pusat, Jumat, 17 Desember 2021.

 

Politikus dari PDI Perjuangan itu mengklaim sumur resapan tidak memiliki fungsi, apa lagi untuk mencegah banjir. Sehingga, ia yakin akan ada temuan dari BPK, kepolisian, atau kejaksaan tentang pelanggaran dalam program yang sudah menelan anggaran sebesar Rp 411 miliar itu.

 

“Itu, (sumur resapan) enggak ada gunanya, yang benar itu normalisasi, teruskan normalisasi. Jakarta itu tidak banjir (berkat sumur resapan), bohong itu,” kata Prasetyo. (tempo)

Most Read

Artikel Terbaru

/