24.4 C
Manado
Rabu, 6 Juli 2022

Netizen Sebut Seteru Ahok Alami Dua Nasib Sial, Dipanggil Polisi atau Dipanggil Tuhan

MANADOPOST.ID – Pengguna media sosial menyinggung ‘kutukan’ yang diterima mereka, yang dianggap sebagai musuh politik eks Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Seteru Ahok yang juga Komisaris

 

Utama PT Pertamina ini, disebut selalu mengalami dua nasib sial. Yakni dipanggil polisi karena kasus hukum lalu dijebloskan ke penjara hingga meninggal dunia karena sakit.

 

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

“Musuh politik Ahok, kalau tidak dipanggil dan ditahan POLISI, mereka dipanggil TUHAN. Atau ini rahasia Tuhan. Setiap orang hidup harus siap untuk dipanggil Nya,” kata pengguna twitter @rajaih*** Rabu (15/12/2021) dikutip dari wartaekonomi.co.id

 

@rajaih mengatakan hal ini ketika mengomentari sebuah cuitan dari Pengamat Politik, Yunarto Wijaya, yang meminta masyarakat untuk stop mengait-ngaitkan kutukan kepada seseorang yang dianggap melawan atau bahkan menjadi musuh politik tokoh tertentu baik dalam Pilkada atau Pemilu. Dalam cuitan itu Yunarto Wijaya tidak menyebut nama siapapun.

 

“Stop ketololan percaya kalo ada orang yang masuk penjara atau meninggal itu ada kaitannya kutukan dengan sikapnya di pilkada/pemilu,” kata Yunarto Wijaya.

MANADOPOST.ID – Pengguna media sosial menyinggung ‘kutukan’ yang diterima mereka, yang dianggap sebagai musuh politik eks Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Seteru Ahok yang juga Komisaris

 

Utama PT Pertamina ini, disebut selalu mengalami dua nasib sial. Yakni dipanggil polisi karena kasus hukum lalu dijebloskan ke penjara hingga meninggal dunia karena sakit.

 

“Musuh politik Ahok, kalau tidak dipanggil dan ditahan POLISI, mereka dipanggil TUHAN. Atau ini rahasia Tuhan. Setiap orang hidup harus siap untuk dipanggil Nya,” kata pengguna twitter @rajaih*** Rabu (15/12/2021) dikutip dari wartaekonomi.co.id

 

@rajaih mengatakan hal ini ketika mengomentari sebuah cuitan dari Pengamat Politik, Yunarto Wijaya, yang meminta masyarakat untuk stop mengait-ngaitkan kutukan kepada seseorang yang dianggap melawan atau bahkan menjadi musuh politik tokoh tertentu baik dalam Pilkada atau Pemilu. Dalam cuitan itu Yunarto Wijaya tidak menyebut nama siapapun.

 

“Stop ketololan percaya kalo ada orang yang masuk penjara atau meninggal itu ada kaitannya kutukan dengan sikapnya di pilkada/pemilu,” kata Yunarto Wijaya.

Most Read

Artikel Terbaru

/