28C
Manado
Kamis, 25 Februari 2021

Diduga Penyebab Tanah Longsor, Konstruksi Tanggul Disorot Warga

MANADOPOST.ID–Pembangunan Tanggul di Kelurahan Malalayang Satu Barat disorot warga. Karena diduga menjadi penyebab tanah longsor yang menimbun satu rumah warga, Sabtu (16/1).

Diketahui, korban yang tertimbun yaitu Meini Pondaag dan Hasan. Tanggul beton penahan tebing di belakang rumah mereka runtuh dan menghancurkan bagian belakang rumah sekaligus tempat indekos itu.

Tanggul tersebut baru berusia sekitar sebulan setelah selesai dibangun dengan dana APBD Manado sekitar Rp 390,4 juta selama September hingga Desember 2020.

Temmy Sarundajang (61), warga yang tinggal sekitar 100 meter dari lokasi longsor, mengatakan, bencana justru terjadi setelah tanggul dibangun. “Tinggal di sana sejak 1991, ia tidak pernah mengalami longsor besar,” ujarnya.

Dia mengatakan, warga mempermasalahkan konstruksi tanggul setinggi 12 meter itu yang berdiri tegak lurus, tidak bersandar ke tebing. Kedalaman fondasi diduga kurang, sedangkan tak ada penyangga yang menahannya.

”Ada yang pernah naik ke atas, ternyata sudah banyak retak. Ada celah juga antara tebing dan tanggul,” sorotnya.

mantan menjabat Kepala Lingkungan II Malalayang Satu Barat mengaku sudah menyarankan pembangunan tanggul sepanjang 85 meter tahun lalu. Sebab, meski tak pernah longsor, risiko tetap ada.

”Tetapi tidak pernah dianggarkan. Yang sekarang ada panjangnya cuma dua kavling rumah, mungkin 30 meter. Konstruksinya juga kurang bagus. Kontraktor harus tanggung jawab,” sebutnya.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Kota Manado Royke Mamahit ketika dikonfirmasi lewat Whatsapp tidak menjawab. (ite)

Artikel Terbaru