29C
Manado
Sabtu, 6 Maret 2021

Sulut Siaga! Gelombang Tinggi Masih Mengancam

MANADOPOST.ID—Masyarakat Sulawesi Utara (Sulut) harus tetap waspada dan siaga. Intensitas hujan dan angin kencang yang terjadi selang dua hari terakhir, masih diprediksi masih akan terus terjadi. Diketahui, sejak Sabtu (16/1) lalu, hujan mengguyur sebagian besar wilayah Sulut.

Bencana banjir dan tanah longsor menerpa beberapa daerah di Bumi Nyiur Melambai. BMKG Sulut pun mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi (lihat grafis, red). Ibu Kota Manado paling terasa. Korban jiwa pun ikut berjatuhan. Sebanyak tiga korban di Perkamil, 1 orang di Paal 4 dan 2 di Jalan Sea, Malalayang Barat.

Bahkan kemarin, pantauan Manado Post, air laut meluap. Video ekstrem luapan air viral di media sosial. Pusat keramaian tak luput dari hantaman air pasang. Pusat perbelanjaan Manado Town Square (Mantos) dan Kawasan Mega Mas jadi ‘kolam’. Karyawan kedua kawasan pusat perbelanjaan di Kota Manado ini pun berjaga-jaga.

Terkait hal ini, Forecaster BMKG Bitung, Anindito Leksono mengungkapkan, sesuai analisis menyampaikan suhu permukaan laut di Perairan Utara Halmahera terpantau sekira 30-32 C. Lebih hangat jika dibandingkan dengan suhu permukaan laut di Utara Kalimantan yang berkisar antara 28 – 30C.

Dengan meningkatnya suhu permukaan laut di utara perairan Halmahera mengakibatkan terbentuknya daerah tekanan rendah (1008 HPA), sedangkan pada perairan Kalimantan Utara terpantau memiliki daerah tekanan yang lebih tinggi (1010 HPA).

Perbedaan tekanan udara di antara perairan utara Kalimantan dan utara perairan Halmahera mengakibatkan angin bertiup kencang dari Barat ke Timur dengan kecepatan 20 – 30 Knots.

“Peningkatan kecepatan angin, durasi angin berhembus, dan panjang hembusan angin dapat membangkitkan gelombang Tinggi. Dari model InaWAVE pada tanggal 17 Januari 2021. Tinggi Gelombang di Perairan utara Sulut berkisar antara 2.5 – 4.0 Meter atau termasuk kedalam kategori gelombang Tinggi (ROUGH SEAS),” beber Leksono.

Pada pukul 19.00 WITA tadi malam, lanjut dia, perairan utara Sulut terjadi air pasang 2,3 Meter. Hal ini mengakibatkan terjadinya peningkatan tinggi gelombang di pesisir utara Sulut.

“Kondisi angin kencang dan gelombang tinggi masih akan berlangsung hingga esok hari (hari ini, red), dan akan berangsur-angsur menurun. Informasi selanjutnya mengenai peringatan dini gelombang tinggi akan kami update setiap harinya melalui whatsapp, facebook BMKG Sulawesi Utara, maupun instagram StamarBitung,” bebernya.

Kepala Seksi Observasi dan Informasi BMKG Sulut Ricky Daniel Aror membeber berbagai alasan mengapa terjadi hujan lebat di wilayah Sulut. Dikatakannya, dari analisis streamline ketinggian 3000 feat pada (16/1) kemarin, menunjukan terdapat pusat tekanan rendah (1003hPa) di Australia Bagian Utara.

“Adanya gangguan cuaca tersebut menyebabkan terbentuknya daerah belokan angin (shearline) dan konvergensi di sepanjang wilayah sulawesi bagian utara. Fenomena sinoptik tersebut menyebabkan pertumbuhan awan konvektif sangat intens di wilayah Sulut, sehingga mengakibatkan hujan dengan intensitas rendah hingga lebat yang disertai kilat/petir dalam durasi waktu yang lama,” papar Aror.

Selain itu, diungkapkannya, kelembapan udara relatif untuk wilayah Sulut dari analisis BMKG kemarin, juga menunjukan RH untuk lapisan bawah (850 mb-500 mb) angka >90%. “Hal tersebut menunjukan udara di atas Sulut relatif lembap sehingga mendukung pembentukan awan hujan yang cukup signifikan,” ungkap dia.

Sementara berdasarkan analisis citra satelit produk himawari -8 EH (enhanced) menunjukan warna putih hingga merah. “Hal tersebut menunjukan bahwa suhu puncak awan yang sangat dingin, sehingga pertumbuhan awan konvektif atau Awan Cumulonimbus penyebab hujan lebat lebih besar di Sulut,” papar Aror.

Disisi lain, berdasarkan data dari BMKG serta ditunjang data prakiraan cuaca yang digunakan dalam operasional Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Manado, Aror kembali membeber kondisi cuaca di wilayah Sulut masih diliputi awan-awan konvektif untuk beberapa hari ke depan. “Masyarakat diharapkan mewaspadai bencana hidrometeorologi yang berpeluang terjadi, seperti curah hujan tinggi, tanah longsor, banjir, angin kencang, dan gelombang tinggi,” himbaunya.

Lebih jauh kata dia, masyarakat dan stakeholder terkait bisa memanfaatkan kanal-kanal informasi yang disediakan BMKG yang bisa diakses melalui website resmi BMKG, aplikasi info BMKG. “Selain itu info cuaca, gelombang tinggi, iklim, gempa bumi dan peluang tsunami seputar Sulut juga bisa mengakses halaman Facebook BMKG Sulawesi Utara,” beber dia.

Terpisah, Kepala BPBD Sulut Joy Oroh mengungkapkan pihaknya terus melakukan evakuasi korban bencana di Sulut. Menurut dia, sebenarnya pihaknya sedang mengumpulkan bantuan untuk korban bencana di wilayah lain di Indonesia. “Tapi sudah begini. Kita akan fokus di Sulut dulu. Tim gabungan sudah turun. Kita akan meminimalisir korban jiwa dulu,” tutur dia.

Sejauh ini ada beberapa laporan yang masuk di BPBD Sulut, yakni dari Bolmut, terjadi Abrasi, Kabupaten Sangihe, terjadi gelombang pasang, dan Kota Manado banjir serta longsor. Di Minsel dan wilayah lain juga ikut kena dampak.

“Yang terparah terjadi di Kota Manado, banjir di sejumlah titik, dan longsor di dua kecamatan yakni Tikala dan Malalayang,” jelas Oroh.

Dikatakan dia, dari bencana longsor terdapat enam korban jiwa, 5 orang telah ditemukan dan 1 orang lagi akan dilanjutkan evakuasi.

Kepada masyarakat, dihimbau agar tetap memperkuat pengawasan diri dan sekitar. Diakuinya langkah kedepan BPBD bakal meningkatkan irigasi di sejumlah titik rawan banjir dan di daerah rawan longsor akan ditata kembali. (cw-01/vip)

Peringatan Dini Gelombang Tinggi

18 Januari– 19 Januari 2021 Pukul 08:00 Wita:

Tinggi Gelombang 1,25 – 2,5 M (Moderate Sea) Berpeluang Terjadi Di:

  • Perairan Utara Sulut
  • Perairan Kep Sitaro
  • Perairan Bitung & Likupang
  • Laut Maluku
  • Laut Sulawesi

Tinggi Gelombang 2,5 – 4,0 M (Rough Sea) Berpeluang Terjadi Di:

  • Laut Sulawesi Bag. Timur
  • Perairan Kep. Sangihe
  • Perairan Kep. Talaud
  • Sebelah Barat Perairan Kep. Sitaro
  • Laut Maluku Bag. Utara

Sumber: BMKG Bitung

Korban Longsor di Kota Manado:

Nama Korban Lokasi

Fani Poluan (50) Perkamil

Arni Laurens (44) Perkamil

Celsi (8) Perkamil

Aiptu Kifni Kawulur (48) Paal IV

Meiny Pondaag (62) Malalayang Barat

San Hasan (30) Malalayang Barat

Sumber: BPBD Manado

Artikel Terbaru