25C
Manado
Senin, 1 Maret 2021

Presiden Duterte: SHS Dekatkan Indonesia-Filipina

MANADOPOST.ID-Berpulangnya Gubernur Sulawesi Utara Periode 2005-2015 Dr Sinyo Harry Sarundajang (SHS), meninggalkan duka cita mendalam bagi semua elemen masyarakat. Ungkapan duka juga datang dari Pemerintah Filipina. Diketahui, almarhum SHS merupakan Duta Besar RI untuk Filipina.

Disampaikan langsung oleh Presiden Filipina Rodrigo Duterte. Ini terungkap melalui sebuah surat yang ditujukan kepada istri tercinta SHS, yakni Deetje Adeline Laoh Tambuwun, Ny Sarundajang.

“Dengan rasa kehilangan dan duka yang luar biasa, ketika mengetahui tentang meninggalnya suami Anda tercinta, yang mulia Duta Besar Dr Sinyo Harry Sarundanjang,” buka Duterte dalam surat yang telah di-translate ke dalam Bahasa Indonesia.

Dirinya mengaku sangat berbelasungkawa kehilangan sosok sahabat dan saudara. Pasalnya menurut Duterte, kehidupan mantan Wali Kota Bitung ini sangat menginspirasi banyak orang.

“Terimalah simpati dan belasungkawa saya yang setulus-tulusnya, serta doa memohon kekuatan dan penghiburan bagi anda dan anak-anak. Bapak Sinyo adalah sahabat dan saudara bagi banyak orang, termasuk saya sendiri.

Hidupnya sangat menginsipirasi. Dengan kekuatan karakter dan prinsipnya, dia mengatasi banyak tantangan untuk menjadi pemimpin dan individu yang memiliki pengaruh besar di Indonesia,” kenangnya bangga.

Tambahnya mengenang, SHS telah menatap wajah kematian. Tidak pernah memberikan rasa takut menguasai tugas dan tanggung jawabnya di daerah pemerintahannya. Seperti Bitung, Maluku, Maluku Utara dan Sulut, yang menghasilkan kehormatan baginya.

“Bapak Sinyo adalah seorang visioner, yang melihat pentingnya peluang kerja sama yang besar dalam bingkai BIMP-EAGA, demi mencapai perdamaian dan pembangunan yang adil dan berkelanjutan,” ungkap Duterte.

“Kemudian dia menjalin hubungan persahabatan dan kerjasama dengan pemerintah daerah lainnya, termasuk saya. Bekerja di luar masalah resmi dan dalam hal-hal yang memperkuat solidaritas dan persaudaraan, bagi semua pihak dan mengharapkan yang terbaik untuk masyarakat di daerah,” sambungnya.

Sebagai Duta Besar Indonesia di Filipina, Sinyo sapaan Duterte untuk SHS, berada di kelasnya tersendiri. “Disambut dengan hangat di Malananang (Istana Kepresidenan). Bapak menghasilkan banyak peluang baru terbuka, dan mendekatkan Filipina dan Indonesia,” ungkapnya sembari mengatakan kepergian SHS meninggalkan kekosongan yang tidak pernah bisa diisi.

“Namun ia akan hidup melalui warisan pengabdiannya. Pria Sejati bagi sesamanya dan saudara bagi semua. Semoga bapak SHS beristirahat dalam kedamaian abadi, karena sudah menjadi kewajiban kita untuk menjaga kenangan yang ditinggalkan, agar tetap hidup di dalam hati kita,” tutup presiden bernama lengkap Rodrigo Roa Duterte tersebut.(*/gnr)

Artikel Terbaru