alexametrics
31.4 C
Manado
Senin, 16 Mei 2022

Banner Mobile (Anymind)

Herson Mayulu Meninggal Dunia, Dua Sosok Ini Kans Gantikan Kursinya di Senayan

MANADOPOST.ID— Anggota DPR RI Dapil Sulut Hi Herson Mayulu meninggal dunia, kemarin (17/4). Mantan Bupati Bolmong Selatan dua periode ini diketahui sudah cukup lama sakit.

Almarhum dikenal kader sejati PDI Perjuangan. Sosok Mayulu sangat lekat dengan partai berlambang banteng moncong putih ini. Maka tak heran jika PDI Perjuangan sangat kehilangan sosok Bupati Bolmong Selatan periode 2010-2018 ini.

Hal ini disampaikan Sekretaris DPD PDI Perjuangan Sulut Franky Wongkar SH. “PDI Perjuangan Sulut berduka. Almarhum adalah kader terbaik PDI Perjuangan. Putra terbaik Sulut yang sekarang sementara bertugas di DPR RI. Beliau telah bekerja untuk Indonesia, khususnya dapil Sulut. Berbagai program dan kegiatan untuk masyarakat Sulut didatangkan,” sebut Bupati Minahasa Selatan ini.

Mayulu, kata Wongkar, telah mengabdikan diri melalui PDI Perjuangan sebagai Bupati Bolmong Selatan dua periode. “Almarhum memperjuangkan program-program kemasyarakatan dan kepemimpinannya menjadi pendorong dan motivasi bagi masyarakat Bolsen khususnya dan Sulut umumnya. Kita patut memberi penghargaan atas kerja-kerja almarhum yang telah membangun Sulut dan Bolsel melalui jabatan yang pernah dipercayakan padanya,” sebut FDW, sapaan akrabnya.

Dia mengakui, Almarhum Herson Mayulu adalah salah satu kader terbaik yang dimiliki PDI Perjuangan. “PDI Perjuangan kehilangan kader terbaik. Selamat jalan sahabat, teman seperjuangan,” tandasnya.

Di sisi lain, ketika disinggung mengenai proses pergantian antar waktu (PAW) Mayulu di DPR RI, Wongkar masih enggan banyak bicara. “Yang akan memprosesnya adalah DPP ke KPU RI,” singkatnya. Mengenai suara terbanyak setelah Mayulu, Wongkar mengatakan ada prosedur di partai. Termasuk dia mengakui adanya sanksi pemecatan yang telah dijatuhkan untuk Jantje Wowiling Sajow (JWS). “Prosesnya ada di DPP,” kunci FDW.

Sementara itu data yang dihimpun Manado Post, pada Pileg 2019 lalu PDI Perjuangan meraih tiga kursi. Dengan suara terbanyak pertama didapat Adriana Dondokambey 213.224 suara. Disusul Almarhum Herson 105.533 suara. Peringkat ketiga diraih Vanda Sarundajang 81.659. Kemudian peringkat keempat Jantje Wowiling Sajow (JWS) 69.508, posisi kelima Djenri Keintjem (Djek) 24.531 dan terakhir Jefry Wurangian 22.762.

Diketahui JWS sudah bukan kader PDI Perjuangan. Mantan Bupati Minahasa itu kini sedang memperkuat Partai Golkar dengan posisi Wakil Ketua DPD I Golkar Sulut. Jika merujuk aturan maka yang paling berpeluang menuju Senayan, menggantikan Almarhum Herson Mayulu adalah Djenri Keintjem.(gel)

MANADOPOST.ID— Anggota DPR RI Dapil Sulut Hi Herson Mayulu meninggal dunia, kemarin (17/4). Mantan Bupati Bolmong Selatan dua periode ini diketahui sudah cukup lama sakit.

Almarhum dikenal kader sejati PDI Perjuangan. Sosok Mayulu sangat lekat dengan partai berlambang banteng moncong putih ini. Maka tak heran jika PDI Perjuangan sangat kehilangan sosok Bupati Bolmong Selatan periode 2010-2018 ini.

Hal ini disampaikan Sekretaris DPD PDI Perjuangan Sulut Franky Wongkar SH. “PDI Perjuangan Sulut berduka. Almarhum adalah kader terbaik PDI Perjuangan. Putra terbaik Sulut yang sekarang sementara bertugas di DPR RI. Beliau telah bekerja untuk Indonesia, khususnya dapil Sulut. Berbagai program dan kegiatan untuk masyarakat Sulut didatangkan,” sebut Bupati Minahasa Selatan ini.

Mayulu, kata Wongkar, telah mengabdikan diri melalui PDI Perjuangan sebagai Bupati Bolmong Selatan dua periode. “Almarhum memperjuangkan program-program kemasyarakatan dan kepemimpinannya menjadi pendorong dan motivasi bagi masyarakat Bolsen khususnya dan Sulut umumnya. Kita patut memberi penghargaan atas kerja-kerja almarhum yang telah membangun Sulut dan Bolsel melalui jabatan yang pernah dipercayakan padanya,” sebut FDW, sapaan akrabnya.

Dia mengakui, Almarhum Herson Mayulu adalah salah satu kader terbaik yang dimiliki PDI Perjuangan. “PDI Perjuangan kehilangan kader terbaik. Selamat jalan sahabat, teman seperjuangan,” tandasnya.

Di sisi lain, ketika disinggung mengenai proses pergantian antar waktu (PAW) Mayulu di DPR RI, Wongkar masih enggan banyak bicara. “Yang akan memprosesnya adalah DPP ke KPU RI,” singkatnya. Mengenai suara terbanyak setelah Mayulu, Wongkar mengatakan ada prosedur di partai. Termasuk dia mengakui adanya sanksi pemecatan yang telah dijatuhkan untuk Jantje Wowiling Sajow (JWS). “Prosesnya ada di DPP,” kunci FDW.

Sementara itu data yang dihimpun Manado Post, pada Pileg 2019 lalu PDI Perjuangan meraih tiga kursi. Dengan suara terbanyak pertama didapat Adriana Dondokambey 213.224 suara. Disusul Almarhum Herson 105.533 suara. Peringkat ketiga diraih Vanda Sarundajang 81.659. Kemudian peringkat keempat Jantje Wowiling Sajow (JWS) 69.508, posisi kelima Djenri Keintjem (Djek) 24.531 dan terakhir Jefry Wurangian 22.762.

Diketahui JWS sudah bukan kader PDI Perjuangan. Mantan Bupati Minahasa itu kini sedang memperkuat Partai Golkar dengan posisi Wakil Ketua DPD I Golkar Sulut. Jika merujuk aturan maka yang paling berpeluang menuju Senayan, menggantikan Almarhum Herson Mayulu adalah Djenri Keintjem.(gel)

Most Read

Artikel Terbaru

/