30.4 C
Manado
Selasa, 5 Juli 2022

EDAN! Dukun Cabul Ini Garap 2 Anak di Bawah Umur dengan Alasan Ritual Ziarah Tanpa Busana

MANADOPOST.ID – Dukun cabul berinisial A (50) diringkus Satreskrim Polres Pandeglang Banten. Dukun ini disebut lakukan pencabulan pada 2 anak di bawah umur dengan modus ziarah tanpa busana.

Pria paruh baya itu ditangkap berawal adanya laporan dari orang tua korban bahwa adanya korban pencabulan terhadap 2 anak di bawah umur di Pandeglang Banten.

“Kita menangkap pelaku A tindak pidana pencabulan, yang dilaporkan orang tua korban,” kata Kapolres Pandeglang AKBP Belny Warlansyah dalam keterangannya, Sabtu (18/6/2021).

AKBP Belny menjelaskan, dari hasil pemeriksaan modus dukun melakukan pencabulan itu berawal korban diajak untuk ziarah ke sumur Cililitan Pandeglang pada Senin (06/06) sekira pukul 19.30 WIB,

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Sesampainya di lokasi korban L (14) dan M (14) yang merupakan anak di bawah, sang dukum kemudian melaksanakan ritual bersama korban.

Namun syarat ritual tersebut kedua korban harus membuka semua pakaian.

“Jadi kedua korban hanya memakai sarung saja,” ujarnya.

Sang dukun, kata AKBP Belny, kemudian memberikan minuman yang sudah dicampur ramuan yang mengakibatkan korban tidak sadarkan diri.

MANADOPOST.ID – Dukun cabul berinisial A (50) diringkus Satreskrim Polres Pandeglang Banten. Dukun ini disebut lakukan pencabulan pada 2 anak di bawah umur dengan modus ziarah tanpa busana.

Pria paruh baya itu ditangkap berawal adanya laporan dari orang tua korban bahwa adanya korban pencabulan terhadap 2 anak di bawah umur di Pandeglang Banten.

“Kita menangkap pelaku A tindak pidana pencabulan, yang dilaporkan orang tua korban,” kata Kapolres Pandeglang AKBP Belny Warlansyah dalam keterangannya, Sabtu (18/6/2021).

AKBP Belny menjelaskan, dari hasil pemeriksaan modus dukun melakukan pencabulan itu berawal korban diajak untuk ziarah ke sumur Cililitan Pandeglang pada Senin (06/06) sekira pukul 19.30 WIB,

Sesampainya di lokasi korban L (14) dan M (14) yang merupakan anak di bawah, sang dukum kemudian melaksanakan ritual bersama korban.

Namun syarat ritual tersebut kedua korban harus membuka semua pakaian.

“Jadi kedua korban hanya memakai sarung saja,” ujarnya.

Sang dukun, kata AKBP Belny, kemudian memberikan minuman yang sudah dicampur ramuan yang mengakibatkan korban tidak sadarkan diri.

Most Read

Artikel Terbaru

/