26.4 C
Manado
Senin, 4 Juli 2022

Dicetak Terbatas, Begini Cara Dapatkan Uang Pecahan Rp75 Ribu

MANADOPOST.ID—Selain memperingati HUT Republik Indonesia, Senin (17/8), Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan, resmi merilis uang pecahan Rp75 ribu. Uang ini diluncurkan bertepatan dengan 75 tahun kemerdekaan.

Bagaimana cara mendapatkannya? Uang ini sudah bisa ditukar di seluruh Kantor Perwakilan BI (KP dan KPwDN) dan Bank Umum yang ditunjuk. Pemesanan dibagi dalam dua periode. Periode pemesanan tahap satu, sudah dimulai sejak (17/8) kemarin hingga 30 September. Sementara periode kedua dimulai 1 Oktober sampai selesai.

Uang Peringatan Kemerdekaan (UPK) 75 tahun RI ini, dapat diimiliki seluruh Warga Negara Indonesia (WNI) yang telah memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP), melalui mekanisme penukaran uang Rupiah pada aplikasi berbasis website di tautan https://pintar.bi.go.id. Satu KTP tersebut berlaku untuk satu lembar UPK 75 Tahun RI.

Aplikasi penukaran tersebut dapat diakses oleh masyarakat mulai 17 Agustus 2020 pukul 15.00 WIB. Penukaran uang dapat dilakukan di seluruh Kantor Bank Indonesia mulai 18 Agustus 2020. Selanjutnya, mulai 1 Oktober 2020, penukaran dapat dilakukan di Kantor Bank Indonesia dan kantor bank umum yang telah ditunjuk dan bekerja sama dengan Bank Indonesia. Pelaksanaan penukaran dilaksanakan dengan tetap menjaga protokol kesehatan pencegahan Covid-19 yang telah ditetapkan Pemerintah.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Gubernur BI Perry Warjiyo menuturkan, rupiah sebagai mata uang tidak hanya sebagai alat pembayaran yang sah. Tapi juga sebagai lambang kedaulatan negara. Wujud kemandirian bangsa Indonesia. “Setiap lembar rupiah mengandung identitas dan karakteristik bangsa yang harus kita jaga, lestarikan, dan banggakan,” ucap Perry dalam peluncuran uang peringatan kemerdekaan 75 RI secara virtual.

Dia menjelaskan, desain uang peringatan kemerdekaan 75 Tahun RI itu mengusung tiga filosofi. Ketiga filosofi itu adalah mensyukuri kemerdekaan, memperteguh kemerdekaan, dan menyongsong masa depan gemilang. Peristiwa historikal proklamasi kemerdekaan RI 17 Agustus 1945 oleh Ir. Soekarno dan Drs. Mohammad Hatta serta berbagai pencapaian pembangunan selama 75 tahun kemerdekaan pada halaman muka uang menggambarkan wujud mensyukuri kemerdekaan. “Pencapaian pembangunan yang digambarkan jembatan Youtefa Papua, MRT, dan tol Trans Jawa,” bebernya.

Kemudian, di bagian belakang, gambar anak-anak Indonesia berpakaian adat dari berbagai suku motif kain Nusantara mencerminkan semangat memperteguh kebhinekaan. Serta, Satelit Merah Putih sebagai jembatan komunikasi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), peta Indonesia Emas yang melambangkan peran strategis dalam kancah global, dan anak-anak yang merepresentasikan sumber daya manusia unggul yang optimis menyongsong masa depan gemilang.

Perry mengatakan, uang edisi 75 tahun kemerdekaan RI itu dilengkapi teknologi pengaman terbaru dan menggunakan bahan kertas yang lebih tahan lama. Inovasi tersebut agar uang rupiah lebih sulit untuk dipalsukan. Namun, bagi masyarakat akan semakin mudah untuk mengenali ciri keasliannya, nyaman dan aman untuk digunakan.

Sebelumnya, BI telah mengeluarkan uang peringatan HUT Kemerdekaan RI sebanyak tiga kali. Yakni, peringatan HUT Kemerdekaan RI Ke-25 pada tahun 1970, Ke-45 tahun 1990 dan Ke-50 di tahun 1995. Dengan demikian, uang peringatan kemerdekaan yang dikeluarkan tahun 2020, merupakan kali keempat.

Menurut dia, perencanaan uang peringatan kemerdekaan itu sudah dimulai sejak 2018. Penerbitan uang tersebut juga sesuai dengan Undang-undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang, Peraturan BI No.21/10/PBI/2019 tentang Pengelolaan Uang Rupiah (a.l. Pasal 2, Pasal 11), dan Keppres No.13 Tahun 2020. “Ke depan pengeluaran uang peringatan kemerdekaan akan dilakukan setiap 25 tahun sekali,” kata pria asal Sukoharjo, Jawa Tengah itu.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjelaskan, perencanaan penentuan mata uang rupiah itu telah dikoordinasikan dengan seluruh regulator dan para ahli waris pahlawan.

Perencanaan dilakukan sejak 2018 lalu. Dia menegaskan, uang edisi 75 tahun RI merdeka itu bukan bentuk cetak uang untuk pemulihan ekonomi atau tambahan likuiditas. “Dan bukan juga tambahan likuiditas untuk pembiayaan dan pelaksanaan ekonomi. Ini tujuannya dilakukan untuk memperingati peristiwa atau tujuan khusus dalam hal ini peringatan kemerdekaan RI ke 75,’’ tuturnya.

Ani menjelaskan, penerbitan seri khusus Rp 75.000 itu hanya dicetak dalam jumlah terbatas yakni 75 juta lembar. Hal itu sebagai simbol rasa syukur kemerdekaan RI. “Mata uang ini uang kertas pecahan nominal 75 ribu dicetak dengan jumlah 75 juta lembar yang ditandatangani oleh Menteri Keuangan sebagai wakil pemerintah dan Bank Indonesia,’’ tutur dia

Di Sulut sendiri, Gubernur Olly Dondokambey dan forkompimda telah menerima Token of Appreciation (TOA) uang pecahan Rp75 ribu tersebut. Diserahkan langsung Kepala Kantor Perwakilan BI Sulut Arbonas Hutabarat. Gubernur Sulut Olly pun menyambut baik peluncuran uang rupiah kertas pecahan Rp75 ribu yang bertepatan dengan peringatan HUT RI.

“Tentunya kita juga bersyukur karena inisiatif dari Kementerian Keuangan, Bank Indonesia meluncurkan uang dalam rangka memperingati 75 tahun kemerdekaan. Kita semua antusias dan memberi apresiasi yang sebesar-besarnya,” tutup OD.(cw-01/ayu/gnr)

MANADOPOST.ID—Selain memperingati HUT Republik Indonesia, Senin (17/8), Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan, resmi merilis uang pecahan Rp75 ribu. Uang ini diluncurkan bertepatan dengan 75 tahun kemerdekaan.

Bagaimana cara mendapatkannya? Uang ini sudah bisa ditukar di seluruh Kantor Perwakilan BI (KP dan KPwDN) dan Bank Umum yang ditunjuk. Pemesanan dibagi dalam dua periode. Periode pemesanan tahap satu, sudah dimulai sejak (17/8) kemarin hingga 30 September. Sementara periode kedua dimulai 1 Oktober sampai selesai.

Uang Peringatan Kemerdekaan (UPK) 75 tahun RI ini, dapat diimiliki seluruh Warga Negara Indonesia (WNI) yang telah memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP), melalui mekanisme penukaran uang Rupiah pada aplikasi berbasis website di tautan https://pintar.bi.go.id. Satu KTP tersebut berlaku untuk satu lembar UPK 75 Tahun RI.

Aplikasi penukaran tersebut dapat diakses oleh masyarakat mulai 17 Agustus 2020 pukul 15.00 WIB. Penukaran uang dapat dilakukan di seluruh Kantor Bank Indonesia mulai 18 Agustus 2020. Selanjutnya, mulai 1 Oktober 2020, penukaran dapat dilakukan di Kantor Bank Indonesia dan kantor bank umum yang telah ditunjuk dan bekerja sama dengan Bank Indonesia. Pelaksanaan penukaran dilaksanakan dengan tetap menjaga protokol kesehatan pencegahan Covid-19 yang telah ditetapkan Pemerintah.

Gubernur BI Perry Warjiyo menuturkan, rupiah sebagai mata uang tidak hanya sebagai alat pembayaran yang sah. Tapi juga sebagai lambang kedaulatan negara. Wujud kemandirian bangsa Indonesia. “Setiap lembar rupiah mengandung identitas dan karakteristik bangsa yang harus kita jaga, lestarikan, dan banggakan,” ucap Perry dalam peluncuran uang peringatan kemerdekaan 75 RI secara virtual.

Dia menjelaskan, desain uang peringatan kemerdekaan 75 Tahun RI itu mengusung tiga filosofi. Ketiga filosofi itu adalah mensyukuri kemerdekaan, memperteguh kemerdekaan, dan menyongsong masa depan gemilang. Peristiwa historikal proklamasi kemerdekaan RI 17 Agustus 1945 oleh Ir. Soekarno dan Drs. Mohammad Hatta serta berbagai pencapaian pembangunan selama 75 tahun kemerdekaan pada halaman muka uang menggambarkan wujud mensyukuri kemerdekaan. “Pencapaian pembangunan yang digambarkan jembatan Youtefa Papua, MRT, dan tol Trans Jawa,” bebernya.

Kemudian, di bagian belakang, gambar anak-anak Indonesia berpakaian adat dari berbagai suku motif kain Nusantara mencerminkan semangat memperteguh kebhinekaan. Serta, Satelit Merah Putih sebagai jembatan komunikasi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), peta Indonesia Emas yang melambangkan peran strategis dalam kancah global, dan anak-anak yang merepresentasikan sumber daya manusia unggul yang optimis menyongsong masa depan gemilang.

Perry mengatakan, uang edisi 75 tahun kemerdekaan RI itu dilengkapi teknologi pengaman terbaru dan menggunakan bahan kertas yang lebih tahan lama. Inovasi tersebut agar uang rupiah lebih sulit untuk dipalsukan. Namun, bagi masyarakat akan semakin mudah untuk mengenali ciri keasliannya, nyaman dan aman untuk digunakan.

Sebelumnya, BI telah mengeluarkan uang peringatan HUT Kemerdekaan RI sebanyak tiga kali. Yakni, peringatan HUT Kemerdekaan RI Ke-25 pada tahun 1970, Ke-45 tahun 1990 dan Ke-50 di tahun 1995. Dengan demikian, uang peringatan kemerdekaan yang dikeluarkan tahun 2020, merupakan kali keempat.

Menurut dia, perencanaan uang peringatan kemerdekaan itu sudah dimulai sejak 2018. Penerbitan uang tersebut juga sesuai dengan Undang-undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang, Peraturan BI No.21/10/PBI/2019 tentang Pengelolaan Uang Rupiah (a.l. Pasal 2, Pasal 11), dan Keppres No.13 Tahun 2020. “Ke depan pengeluaran uang peringatan kemerdekaan akan dilakukan setiap 25 tahun sekali,” kata pria asal Sukoharjo, Jawa Tengah itu.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjelaskan, perencanaan penentuan mata uang rupiah itu telah dikoordinasikan dengan seluruh regulator dan para ahli waris pahlawan.

Perencanaan dilakukan sejak 2018 lalu. Dia menegaskan, uang edisi 75 tahun RI merdeka itu bukan bentuk cetak uang untuk pemulihan ekonomi atau tambahan likuiditas. “Dan bukan juga tambahan likuiditas untuk pembiayaan dan pelaksanaan ekonomi. Ini tujuannya dilakukan untuk memperingati peristiwa atau tujuan khusus dalam hal ini peringatan kemerdekaan RI ke 75,’’ tuturnya.

Ani menjelaskan, penerbitan seri khusus Rp 75.000 itu hanya dicetak dalam jumlah terbatas yakni 75 juta lembar. Hal itu sebagai simbol rasa syukur kemerdekaan RI. “Mata uang ini uang kertas pecahan nominal 75 ribu dicetak dengan jumlah 75 juta lembar yang ditandatangani oleh Menteri Keuangan sebagai wakil pemerintah dan Bank Indonesia,’’ tutur dia

Di Sulut sendiri, Gubernur Olly Dondokambey dan forkompimda telah menerima Token of Appreciation (TOA) uang pecahan Rp75 ribu tersebut. Diserahkan langsung Kepala Kantor Perwakilan BI Sulut Arbonas Hutabarat. Gubernur Sulut Olly pun menyambut baik peluncuran uang rupiah kertas pecahan Rp75 ribu yang bertepatan dengan peringatan HUT RI.

“Tentunya kita juga bersyukur karena inisiatif dari Kementerian Keuangan, Bank Indonesia meluncurkan uang dalam rangka memperingati 75 tahun kemerdekaan. Kita semua antusias dan memberi apresiasi yang sebesar-besarnya,” tutup OD.(cw-01/ayu/gnr)

Most Read

Artikel Terbaru

/