32.4 C
Manado
Rabu, 6 Juli 2022

Emosi Bercampur, Kombes Pusung Lega Bisa Bertugas dengan Baik

MANADOPOST.ID—Emosi Kombes Pol Christ Reinhard Pusung SIK campur aduk usai dipastikan sebagai Komandan Upacara (Danup) penurunan bendera, Senin (17/8) sore kemarin. Mantan Kapolres Minahasa ini mengaku senang, bangga namun bercampur rasa takut dan tegang.

“Jadi pas hari Sabtu (15/7) di gladi terakhir, barulah kami diberi tahu tugas masing-masing. Saat itu saya tahu saya bertugas di upacara sore,” kata Pusung saat menceritakan pengalamannya menjadi Danup kepada wartawan Manado Post.

Perasaan bangga dan senang pun dirasakan putra kawanua yang kini bertugas sebagai Kasatgaswil Densus 88 Polri ini.

“Perasaan bangga dan senang itu pasti. Namun hanya berselang beberapa menit, perasaan itu langsung berganti menjadi rasa gugup dan tegang,” katanya.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Ketegangan ini lanjutnya, lantaran menyadari bahwa dirinya harus mempersiapkan diri dengan baik dari segi mental dan fisik sebelum benar-benar bertugas di depan presiden.

“Itu dua hari yang benar-benar menegangkan. Disuruh istirahat tapi tidak bisa tidur. Kepikiran terus. Tapi saya bersyukur ada keluarga yang mendampingi. Selalu menenangkan dan memberikan dukungan sehingga akhirnya tugas dan tanggung jawab bisa diselesaikan dengan baik, tanpa hambatan,” pungkas Pusung. (fgn)

MANADOPOST.ID—Emosi Kombes Pol Christ Reinhard Pusung SIK campur aduk usai dipastikan sebagai Komandan Upacara (Danup) penurunan bendera, Senin (17/8) sore kemarin. Mantan Kapolres Minahasa ini mengaku senang, bangga namun bercampur rasa takut dan tegang.

“Jadi pas hari Sabtu (15/7) di gladi terakhir, barulah kami diberi tahu tugas masing-masing. Saat itu saya tahu saya bertugas di upacara sore,” kata Pusung saat menceritakan pengalamannya menjadi Danup kepada wartawan Manado Post.

Perasaan bangga dan senang pun dirasakan putra kawanua yang kini bertugas sebagai Kasatgaswil Densus 88 Polri ini.

“Perasaan bangga dan senang itu pasti. Namun hanya berselang beberapa menit, perasaan itu langsung berganti menjadi rasa gugup dan tegang,” katanya.

Ketegangan ini lanjutnya, lantaran menyadari bahwa dirinya harus mempersiapkan diri dengan baik dari segi mental dan fisik sebelum benar-benar bertugas di depan presiden.

“Itu dua hari yang benar-benar menegangkan. Disuruh istirahat tapi tidak bisa tidur. Kepikiran terus. Tapi saya bersyukur ada keluarga yang mendampingi. Selalu menenangkan dan memberikan dukungan sehingga akhirnya tugas dan tanggung jawab bisa diselesaikan dengan baik, tanpa hambatan,” pungkas Pusung. (fgn)

Most Read

Artikel Terbaru

/