27.4 C
Manado
Kamis, 11 Agustus 2022

Tugas Depan Jokowi, Kombes Pusung Dijaga Kabasaran

MANADOPOST.ID—Kombes Pol Christ Reinhard Pusung, sukses menjalankan tugasnya sebagai komandan upacara (Danup), dalam di Upacara Penurunan Bendara memperingati HUT ke-75 Republik Indonesia, di Istana Negara, Senin (17/8) sore.

Putra Sulut lulusan Akademi Kepolisian tahun 1997 yang saat ini menjabat sebagai Kepala Satuan Tugas Wilayah Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri, tampil gagah saat menjalankan setiap tugasnya sebagai Danup. Mantan Kapolres Minahasa ini sukses menjalankan tugasnya.

Kombes Pusung pun tak dapat menyembunyikan kebanggannya. Melalui facebook pribadinya, dirinya mengupload sebuah foto diikuti caption bersyukur. “Foto tersebut mengandung sarat makna. Poin pertama, bertugas di depan Presiden Joko Widodo,” tulisnya.

Kedua, momen HUT ke-75 Kemerdekaan RI, bertepatan juga dengan tahun kelahirannya, Tahun 1975. Ketiga dirinya merasa bangga karena dalam bertugas sebagai Danup, dijaga oleh pasukan dengan kostum Kabasaran Minahasa, yang melambangkan budaya tempat kelahirannya Minahasa.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Keempat dalam foto tersebut menunjukkan ada anggota paskibraka. Pusung mengungkapkan dirinya waktu SMA pernah menjadi Paskibraka Provinsi Sulut sebagai pembentang bendera. Yang kelima ialah sebagai Danup. “Untuk kepercayaan yang telah dilaksanakan, Saya sangat bersyukur untuk semua berkat yang diberikan Tuhan,” tandas Kombes Pusung.

Diketahui, pelaksanaan upacara detik-detik Proklamasi kemarin (17/8) pagi juga berjalan dengan suasana sederhana. Tamu yang hadir hanya beberapa orang saja. Presiden Joko Widodo (Jokowi) memimpin upacara dengan mengenakan baju adat NTT.

Penyelenggaraan upacara yang sederhana dan tidak banyak orang itu dihadari Jokowi beserta Iriana Joko Widodo. Kemudian Wakil Presiden Ma’ruf Amin didampingi Wury Ma’ruf Amin. Peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-75 mengusung tema Indonesia Maju.

Tema itu merepresentasikan Pancasila sebagai pedoman hidup berbangsa dan bernegara untuk memperkokoh kedaulatan, persatuan, dan eksatuan. Meski digelar secara terbatas untuk menjalankan protokol kesehatan Covid-19, upacara tetap berlangsung khidmad.

Pada upacara itu Ketua MPR Bambang Soesatyo bertugas membacakan naskah proklamasi. Tepat 75 tahun yang lalu, naskah proklamasi itu dibacakan oleh Ir Soekarno didampingi Bung Hatta. Kemudian setelah proses upacara dan mengheningkan cipta, Menag Fachrul Razi membacakan doa.

Dengan mengenakan baju adat dari Aceh, Fachrul memanjatkan puji dan sykur atas nikmat dari Allah yang membebaskan bangsa Indonesia dari belenggu penjajahan. ’’Dengan semangat proklamasi kemerdekaan ke-75, berikanlah ridha-Mu yang tak terputus pada kami,’’ katanya. Sehingga bisa membawa bangsa I ndonesia menjadi bangsa yang maju.

Kemudian di tengah wabah Covid-19 Fachrul menyampaikan doa supaya wabah segera diangkat. Dia juga mengatakan bahwa wabah ini semakin menyadarkan bangsa Indonesia bahwa betapa lemahnya umat manusia tanpa pertolongan Allah. Dia berdoa supaya Allah memberikan kesehatan, kekuatan, dan ketabahan untuk menghadapi pandemi Covid-19. Pada sore harinya proses upacara penurunan bendera Merah Putih juga berlangsung dengan khidmad.

Ada sejumlah pejabat yang hadir secara langsung dalam upacara penurunan bender aitu. Seperti Ketua DPR Puan Maharani, Ketua DPD La Nyalla Mattalitti, Ketua BPK Agung Firman Sampurna, dan Ketua Mahkamah Agung (MA) Muhammad Syafruddin. Lalu ada Ketua MaK Anwar Usman, Ketua KY Jaja Ahmad Jayus, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, dan Kapolri Jenderal Idham Azis.

Peringatan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) ke-75 juga dilaksanakan di Kantor Kemenko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) secara virtual. Menteri Koordinator Bidang PMK Muhadjir Effendy mengatakan, perayaan ini jadi momentum untuk membangun budaya disiplin menuju Indonesia maju.

”Berawal dari disiplin protokol kesehatan hingga tumbuh menjadi budaya disiplin dalam beraktivitas sehari-hari,” ujarnya. Ia meyakini, kedisiplinan dalam menjalankan protokol kesehatan selama pandemi dapat menjadi akar budaya dalam membangun kedisiplinan di setiap aspek kehidupan.

Selain kedisiplinan, menurut Muhadjir, peringatan HUT RI ke-75 juga dapat menjadi momentum untuk meningkatkan solidaritas dan membangun rasa kepedulian berskala nasional. Utamanya dalam membangkitkan semangat gotong-royong mengatasi Covid-19. Sementara itu, rasa solidaritas dan kesetiakawanan nasional juga terlihat dari pemakaian baju-baju adat khas daerah di seluruh nusantara saat upacara peringatan HUT RI ke-75.

Presiden Joko Widodo mengenakan pakaian adat Timor Tengah Selatan dari Nusa Tenggara Timur (NTT) didampingi Ibu Negara Iriana. Begitu pun Wakil Presiden Ma’ruf Ami, Ketua MPR Bambang Soesatyo, dan Ketua DPR RI Puan Maharani yang juga mengenakan pakaian adat saat mengikuti upacara dari Istana Negara Kepresidenan, Jakarta.

Tak beda jauh dengan pakaian adat yang dikenakan Presiden Jokowi, Muhadjir juga mengenakan pakaian adat dari NTT khususnya Pulau Rote. Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tersebut menggunakan pakaian adat secara lengkap dengan topi khas dan unik mirip topi sombrero mirip Meksiko yang disebut “Ti’i Langga”.(cw-01/gnr)

MANADOPOST.ID—Kombes Pol Christ Reinhard Pusung, sukses menjalankan tugasnya sebagai komandan upacara (Danup), dalam di Upacara Penurunan Bendara memperingati HUT ke-75 Republik Indonesia, di Istana Negara, Senin (17/8) sore.

Putra Sulut lulusan Akademi Kepolisian tahun 1997 yang saat ini menjabat sebagai Kepala Satuan Tugas Wilayah Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri, tampil gagah saat menjalankan setiap tugasnya sebagai Danup. Mantan Kapolres Minahasa ini sukses menjalankan tugasnya.

Kombes Pusung pun tak dapat menyembunyikan kebanggannya. Melalui facebook pribadinya, dirinya mengupload sebuah foto diikuti caption bersyukur. “Foto tersebut mengandung sarat makna. Poin pertama, bertugas di depan Presiden Joko Widodo,” tulisnya.

Kedua, momen HUT ke-75 Kemerdekaan RI, bertepatan juga dengan tahun kelahirannya, Tahun 1975. Ketiga dirinya merasa bangga karena dalam bertugas sebagai Danup, dijaga oleh pasukan dengan kostum Kabasaran Minahasa, yang melambangkan budaya tempat kelahirannya Minahasa.

Keempat dalam foto tersebut menunjukkan ada anggota paskibraka. Pusung mengungkapkan dirinya waktu SMA pernah menjadi Paskibraka Provinsi Sulut sebagai pembentang bendera. Yang kelima ialah sebagai Danup. “Untuk kepercayaan yang telah dilaksanakan, Saya sangat bersyukur untuk semua berkat yang diberikan Tuhan,” tandas Kombes Pusung.

Diketahui, pelaksanaan upacara detik-detik Proklamasi kemarin (17/8) pagi juga berjalan dengan suasana sederhana. Tamu yang hadir hanya beberapa orang saja. Presiden Joko Widodo (Jokowi) memimpin upacara dengan mengenakan baju adat NTT.

Penyelenggaraan upacara yang sederhana dan tidak banyak orang itu dihadari Jokowi beserta Iriana Joko Widodo. Kemudian Wakil Presiden Ma’ruf Amin didampingi Wury Ma’ruf Amin. Peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-75 mengusung tema Indonesia Maju.

Tema itu merepresentasikan Pancasila sebagai pedoman hidup berbangsa dan bernegara untuk memperkokoh kedaulatan, persatuan, dan eksatuan. Meski digelar secara terbatas untuk menjalankan protokol kesehatan Covid-19, upacara tetap berlangsung khidmad.

Pada upacara itu Ketua MPR Bambang Soesatyo bertugas membacakan naskah proklamasi. Tepat 75 tahun yang lalu, naskah proklamasi itu dibacakan oleh Ir Soekarno didampingi Bung Hatta. Kemudian setelah proses upacara dan mengheningkan cipta, Menag Fachrul Razi membacakan doa.

Dengan mengenakan baju adat dari Aceh, Fachrul memanjatkan puji dan sykur atas nikmat dari Allah yang membebaskan bangsa Indonesia dari belenggu penjajahan. ’’Dengan semangat proklamasi kemerdekaan ke-75, berikanlah ridha-Mu yang tak terputus pada kami,’’ katanya. Sehingga bisa membawa bangsa I ndonesia menjadi bangsa yang maju.

Kemudian di tengah wabah Covid-19 Fachrul menyampaikan doa supaya wabah segera diangkat. Dia juga mengatakan bahwa wabah ini semakin menyadarkan bangsa Indonesia bahwa betapa lemahnya umat manusia tanpa pertolongan Allah. Dia berdoa supaya Allah memberikan kesehatan, kekuatan, dan ketabahan untuk menghadapi pandemi Covid-19. Pada sore harinya proses upacara penurunan bendera Merah Putih juga berlangsung dengan khidmad.

Ada sejumlah pejabat yang hadir secara langsung dalam upacara penurunan bender aitu. Seperti Ketua DPR Puan Maharani, Ketua DPD La Nyalla Mattalitti, Ketua BPK Agung Firman Sampurna, dan Ketua Mahkamah Agung (MA) Muhammad Syafruddin. Lalu ada Ketua MaK Anwar Usman, Ketua KY Jaja Ahmad Jayus, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, dan Kapolri Jenderal Idham Azis.

Peringatan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) ke-75 juga dilaksanakan di Kantor Kemenko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) secara virtual. Menteri Koordinator Bidang PMK Muhadjir Effendy mengatakan, perayaan ini jadi momentum untuk membangun budaya disiplin menuju Indonesia maju.

”Berawal dari disiplin protokol kesehatan hingga tumbuh menjadi budaya disiplin dalam beraktivitas sehari-hari,” ujarnya. Ia meyakini, kedisiplinan dalam menjalankan protokol kesehatan selama pandemi dapat menjadi akar budaya dalam membangun kedisiplinan di setiap aspek kehidupan.

Selain kedisiplinan, menurut Muhadjir, peringatan HUT RI ke-75 juga dapat menjadi momentum untuk meningkatkan solidaritas dan membangun rasa kepedulian berskala nasional. Utamanya dalam membangkitkan semangat gotong-royong mengatasi Covid-19. Sementara itu, rasa solidaritas dan kesetiakawanan nasional juga terlihat dari pemakaian baju-baju adat khas daerah di seluruh nusantara saat upacara peringatan HUT RI ke-75.

Presiden Joko Widodo mengenakan pakaian adat Timor Tengah Selatan dari Nusa Tenggara Timur (NTT) didampingi Ibu Negara Iriana. Begitu pun Wakil Presiden Ma’ruf Ami, Ketua MPR Bambang Soesatyo, dan Ketua DPR RI Puan Maharani yang juga mengenakan pakaian adat saat mengikuti upacara dari Istana Negara Kepresidenan, Jakarta.

Tak beda jauh dengan pakaian adat yang dikenakan Presiden Jokowi, Muhadjir juga mengenakan pakaian adat dari NTT khususnya Pulau Rote. Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tersebut menggunakan pakaian adat secara lengkap dengan topi khas dan unik mirip topi sombrero mirip Meksiko yang disebut “Ti’i Langga”.(cw-01/gnr)

Most Read

Artikel Terbaru

/