26.6 C
Manado
Jumat, 30 Oktober 2020

Penambang Dilarang Masuk Kebun Raya Megawati Soekarnoputri

MANADOPOST.ID—Aktivitas pertambangan tanpa izin (PETI) di wilayah Kebun Raya Megawati Soekarnoputri, Kecamatan Ratatotok, Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) resmi ditutup. Bupati James Sumendap (JS) turun langsung dalam penertiban, Kamis (17/9) kemarin.

Sumendap mengatakan, operasi penertiban ini dikarenakan angka pasien positif Covid-19 di Mitra meningkat. Khususnya di wilayah Ratatotok. “Setelah kita tracking, ternyata ada di wilayah pertambangan. Oleh karena itu kita melakukan penertiban di wilayah kebun raya bersama para Forkompinda,” katanya.

Lanjutnya, keadaan ekonomi masyarakat sangat dipahami, sehingga tidak akan menutup tambang di luar kebun raya. “Silakan rakyat menambang, tetapi jangan memasuki area Kebun Raya Megawati Soekarnoputri. Pemerintah dan masyarakat Ratatotok harus bersatu,” tegasnya.

Selain itu, dalam kurun waktu 30 hari ke depan, jika masih ada aktivitas pertambangan di Kebun Raya, akan tutup semua aktivitas pertambangan ilegal di Mitra. Camat Ratatotok dan Kepala UPTD Kebun Raya Megawati Soekarnoputri akan terus mengawasi dan melaporkan secara tertulis ke pihak Kepolisian, jika ke depan masih ada aktivitas tambang di Kebun raya.

“Ke depan kami tidak akan jemput lagi di lokasi ini, tapi secara patut sesuai KUHP akan dipanggil di rumah masing-masing dan pihak kepolisian memprosesnya,” jelasnya.

Ketegasan ini harus diambil pihaknya karena sepeninggal PT Newmont, berkat rekonstruksi, revitalisasi tambang, kebun raya Jadi ini areal khusus dan terlarang, serta tidak diizinkan siapa pun yang masuk dan melakukan aktivitas, selain untuk tujuan wisata dan penelitian, serta tujuan pendidikan. “Jadi ini dasar pijakan hukum ketika Menteri Kehutanan memberikan izin pengelolaan kebun raya diserahkan kepada pemerintah kabupaten,” katanya.

Menurutnya, jika ke depan masih ada yang melanggar maka ada dua ketentuan yang bakal dikenakan, yakni UU Minerba dan Lingkungan Hidup. “Kalau dua itu pun lolos, masih ada dua pasal lagi, yakni perusakan dan pidana umum. Karena itu saya minta dukungan perangkat desa, pemerintah, serta tokoh masyarakat dan agama agar memberikan pemahaman kepada masyarakat,” ujarnya.

Dikatakanya lagi, sesuai laporan calon tersangka perusakan lingkungan di Kebun Raya, ada sekitar 20-an orang. Bahkan yang jadi tersangka ada sekitar 4 sampai 5 orang. “Info yang saya dapat ada anggota DPRD Mitra yang sudah jadi tersangka. Kita juga akan melakukan pengawasan terus, ada 5 pos yang akan dibangun, Polisi, TNI dan Satpoll PP akan melakukan penjagaan,” tutupnya.

Sementara itu, turut hadir dalam kegiatan tersebut, yakni Wakil Bupati, Jesaja Legi, Ketua DPRD Mitra, Marty Ole, Kapolres Mitra, AKBP Robby Rahardian, Dandim 1302 Minahasa, Letkol Inf Harbeth Andi Amino Sinaga, Kajari Minsel, I Wayan Eka Miartha, Ketua Pengadilan Negeri Tondano, Iko Sudjatmiko, dan Sekretaris Kabupaten Mitra David Lalandos, serta Forkopimda setempat lainnya.(gers/gel)

-

Artikel Terbaru

Limpahkan Kasus ASN `Nakal` ke KASN

MANADOPOST.ID---Kasus dugaan pelanggaran netralitas ASN Kotamobagu berinisial SA, segera dilimpahkan ke Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN).

Bocah 7 Tahun Asal Mitra Ditetapkan Kasus Suspek

MANADOPOST.ID—Bocah laki-laki 7 Tahun asal Kecamatan Tombatu Utara, Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) ditetapkan kasus suspek terbaru, berdasarkan data Satgas Covid-19 Mitra, Kamis (29/10) kemarin.

Polres Minsel Ciduk Lima Tersangka Togel

MANADOPOST.ID—Tim Reserse Mobile (Resmob) Satuan Reserse Kriminal Polres Minahasa Selatan (Minsel), mengamankan lima tersangka kasus judi togel yang beroperasi di Kecamatan Tumpaan dan Kecamatan Tatapaan, Kabupaten Minsel.

Pantai Malalayang Jadi TPS Sementara

MANADOPOST.ID---Kelurahan Malalayang Satu dijadikan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) sementara. Pantauan Manado Post, sampah dari semua kelurahan di Kecamatan Malalayang di buang

Terangi Empat Desa di Morowali Utara, PLN Ukir Sejarah di 75 Tahun Indonesia Merdeka

MANADOPOST.ID – PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Sulawesi Utara, Tengah, dan Gorontalo (Suluttenggo) melalui Unit Pelaksana Proyek Ketenagalistrikan Sulawesi Tengah kembali berhasil melistriki desa