30 C
Manado
Jumat, 4 Desember 2020

OD Cabut Izin Tambang Emas

MANADOPOST.ID- Calon Gubernur (Cagub) Sulut Olly Dondokambey SE cabut 51 Izin Usaha Pertambangan (IUP), didalamnya ada tambang emas. Hal ini terungkap saat Debat Tahap III atau debat terakhir pemilihan gubernur (Pilgub) Sulut, di Grand Kawanua International Convention Centre, Selasa (17/11), kemarin. Menurut OD, Pemerintahan Olly-Steven sangat peduli terhadap lingkungan.

“Diawal pemerintahan, dicabut 51 IUP. Salah satunya yang ditertibkan (IUP, red) dari Bupati (Bupati Boltim Sehan Landjar, red) yang merupakan Cawagub Paslon no urut 1,” beber OD, menjawab Paslon no urut 1, yang dilontarkan Sehan terkait rencana ke depan tentang pencegahan kerusakan lingkungan.

Diungkapkannya, sesuatu bertentangan dengan kerusakan lingkungan, IUP dicabut. Hanya saja, dalam memanfaatkan sumber daya alam yang ada, banyak hal yang bisa dilakukan. “Tentu tetap mematuhi aturan yang ditertibkan pemerintah,” sambungnya.

Lanjutnya, sumber daya alam di Sulut harus diolah. Karena demi pembangunan berkelanjutan. Sebab itu, Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) harus diperjuangkan demi kesejahteraan rakyat, sejauh tidak bertentangan.

Baik emas, batubara dan galian batu, perlu diolah agar pembangunan tetap berjalan dengan mengacu UU yang baru. “Tuhan memberikan sumber daya alam untuk dinikmati. Tapi bukan untuk dirusak. Pemerintah sudah memikirkan jauh,” tegasnya.

Sehan sendiri menegaskan, jika terpilih akan melakukan pengawasan dan menjamin regulasi guna meluruskan pembangunan yang berkelanjutan. Olehnya, penggunaaan izin pertambangan perlu diatur kembali. Sebab, bukan rahasia lagi, terjadi kerusakan alam terkait izin pertambangan.

Apalagi, adanya UU baru, kewenangan pemerintah provinsi untuk IUP bisa sampai 100 Ha, dari sebelumnya 25 Ha. “Jika terpilih nanti, paslon no urut 1 akan bekerja sama dengan pemerintah daerah dalam menerbitkan izin pertambangan,” ungkap Sehan. “Guna mencegah kerusakan lingkungan hidup. Kita harus awasi ketat. Perhatikan kelestarian lingkungan dan Amdalnya,” tambah VAP, paslon no urut 2.

Pantauan harian ini, Pasangan Calon (Paslon) nomor urut 1 Christiany Eugenia Paruntu – Sehan Salim Landjar (CEP-Sehan), nomor urut 2 Vonnie Anneke Panambunan – Hendry Runtuwene (VAP-HR), dan nomor 3 Olly Dondokambey – Steven Kandouw (Olly-Steven) berkomitmen penuh sejahterakan Sulut.

Debat Pilgub semalam yang mengambil tema ‘Menuju Sulawesi Utara Aman dan Tertib yang Berkeadilan Dalam Bingkai NKRI (Pemerintah Daerah, Supremasi Hukum, Politik, Keamanan dan Bebas Korupsi)’, semua Paslon kompak ingin membangun daerah Nyiur Melambai.

CEP-Sehan berjanji memperkuat ekonomi dan menciptakan pemerataan pembangunan di semua kabupaten/kota di Sulut. “Kami akan meningkatkan kualitas pelayanan publik dengan memanfaatkan teknologi informasi,” kata CEP seraya menambahkan berkomitmen ciptakan pemerintahan jujur, profesional dan transparan. Senada, VAP-HR menyebut berkeinginan membuat Sulut semakin maju dan sejahtera.

“Perlu satu misi dan kerja sama semua pihak untuk mewujudkan Sulut maju dan sejahtera. Kemudian yang paling penting, tanpa iman dan taqwa, cita-cita yang ingin kita buat menjadi mustahil,” tegas VAP. Paslon nomor 2 turut berjanji melahirkan pemimpin berintegritas dan membawa tatanan kehidupan masyarakat yang majemuk. Paslon nomor 3 Olly-Steven menggambarkan perlu waktu 10 tahun menuntaskan pembangunan yang sudah dilakukan di berbagai sektor.

“Makanya kami berdua memberanikan diri maju kembali dalam Pilgub tahun ini. Mohon maaf kepada masyarakat, kami rasa perlu lima tahun lagi agar bisa merampungkan pembangunan di Sulut,” pinta Olly. Selama memimpin Sulut, Olly mengklaim telah membuat lompatan besar karena telah merealisasikan berbagai fasilitas publik yang diperlukan masyarakat. “Dan ini akan dilakukan berkelanjutan jika diberikan kesempatan sekali lagi,” tandasnya.

Terkait debat terakhir, Pakar Politik Sulut Josef Kairupan melihat kurang lebihnya masih sama dengan debat sebelumnya. Dia melihat paslon no 1 dan 2 kurang berperan memberikan argumentasi konstruktif. Terutama saat sesi 2 dan 3. Dimana, masing-masing paslon saling melempar pertanyaan dan tanggapan. “Justru yang paling banyak berperan adalah calon wagub,” sorot Kairupan.

Menurutnya, berdasarkan hasil debat ketiga, seharusnya telah membangun opini publik. Bahkan, penilaian tentang kualitas masing-masing paslon.

Satu hal yang cukup disayangkannya, paslon VAP-HR, khususnya Cagub VAP sampai debat yang ketiga ini, belum juga dapat memberikan argumentasi terstruktur dengan tata bahasa elegan. “Sehingga mengakibatkan bias maksud dan tujuan yang disampaikan. Cagub paslon no 2, seringkali menggunakan kata berbeda tetapi artinya sama, sehingga sedikit membingungkan pendengar. Namun, hal ini dapat ditutupi cawagubnya, yang dapat memberikan argumentasi konkrit,” nilai Kairupan.

Sementara, Paslon no 1, di awal-awal acara, kesannya belum bisa menguasai panggung. “Sehingga saat penyampaian visi misi dan program oleh Cagub, nampak jelas masih nervous,” paparnya. Namun kata dia, setelahnya Paslon no 1 mampu menguasai jalannya debat. Closing statement yang dibangun mampu memainkan isu hangat tentang komoditi unggulan Sulut. Kemudian, untuk Paslon no 3, Kairupan menyebut memiliki aura tersendiri.

Dengan kapasitas sebagai petahana, kata dia, tentunya telah memiliki experience (pengalaman, red), sehingga tidak diragukan lagi. “Kondisi real daerah, dan menguasai materi, serta argumentasi-argumentasi lugas dan mudah dimengerti, sehingga maksud yang hendak disampaikan dapat diterima dengan baik dan dimengerti masyarakat,” jelasnya sembari menambahkan paslon no urut 3 masih unggul dan terlihat paling siap.

Disatu sisi, lanjut Kairupan, harus diakui bahwa masing-masing paslon memiliki keunggulan tersendiri. Ada yang lugas berbicara mengungkapkan ide, konsep, dan gagasannya. Ada juga yang kaku.

“Dari hasil debat ini, saatnya publik mulai mempertimbangkan siapa yang benar-benar berkomitmen dan siap. Bukan hanya sekedar surga telinga atau janji palsu. Hati nurani saja tidak cukup dalam menentukan pilihan, tetapi perlu dibarengi akal sehat, logika dan rasional berpikir,” kuncinya.(cw-01/gnr)

-

Artikel Terbaru

Desa Wisata Penglipuran Batasi Kapasitas Pengunjung Hingga 50%

Selalu ada hal menarik untuk diceritakan mengenai Pulau Dewata Bali, salah satunya adalah Desa Penglipuran yang terletak di Kelurahan Kubu, Kabupaten Bangli, Bali.

Desa Wisata Candirejo Borobudur Tawarkan Sensasi Budaya Jawa

Salah satu desa wisata tradisional yang terkenal #DiIndonesiaAja adalah Desa Penglipuran, Bali. Nah, selain itu, masih banyak desa wisata tradisional lain, termasuk yang lokasinya tak jauh dari Candi Borobudur, Jawa Tengah.

Bajeto 341 Lingkungan Solid Menangkan JGE-VB

Kekuatan pendukung dan simpatisan Pasangan Calon (Paslon) Jilly Gabriella Eman-Virgie Baker, (JGE-VB) kian hari terus bertambah.

Pilih Mor, Rekaman Bersama Enda Ungu

Personel Band Ungu Franco Medjaya Kusumah atau akrab disapa Enda, menunjukkan keseriusannya memenangkan Pasangan Calon (Paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Manado, Mor Bastiaan-Hanny Joost Pajouw (Mor-HJP).

VAP – HR Merajai Pelosok Sulut

Sosok calon Gubernur Sulut Dr (HC) Vonnie Anneke Panambunan STh yang selalu peduli masyarakat kecil, terus dicintai warga hingga di daerah pelosok di 15 kabupaten/kota se-Sulut.