alexametrics
27.4 C
Manado
Selasa, 17 Mei 2022

Banner Mobile (Anymind)

BERANI BENAR! Menhan Prabowo Dihina, Disebut Seperti Macan Jadi Meong, Ini Alasan Edy Mulyadi

MANADOPOST.ID – Giliran Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto yang dikritik dan dihina terkait pemindahan Ibu Kota Negara (IKN). Kritik itu dilontarkan Edy Mulyadi.

Dilansir dari suara.com, Edy menyebut pemerintah akan menyewa gedung di area IKN, bukan membangun.

Dia menduga nantinya gedung-gedung pemerintah di Jakarta akan dijual.

Kemudian, dia mengatakan pihak yang akan membangun perumahan di area IKN ialah pengembang China.

“Siapa yang membangun perumahan di sana, ya apakah yang membangun itu bernama Ciputra, Agung Podomoro atau Sedayu? Nggak mungkin pengembang itu mau bangun di sana. Jadi yang bangun di perumahan di sana pengembang dari Purwokerto, Banyumas? Enggak! China bos!” ujar Edy, dikutip dari hops.id–jaringan suara.com, Rabu (19/1/2022).

Lebih lanjut, soal penduduk yang tinggal di area IKN juga diprediksi warga RRC.

“Pasti ada penduduk yang dikirim ke sana dan tinggal di sana. Siapa? ya warga RRC yang tinggal di sana,” bebernya.

Hal tersebut membuat Edy menyentil Prabowo. Ia menilai Prabowo seperti ‘macan yang jadi meong’.

Sebab, hal ini mampu menjadi ancaman bagi kedaulatan Indonesia.

“Masa kayak gini nggak ngerti sih, masak Menteri Pertahanan kayak gini nggak ngerti sih pertahanan gini, jenderal bintang tiga macan yang jadi meong. Ini sih bicara soal kedaulatan negara bos,” tandasnya.

Edy pun emosi melihat Prabowo tak ada pergerakan mengenai IKN.

Diapun memberikan pesan kepada Prabowo melalui video.

“Halo Prabowo, kamu dengar saya! Masa itu nggak masuk hitungan, kau Kan Menteri Pertahanan, jangan karena adikmu punya lahan di sana (di IKN). Ayo kalau kita bermasalah, saya kutip di sini (berkas) ayo ke mana pengadilan mana, ke meja hijau, meja kuning,” ucapnya.

Edy berharap agar Prabowo bersuara dan melakukan pergerakan soal IKN.

“Masa enggak masuk perhitungan Menteri Pertahanan sih, mas Prabowo please deh ya Anda sudah banyak mengecewakan pendukungnya. Emak-emak itu sakit hati luar biasa, tapi please cukup sudahi kesalahan sampean sampai di situ aja, sebagai Menteri Pertahanan please lihat yang lebih luas ini soal kedaulatan negara,” pungkas Edy.

“Geblek gila ini kelewatan. Ini mereka (warga RRC) yang tinggal semua, saat dibutuhkan, tinggal kasih siap! selesai Indonesia,” katanya.

Edy naik darah kenapa pertahanan dan kedaulatan IKN nggak masuk dalam perhatian dari Prabowo.

“Halo Prabowo, kamu dengar saya! Masa itu nggak masuk hitungan, kau Kan Menteri Pertahanan, jangan karena adikmu punya lahan di sana (di IKN). Ayo kalau kita bermasalah, saya kutip di sini (berkas) ayo ke mana pengadilan mana, ke meja hijau, meja kuning,” tantang Edy.

Dalam penutupnya, Edy masih menyindir Prabowo dan berharap bekas capres itu ikut bersuara soal IKN.

“Masa enggak masuk perhitungan Menteri Pertahanan sih, mas Prabowo please deh ya Anda sudah banyak mengecewakan pendukungnya. Emak-emak itu sakit hati luar biasa, tapi please cukup sudahi kesalahan sampean sampai di situ aja, sebagai Menteri Pertahanan please lihat yang lebih luas ini soal kedaulatan negara,” ujar Edy. (suara)

MANADOPOST.ID – Giliran Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto yang dikritik dan dihina terkait pemindahan Ibu Kota Negara (IKN). Kritik itu dilontarkan Edy Mulyadi.

Dilansir dari suara.com, Edy menyebut pemerintah akan menyewa gedung di area IKN, bukan membangun.

Dia menduga nantinya gedung-gedung pemerintah di Jakarta akan dijual.

Kemudian, dia mengatakan pihak yang akan membangun perumahan di area IKN ialah pengembang China.

“Siapa yang membangun perumahan di sana, ya apakah yang membangun itu bernama Ciputra, Agung Podomoro atau Sedayu? Nggak mungkin pengembang itu mau bangun di sana. Jadi yang bangun di perumahan di sana pengembang dari Purwokerto, Banyumas? Enggak! China bos!” ujar Edy, dikutip dari hops.id–jaringan suara.com, Rabu (19/1/2022).

Lebih lanjut, soal penduduk yang tinggal di area IKN juga diprediksi warga RRC.

“Pasti ada penduduk yang dikirim ke sana dan tinggal di sana. Siapa? ya warga RRC yang tinggal di sana,” bebernya.

Hal tersebut membuat Edy menyentil Prabowo. Ia menilai Prabowo seperti ‘macan yang jadi meong’.

Sebab, hal ini mampu menjadi ancaman bagi kedaulatan Indonesia.

“Masa kayak gini nggak ngerti sih, masak Menteri Pertahanan kayak gini nggak ngerti sih pertahanan gini, jenderal bintang tiga macan yang jadi meong. Ini sih bicara soal kedaulatan negara bos,” tandasnya.

Edy pun emosi melihat Prabowo tak ada pergerakan mengenai IKN.

Diapun memberikan pesan kepada Prabowo melalui video.

“Halo Prabowo, kamu dengar saya! Masa itu nggak masuk hitungan, kau Kan Menteri Pertahanan, jangan karena adikmu punya lahan di sana (di IKN). Ayo kalau kita bermasalah, saya kutip di sini (berkas) ayo ke mana pengadilan mana, ke meja hijau, meja kuning,” ucapnya.

Edy berharap agar Prabowo bersuara dan melakukan pergerakan soal IKN.

“Masa enggak masuk perhitungan Menteri Pertahanan sih, mas Prabowo please deh ya Anda sudah banyak mengecewakan pendukungnya. Emak-emak itu sakit hati luar biasa, tapi please cukup sudahi kesalahan sampean sampai di situ aja, sebagai Menteri Pertahanan please lihat yang lebih luas ini soal kedaulatan negara,” pungkas Edy.

“Geblek gila ini kelewatan. Ini mereka (warga RRC) yang tinggal semua, saat dibutuhkan, tinggal kasih siap! selesai Indonesia,” katanya.

Edy naik darah kenapa pertahanan dan kedaulatan IKN nggak masuk dalam perhatian dari Prabowo.

“Halo Prabowo, kamu dengar saya! Masa itu nggak masuk hitungan, kau Kan Menteri Pertahanan, jangan karena adikmu punya lahan di sana (di IKN). Ayo kalau kita bermasalah, saya kutip di sini (berkas) ayo ke mana pengadilan mana, ke meja hijau, meja kuning,” tantang Edy.

Dalam penutupnya, Edy masih menyindir Prabowo dan berharap bekas capres itu ikut bersuara soal IKN.

“Masa enggak masuk perhitungan Menteri Pertahanan sih, mas Prabowo please deh ya Anda sudah banyak mengecewakan pendukungnya. Emak-emak itu sakit hati luar biasa, tapi please cukup sudahi kesalahan sampean sampai di situ aja, sebagai Menteri Pertahanan please lihat yang lebih luas ini soal kedaulatan negara,” ujar Edy. (suara)

Most Read

Artikel Terbaru

/