25C
Manado
Senin, 1 Maret 2021

Dibalut Merah Putih, SHS `Keliling` Manado, Bitung, Minahasa

MANADOPOST.ID—Kantor Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) saat ini tengah berkabung. Pasalnya tanah Bumi Nyiur Melambai, kehilangan satu sosok penting dan berjasa bagi daerah. Bagaimana tidak, Sinyo Harry Sarundajang (SHS) merupakan mantan Gubernur Sulut yang dipercayai rakyat memimpin daerah selama 10 tahun.

Bahkan SHS juga diberikan mandat sebagai Duta Besar RI untuk Filipina merangkap Kepulauan Marshall dan Palau 2018–2021. Meninggalnya SHS, membuat Pemerintah Provinsi (Pemprov) mengeluarkan edaran terkait bendera setengah tiang, tanda penghormatan.

Kemudian jenazah SHS, juga disemayamkan sejenak di Kantor Gubernur Sulut, tempat SHS sebelumnya bertugas. Dalam pantauan koran ini, Wakil Gubernur Sulut Steven Kandouw dipercayakan memimpin upacara persemayaman jenazah SHS.

Mantan gubernur Sulut tersebut juga didoakan semua yang hadir saat itu. Ibadah juga dilakukan dan diikuti para pejabat teras Pemprov Sulut dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19.

“Pemprov Sulut menyampaikan rasa simpati dan empati yang sangat dalam kepada keluarga. Bagi kami, almarhum adalah seorang mentor, seorang senior, seorang atasan yang telah banyak mendidik kami. Kami tidak dapat melupakan jasa besar almarhum Bapak Sinyo Harry Sarundajang. Tentu terobosan-terobosan selama pak SHS menjadi gubernur, sangat menginspirasi kita. Hubungan kerjasama, diplomatik, dan berbagai prestasi lain, disumbangkan Pak SHS bagi Sulut,” ungkap Wagub Steven Kandouw.

Dirinya juga menyatakan bumi Nyiur Melambai sangat beruntung memiliki sosok seperti SHS. Pasalnya, selama menjadi gubernur dua periode banyak program yang ditinggalkan dan pantas dituntaskan.

“Beliau 10 tahun menjadi gubernur. Roadmap yang dirintis SHS pantas dituntaskan karena baik. Seperti jalan tol, gerbang pacific dan miniatur kerukunan. Seperti yang disampaikan Pak Gubernur Ollly Dondokambey bahwa kita meneruskan program yang dirintisnya. Karena itu, ya banyak program-program daerah terbantukan dengan ide-ide cemerlang beliau,” sebutnya.

Usai menyampaikan sambutan terlihat Wagub Kandouw ikut meletakkan karangan bunga di depan peti jenazah SHS. Nampak hadir keluarga besar Sarundajang Laoh Tambuwun diantaranya Ibu Deetje Adelin Sarundajang Laoh Tambuwun, beserta anak-anak dan cucu-cucu. Sebelumnya, Gubernur Sulut Olly Dondokambey SE mengatakan almarhum SHS telah banyak memberikan sumbangsih besar bagi Sulut dan Indonesia.

“Almarhum Dr Drs S.H. Sarundajang semasa hidupnya telah memberikan sumbangsih bukan hanya di Sulut tetapi juga di Indonesia. Hal ini terbukti karena kepergian Almarhum, masih menjabat tugas sebagai Duta Besar berkuasa penuh di Filipina. Hal itu menjadi kebanggaan warga Sulut, dimana beliau benar-benar hadir di tengah-tengah masyarakat Sulut, dan kehadirannya sangat dirasakan dalam menjalankan roda pemerintahan Provinsi Sulut,” jelasnya.

Selain itu, Gubernur OD menyampaikan bahwa pemerintahan OD-SK sangat bersyukur dapat menjalankan tugas bersama dengan SKPD yang sebelumnya telah diberikan pelajaran dan didikan oleh Almarhum.

“Sehingga begitu gampang kami melanjutkan, tidak perlu mulai dari awal. Karena semua sudah mempunyai pengalaman-pengalaman sebagai birokrat yang diajarkan oleh birokrat sejati. Dari umur 27 tahun sudah menjabat sampai dengan umur 76 tahun ini dan tidak pernah lepas jabatan. Pemprov Sulut dan jajaran Forkopimda mengucapkan banyak terima kasih atas jasa dan pengabdian Pak SHS,” tutupnya.

Sebelum disemayamkan di kantor gubernur, jenazah SHS juga dibawa di kantor Pucuk pimpinan KGPM di Kelurahan Malalayang Satu. Selepas dari kantor gubernur, jenazah mampir di kantor Wali Kota Manado, lanjut di kantor Wali Kota Bitung, kemudian kantor Bupati Minahasa. Rombongan jenazah kemudian finis di Desa Tompaso Dua Kecamatan Tompaso, Minahasa.

Di kantor Bupati Minahasa, jenazah tiba sore jelang malam. Disambut Bupati Minahasa Dr Ir Royke Octavian Roring MSi dan Wakil Bupati Robby Dondokambey SSi MM, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Minahasa beserta jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa.

Bupati ROR menyampaikan, ada berbagai jabatan strategis yang telah almarhum emban semasa hidup, termasuk ketika mengabdi di Kabupaten Minahasa sejak tahun 1978, dan pernah menjadi Sekretaris Daerah Minahasa ketika masih Minahasa raya, dan Alm telah menjadi panutan.

Menurutnya, SHS adalah seorang birokrat handal yang memulai karir birokratnya dari bawah, mengabdi sekitar 51 tahun hingga akhir hayat, yang tentu telah melakukan banyak hal bagi daerah Sulut, nasional bahkan international.

“Begitu banyak yang telah almarhum lakukan untuk negara tercinta, untuk Sulut dan secara khusus untuk Minahasa. Bagi saya secara pribadi juga, yang duduk selama sekian tahun bersama almarhum sewaktu beliau menjadi Gubernur Sulut periode 2005-2010 dan 2010-2015,” kata Bupati

“Kami atas nama Pemerintah dan rakyat Minahasa menyampaikan terima kasih. Kami tidak dapat lagi menyampaikan rasa duka cita dan kehilangan sang motivator, sang birokrat, sang pemimpin, sang politisi dan sang diplomat yang handal, seorang ayah dan orang tua yang mendidik keluarga dengan baik,” ujarnya.

Sementara, Wakil Bupati Minahasa periode 2013-2017 Ivan SJ Sarundajang, yang adalah putera tertua SHS menyampaikan terima kasih kepada Pemkab Minahasa, yang sudah bersimpati dalam gumul duka Keluarga Besar Sarundajang-Laoh Tambuwun.

“Napak tilas terakhir dari perjalanan karir almarhum berakhir di Tondano, ketika awal tahun 1978 bertugas di Tondano pada usia 32 tahun. Kami atas nama Keluarga Sarundajang-Laoh Tambuwun, menyampaikan terima kasih yang setulus-tulusnya kepada Pemkab Minahasa. Sekali lagi terima kasih, Tuhan memberkati budi baik semuanya,” pungkasnya.

Diketahui, hari ini SHS akan dimakamkan dengan upacara militer dari Korem 131/Santiago. Sebelumnya akan dilaksanakan ibadah pemakaman di rumah duka yang akan dipimpin Pucuk Pimpinan KGPM pada pukul 13.00 Wita.(ewa/gel)

Artikel Terbaru