28 C
Manado
Minggu, 16 Mei 2021
spot_img

The Dream Team BSG, Target kembalikan Capaian Laba 2017

MANADOPOST.ID–Pemegang Saham PT Bank Pembangunan Daerah Wilayah Sulut dan Gorontalo (BSG), resmi memperkenalkan kabinet baru. ‘The Dream Team’ periode 2021-2025 telah ditetapkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan dan RUPS Luar Biasa, Kamis (18/3).

Ada banyak harapan dan mimpi besar yang harus diwujudkan. Salah satunya meningkatkan pembukuan laba tahunan. Diketahui, 2017 lalu, BSG pernah membukukan laba yang nyaris menyentuh angka Rp400 miliar. Angka itu menjadi pencapaian tertinggi sepanjang sejarah BSG. Kemudian mengalami penurunan. Hingga 2020, laba BSG berada di angka lebih dari Rp181 miliar. Sehingga, komisaris dan direksi yang baru, diharapkan mampu mengembalikan capaian laba dan aset tersebut.

Hal ini ditekankan, Gubernur Sulut Olly Dondokambey (OD), melalui Wagub Steven Kandouw (SK). Ketika diwawancarai usai RUPS, kemarin, Kandouw bersyukur, setelah melalui proses yang panjang, seluruh keputusan yang dilahirkan dari RUPS kemarin disetujui oleh semua pihak terkait. “Puji Tuhan, Alhamdulillah RUPS tahunan dan RUPS LB berjalan dengan lancar meskipun ada dinamika yang terjadi. Tapi semua laporan pertanggungjawaban, laporan keuangan hingga penetapan pengurus yang baru, semuanya disetujui,” syukurnya.

Steven pun menekankan, 2024 mendatang, pemegang saham siap memenuhi ketentuan permodalan sebesar Rp3 triliun, sesuai dengan sarat yang diberikan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Sehingga sudah ditentukan pembagian-pembagian sahamnya. “Tahun ini ada ketambahan saham sebesar Rp35 miliar dari beberapa pemda. Semoga kedepannya akan terus meningkat,” harap wagub Steven.

Orang nomor dua di Sulut itu pun mengucapkan selamat pada seluruh pengurus baru. Lantas berterima kasih pada pengurus lama yang sudah menunjukan kinerja terbaik. “Kami optimis dengan latar belakang dan pengalaman masing-masing, bisa membawa BSG lebih maju lagi kedepannya,” kata Steven, optimis.

Pada kesempatan yang sama, Dirut baru BSG Revino Pepah, juga mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberi. Dia mengakui, selama ini BSG sudah membukukan kinerja yang baik. Di mana tahun 2020 total laba lebih dari Rp181 miliar. Meski tak memungkiri masih banyak persoalan yang harus diselesaikan.

Salah satunya, bagaimana menjadikan BSG menjadi intermediasi anatara Sulut dan Gorontalo, bisa memberikan kredit sesuai amanah, serta menyelesaikan masalah internal yang ada. Pepah memastikan akan siap meningkatkan kinerja khususnya untuk meningkatkan laba. “Kami akan melakukan banyak terobosan. Agar bagimana BSG lebih maju kedepannya,” katanya memastikan.

Di sisi lain, Dirut periode 2016-2020 Jefrry Dendeng menuturkan rasa bahagianya karena bisa menjadi bagian dari BSG. “Saya bahagia dan bangga sudah menjadi bagian dari BSG. Selama ini sudah banyak yang kita perbaiki. Tapi banyak juga yang harus dibenahi. Pengurus baru harus melanjutkan apa yang sudah ada,” katanya. “Sudah saatnya saya istirahat. Lebih dari 35 tahun bekerja di perbankan. Waktunya harus menikmati hidup. Intinya saya bahagia, bersyukur bisa menjadi bagian dari BSG,” tukasnya.

Sementara itu, mengenai permodalan Rp3 trilun. Ekonom Sulut Dr Joy Tulung menjelaskan, modal Inti Rp3 Triliun di tahun 2022 memang sudah diwajibkan oleh OJK. Hal itu diatur dalam POJK Nomor 12/POJK.03/2020 tentang Konsolidasi Bank Umum. Aturan tersebut berlaku sejak diundangkan, yakni pada 17 Maret 2020.

Namun, khusus untuk BPD ada kelonggaran lebih lama 2 tahun, yakni hingga 31 Desember 2024. Ketentuan peningkatan Modal Inti Minimum (MIM) ini dirilis agar lebih relevan untuk peningkatan skala dan daya saing perbankan. “Dewan Direksi dengan diawasi oleh Dewan Komisaris harus benar-benar merencanakan dari awal agar dapat memenuhi modal tersebut. BSG kedepan harus mampu mencari investor tentunya dengan tujuan agar bank tidak kesulitan mencari modal tambahan,” katanya.

Memang ada beberapa cara yaitu Pertama, penambahan modal dari pemegang saham, Kedua melakukan penawaran umum saham terbatas atau initial public offering (IPO) dan ketiga melakukan merger dengan bank lain. Semuanya bisa dilakukan namun tidak semudah membalikkan telapak tangan. “Oleh karena itu BSG dituntut harus kompetitif berinovasi untuk menciptakan berbagai layanan konsumen secara digital yang bisa diakses melalui smartphone, jika tidak inovatif maka tentunya akan ditinggalkan nasabah,” kuncinya.(cw-01/ayu/gnr)

Dewan Komisaris dan Direksi BSG 2021-2025:

Dewan Komisaris

Komisaris Utama: Edwin Silangen
Komisaris Independen: Marhani Pua
Komisaris: Max Kembuan
Komisaris: Buchari Mokoagouw
Komisaris: Fedrianto Konio

Jajaran Direksi

Direktur Utama: Revino Pepah
Direktur Pemasaran: Machmud Turuis
Direktur Umum: Joubert Dondokambey Direktur Operasinal:Louisa Parengkuan Direktur Kepatuhan: Pius Batara

Sumber: Hasil RUPS LB BSG, Diolah Manado Post, Kamis (18/3).

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Artikel Terbaru