alexametrics
24.4 C
Manado
Selasa, 24 Mei 2022

Banner Mobile (Anymind)

Liliyana Natsir, Pebulutangkis Kebanggan Sulut, Kini Terjun Jadi Host Talk Show

MANADOPOST.ID— Selain bisnis, Liliyana Natsir saat ini punya kesibukan baru pasca memutuskan pensiun pada Januari 2019.

Salah satu legenda terbesar ganda campuran dunia kebanggan masyarakat Sulawesi Utara (Sulut) ini, kini menjajal kemampuannya di depan kamera sebagai host talk show bertajuk #TektokanAlaButet yang tayang di akun YouTube PB Djarum.

Ternyata Butet—sapaan akrabnya, sangat oke dalam program itu. Dia tajam, pintar, dan lucu. Liliyana mampu mengkombinasikan antara pernyataan dan testimoni pribadinya dengan kadar yang sangat pas. Jadi, selain menggali informasi dari narasumber, dia juga berbagi tentang kisah, pengalaman, dan pandangannya sebagai mantan atlet kelas dunia.

Liliyana juga banyak mengulik kehidupan pribadi narasumbernya yang tidak banyak terungkap di media. Tercetusnya program #TektokanAlaButet bermula dari ide Liliyana yang ingin memberikan semangat kepada para atlet bulu tangkis di tengah kondisi pandemi.

Dia juga ingin menantang diri untuk keluar zona nyaman. Melihat tren podcast maupun talkshow yang kini sedang naik daun, dia lantas berinisiatif untuk membuat konten bersama YouTube PB Djarum.

“Waktu itu sempat kepikiran bikin sesuatu yang fresh dan bisa jadi kesibukan yang positif. Akhirnya ngobrol sama tim media sosial PB Djarum. Gayung bersambut, tercetuslah #TektokanAlaButet. Melalui program ini, saya ingin memberi kontribusi di dunia bulu tangkis, meskipun saya suda tidak aktif lagi sebagai pemain,” jelas Liliyana, seperti dilansir JawaPos.com.

#TektokanAlaButet mengangkat pembahasan mengenai untold stories yang dikemas secara fun. Ada pula segmen bernama Dropshot. Yakni ketika Liliyana melempar pertanyaan yang harus dijawab secara cepat oleh bintang tamu. Ada lagi, segmen Pertanyaan Sobat. Di sana, Liliyana membacakan sejumlah pertanyaan pilihan dari warganet yang berpartisipasi di media sosial PB Djarum.

Peraih medali emas Olimpiade Rio de Janeiro 2016 ini mengakui sempat kesulitan menjadi pembawa acara. Bagi Butet, menjadi host dalam program talk show menjadi tantangan tersendiri.

Ketegangan saat pertama kali syuting, kata dia sama halnya seperti berlaga di turnamen internasional. Namun karena ingin menyuguhkan konten yang menghibur serta edukatif bagi penonton, Liliyana menjalani proses persiapan yang cukup matang.

“Ternyata tampil di depan kamera sebagai host sangat berbeda. Saya sudah biasa diwawancara tapi sekarang justru saya yang mewawancarai,” kata Liliyana.

“Tantangannya banyak ya, mulai dari harus menguasai materi yang dibahas maupun background narasumber, mengolah kata-kata yang tepat, lalu persiapan mental dan penampilan karena biar bagaimanapun sebagai host kan harus good looking. Yang tak kalah penting juga walaupun bintang tamunya adalah orang yang cukup saya kenal baik, tetapi saya tetap harus menyiapkan bahan pertanyaan yang menarik serta harus observasi,” tambah Liliyana.

Pada episode pertama, bintang tamunya adalah mantan partnernya ketika meraih emas Olimpiade Rio 2016, Tontowi Ahmad. Episode ini menarik karena Tontowi banyak bercerita tentang pasang surutnya mereka sebagai ganda campuran elite dunia. Bahkan, Tontowi secara terbuka juga mengungkapkan satu atau dua hal yang membuatnya kesal kepada Butet terutama saat di lapangan.

Selain Tontowi, mantan partner Liliyana di sektor ganda putri era 2006-2010 yaitu Vita Marissa menjadi bintang tamu episode 2.

Perbincangan keduanya terasa begitu hangat dan menarik, bahkan sampai menghabiskan durasi satu jam lebih. Vita membagikan kisah karier bulu tangkis sejak menjadi atlet hingga kini sebagai pelatih ganda campuran klub PB Djarum.

Selain itu kisah lucu tak terlupakan, sampai kedekatan antara Butet dan Vita yang sudah dianggap sebagai kakaknya sendiri yang kerap memberi motivasi.

Pada episode ketiga, Liliyana mengundang ganda campuran nomor satu Indonesia saat ini, Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti. Kehadiran Praveen dan Melati dalam program ini, merupakan jawaban Liliyana atas derasnya permintaan penggemar supaya mengundang keduanya sebagai bintang tamu.

“Saya berharap #TektokanAlaButet dapat menjadi tontonan yang menghibur dan dapat menularkan energi positif. Karena bintang tamu yang dihadirkan juga adalah mereka-mereka yang memiliki segudang prestasi dan telah banyak mengharumkan nama bangsa di kancah dunia,” kata Liliyana.

“Begitu pula dengan guest star di episode berikutnya yang sudah banyak di request di kolom komentar. Saya berterima kasih atas apresiasi dan dukungan pemirsa yang merespon positif #TektokanAlaButet,” tambah Liliyana.(jpc)

MANADOPOST.ID— Selain bisnis, Liliyana Natsir saat ini punya kesibukan baru pasca memutuskan pensiun pada Januari 2019.

Salah satu legenda terbesar ganda campuran dunia kebanggan masyarakat Sulawesi Utara (Sulut) ini, kini menjajal kemampuannya di depan kamera sebagai host talk show bertajuk #TektokanAlaButet yang tayang di akun YouTube PB Djarum.

Ternyata Butet—sapaan akrabnya, sangat oke dalam program itu. Dia tajam, pintar, dan lucu. Liliyana mampu mengkombinasikan antara pernyataan dan testimoni pribadinya dengan kadar yang sangat pas. Jadi, selain menggali informasi dari narasumber, dia juga berbagi tentang kisah, pengalaman, dan pandangannya sebagai mantan atlet kelas dunia.

Liliyana juga banyak mengulik kehidupan pribadi narasumbernya yang tidak banyak terungkap di media. Tercetusnya program #TektokanAlaButet bermula dari ide Liliyana yang ingin memberikan semangat kepada para atlet bulu tangkis di tengah kondisi pandemi.

Dia juga ingin menantang diri untuk keluar zona nyaman. Melihat tren podcast maupun talkshow yang kini sedang naik daun, dia lantas berinisiatif untuk membuat konten bersama YouTube PB Djarum.

“Waktu itu sempat kepikiran bikin sesuatu yang fresh dan bisa jadi kesibukan yang positif. Akhirnya ngobrol sama tim media sosial PB Djarum. Gayung bersambut, tercetuslah #TektokanAlaButet. Melalui program ini, saya ingin memberi kontribusi di dunia bulu tangkis, meskipun saya suda tidak aktif lagi sebagai pemain,” jelas Liliyana, seperti dilansir JawaPos.com.

#TektokanAlaButet mengangkat pembahasan mengenai untold stories yang dikemas secara fun. Ada pula segmen bernama Dropshot. Yakni ketika Liliyana melempar pertanyaan yang harus dijawab secara cepat oleh bintang tamu. Ada lagi, segmen Pertanyaan Sobat. Di sana, Liliyana membacakan sejumlah pertanyaan pilihan dari warganet yang berpartisipasi di media sosial PB Djarum.

Peraih medali emas Olimpiade Rio de Janeiro 2016 ini mengakui sempat kesulitan menjadi pembawa acara. Bagi Butet, menjadi host dalam program talk show menjadi tantangan tersendiri.

Ketegangan saat pertama kali syuting, kata dia sama halnya seperti berlaga di turnamen internasional. Namun karena ingin menyuguhkan konten yang menghibur serta edukatif bagi penonton, Liliyana menjalani proses persiapan yang cukup matang.

“Ternyata tampil di depan kamera sebagai host sangat berbeda. Saya sudah biasa diwawancara tapi sekarang justru saya yang mewawancarai,” kata Liliyana.

“Tantangannya banyak ya, mulai dari harus menguasai materi yang dibahas maupun background narasumber, mengolah kata-kata yang tepat, lalu persiapan mental dan penampilan karena biar bagaimanapun sebagai host kan harus good looking. Yang tak kalah penting juga walaupun bintang tamunya adalah orang yang cukup saya kenal baik, tetapi saya tetap harus menyiapkan bahan pertanyaan yang menarik serta harus observasi,” tambah Liliyana.

Pada episode pertama, bintang tamunya adalah mantan partnernya ketika meraih emas Olimpiade Rio 2016, Tontowi Ahmad. Episode ini menarik karena Tontowi banyak bercerita tentang pasang surutnya mereka sebagai ganda campuran elite dunia. Bahkan, Tontowi secara terbuka juga mengungkapkan satu atau dua hal yang membuatnya kesal kepada Butet terutama saat di lapangan.

Selain Tontowi, mantan partner Liliyana di sektor ganda putri era 2006-2010 yaitu Vita Marissa menjadi bintang tamu episode 2.

Perbincangan keduanya terasa begitu hangat dan menarik, bahkan sampai menghabiskan durasi satu jam lebih. Vita membagikan kisah karier bulu tangkis sejak menjadi atlet hingga kini sebagai pelatih ganda campuran klub PB Djarum.

Selain itu kisah lucu tak terlupakan, sampai kedekatan antara Butet dan Vita yang sudah dianggap sebagai kakaknya sendiri yang kerap memberi motivasi.

Pada episode ketiga, Liliyana mengundang ganda campuran nomor satu Indonesia saat ini, Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti. Kehadiran Praveen dan Melati dalam program ini, merupakan jawaban Liliyana atas derasnya permintaan penggemar supaya mengundang keduanya sebagai bintang tamu.

“Saya berharap #TektokanAlaButet dapat menjadi tontonan yang menghibur dan dapat menularkan energi positif. Karena bintang tamu yang dihadirkan juga adalah mereka-mereka yang memiliki segudang prestasi dan telah banyak mengharumkan nama bangsa di kancah dunia,” kata Liliyana.

“Begitu pula dengan guest star di episode berikutnya yang sudah banyak di request di kolom komentar. Saya berterima kasih atas apresiasi dan dukungan pemirsa yang merespon positif #TektokanAlaButet,” tambah Liliyana.(jpc)

Most Read

Artikel Terbaru

/