31.4 C
Manado
Rabu, 4 Agustus 2021
spot_img

Pilkada 2024: Bolmong-Kotamobagu Kans ‘Muka Baru’, Ini Figurnya

MANADOPOST.ID—Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tahun 2024 mulai hangat dibicarakan. Apalagi, partai besar sudah ambil ‘kuda-kuda’ menghadapi pesta demokrasi tersebut. Khusus di wilayah Bolmong Raya, yang cukup sengit bakal tersaji di Kabupaten Bolaang Mongondow induk dan Kota Kotamobagu. Kabar terdengar, sang incumbent di Bolmong, Yasti Soepredjo Mokoagow akan mencoba peruntungannya di Pilwako Kotamobagu. Di mana, incumbent saat ini, Tatong Bara sudah tidak bisa mencalonkan diri karena telah dua periode.

Namun, sejumlah nama beken mulai bermunculan di dua daerah tetangga ini. Kebanyakan figur muda potensial. Sebut saja Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Sulut Raski Mokodompit yang telah tiga periode duduk sebagai wakil rakyat di Gedung Cengkih. Sekretaris Golkar Sulut ini diketahui punya basis massa di kedua daerah. Maka layaklah dia diproyeksi kans diusung di Bolmong atau di Kotamobagu. Kemudian dari kubu PDI Perjuangan, politikus muda berbakat, Rocky Wowor pun dijagokan. Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sulut ini, sudah dua periode di DPRD Sulut. Segudang pengalaman telah dia lalui. Di antaranya, sempat masuk bursa calon ketua DPRD Sulut.

Kemudian ada Yanny Tuuk, Welty Komaling, Meidy Makalalag, serta Nayodo Kurniawan sebagai kader PDI Perjuanga. Yang punya peluang diusung. Di Golkar, baru nama Raski dan Herdy Korompot yang mulai dibicarakan.

Terkait hal ini, Raski Mokodompit saat diminta keterangan mengatakan jika Golkar memang sudah sementara konsolidasi untuk pemilu 2024, termasuk didalamnya pilkada. “Konsolidasi tentu terus dilakukan karena target kami 2024 menang,” singkatnya.

Mengenai sejumlah wajah baru yang kemungkinan bersaing di pilkada 2024, khususnya di Bolmong dan Kotamobagu, menurut pengamat politik itu tak bisa dielakkan. Dr Jhony Lengkong bahkan memprediksi, peluang kemenangan ada di wajah baru.
“Misalnya di Kotamobagu, walaupun Nasdem yang saat ini memimpin namun saya rasa PDI Perjuangan atau Partai Golkar akan memberikan perlawanan ketat. Banyak alasan kenapa dua partai ini membidik Kotamobagu,” imbuhnya.

Peluang muka baru di Kotamobagu menurut Lengkong, akan bersaing secara ketat. “Muka baru saya rasa pasti akan muncul. Namun pasti akan bersaing ketat. Ini sangat menarik untuk diikuti. Apakah muka baru bisa menang, atau kader partai dengan jabatan politik akan melenggang, ini seru untuk diikuti,” jelasnya.

Pakar politik Dr Burhan Niode menilai persaingan ketat bakal terjadi di Kota Kotamobagu dan Bolaang Mongondow. “Pertama Kota Kotamobagu, tidak ada petahana dari wali kota. Kedua Bolaang Mongondow yang akan menghabiskan masa periode pada tahun depan. Otomatis di Bolmong, pejabat Pemprov akan menduduki kursi bupati selama 2 tahun. Yasti bisa saja kehilangan pamor jika terlalu lama terbenam tanpa jabatan politik. Kuncinya Yasti harus merapat ke PDI Perjuangan. Jika tidak pasti akan kesulitan,” jelasnya.

Peluang muka baru di Kota Kotamobagu menurut Niode sangat besar. Pasalnya Tatong Bara, sebagai Wali Kota Kotamobagu sudah tidak bisa mencalonkan diri. “Yang menarik diikuti apakah ada penantang. Dan apakah akan ada konflik internal yang bisa terjadi di partai politik di Kotamobagu,” tukasnya, sembari menambahkan, wilayah Bolmong maupun Kotamobagu jadi tantangan tersendiri PDI Perjuangan. “Berkaca pada pengalaman pilgub, dua daerah ini Partai Golkar sangat kuat,” kuncinya.(ewa/gel)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Artikel Terbaru