25.4 C
Manado
Sabtu, 31 Juli 2021

Pilkada Minahasa 2024, Ini Figur Kuat Kans Nyalon

MANADOPOST.ID—Suksesi Pilkada serentak 2024 perlahan dimulai. Cukup panas nanti di Kabupaten Minahasa. Meski incumbent Royke Roring dan Robby Dondokambey masih di atas angin, namun bukan berarti nama baru tidak punya peluang. Sejumlah figur top Minahasa diprediksi bakal dilirik partai politik untuk tarung di Pilkada Minahasa nanti. Penantang incumbent (lihat grafis, red), harus mulai merebut hati masyarakat Minahasa sejak sekarang.

Selain itu, yang tak kalah seru dinantikan adalah kelanjutan rivalitas PDI Perjuangan dan Partai Golkar. Apakah partai berlambang banteng moncong putih akan kembali lawan beringin-nya Golkar, atau malah kedua partai besar ini akan berkoalisi.
Pengamat politik Sulut Dr Alfons Kimbal menilai rival dan koalisi dalam politik sangat wajar. “Untuk mengejar kepentingan politik, kawan bisa jadi lawan, dan lawan bisa jadi kawan,” kata Kimbal. Dia melanjutkan, figur yang mempunyai elektabilitas sangat menentukan dalam menaikkan elektoral suara nantinya.

“Figur sangat menentukan. Meski kekuatan partai sangat berpengaruh dalam Pilkada 2024 nanti, apalagi di Minahasa. PDI Perjuangan jangan lengah, karena semua peluang tetap ada,” kata dia.

Diakuinya Pilkada Minahasa selalu panas. Maka dari itu kata dia, skenario-skenario yang akan ditampilkan harus diatur sedemikian rupa dari masing-masing kandidat serta partai pengusung.

Meski PDI Perjuangan sebagai incumbent kuat, namun menurut Kimbal semua bisa saja terjadi dalam Pilkada. Jika Golkar berkeinginan menang, figur yang dipilih harus mempunyai elektabilitas. “Semua punya kans dalam Pilkada. Namun sekali lagi, elektabilitas dari figur yang nantinya dipasang harus mamu menaikan elektoral suara pendukung nantinya,” tukasnya.

Dari pantauan Manado Post, manuver-manuver politik mulai terjadi di Minahasa. Seperti dari kubu Golkar, Ketua DPD II Adrie Kamasi mengencangkan sayap bertarung nanti. Begitu pula Jantje Wowiling Sajow yang telah memberi signal siap bertarung pada 2024 nanti. Namun ada juga figur muda, penerus Stefanus Vreeke Runtu (SVR). Careig Runtu dan Okstecy Runtu.

“Kalah dalam pilkada adalah kebanggaan karena pilihan rakyat, tapi kalah sebelum bertanding sangat tidak elegan. Harus bertarung, untuk membuktikan dukungan rakyat,” ujar JWS.(*)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Artikel Terbaru