alexametrics
29.4 C
Manado
Jumat, 20 Mei 2022

Banner Mobile (Anymind)

Zona Orange Bisa Salat Id di Masjid

MANADOPOST.ID— Selasa esok (20/7), umat Muslim termasuk di Sulawesi Utara (Sulut), merayakan Idul Adha 1442 H. Masih menghadapi pandemi, untuk Salat Id, umat diminta mengikuti ketentuan zonasi wilayah atau daerah penularan yang telah ditentukan satuan tugas COVID-19 daerah setempat.

“Untuk daerah yang zonanya warna hijau dan kuning hanya dapat diikuti dengan kapasitas 50% saja dari kapasitas masjid dan musholla. Untuk wilayah orange hanya bisa diikuti 25% jamaah. Serta zona merah, salat dilaksanakan di rumah masing-masing bersama keluarga inti,” beber Ketua MUI Sulut KH Abdul Wahab Abdul Gafur.

Hal tersebut disepakati dalam diskusi dan musyawarah Kepala Kanwil Kemenag Sulut H Anwar Abubakar bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Pimpinan Organisasi Masyarakat Islam di Sulut, Sabtu (17/7). Umat Islam juga diimbau untuk melaksanakan takbiran di malam Idul Adha hanya di masjid dan musholla saja.

“Pelaksanaan Takbir hanya bisa di masjid dan musholla, tanpa takbir keliling. Dengan durasi waktu hanya satu jam saja, yang diikuti terbatas hanya satu hingga sepuluh orang jamaah, hingga pukul 22.00 Wita,” tambah Kakanwil Kemenag Sulut H Anwar Abubakar.

Seluruh pengurus masjid yang mendapat tugas sebagai imam dan katib pada pelaksanaan Salat Id, juga diminta memperhatikan durasi waktu dan ayat-ayat yang dibacakan dalam salat.

“Tolong imamnya, membawakan surat-surat pendek saja dan katib menyampaikan materi khutbahnya, paling lama hanya 15 menit,” bunyi kesepakatan para tokoh agama ini.

Terkait pemotongan hewan kurban, panitia diminta melaksanakannya melalui Rumah Pemotongan Hewan (RPH), dan jika tidak memungkinkan, dilaksanakan di tempat tertentu dengan memperhatikan kapasitas tempat serta menerapkan protokol kesehatan ketat.

“Pendistribusian atau penyaluran daging hewan qurban untuk para mustahik, diminta untuk diantar langsung kepada penerima yang berhak, oleh panitia dan tidak dibagikan di tempat pemotongan, untuk menghindari kerumunan,” tutup para tokoh yang menandatangani seruan bersama itu.(tan)

MANADOPOST.ID— Selasa esok (20/7), umat Muslim termasuk di Sulawesi Utara (Sulut), merayakan Idul Adha 1442 H. Masih menghadapi pandemi, untuk Salat Id, umat diminta mengikuti ketentuan zonasi wilayah atau daerah penularan yang telah ditentukan satuan tugas COVID-19 daerah setempat.

“Untuk daerah yang zonanya warna hijau dan kuning hanya dapat diikuti dengan kapasitas 50% saja dari kapasitas masjid dan musholla. Untuk wilayah orange hanya bisa diikuti 25% jamaah. Serta zona merah, salat dilaksanakan di rumah masing-masing bersama keluarga inti,” beber Ketua MUI Sulut KH Abdul Wahab Abdul Gafur.

Hal tersebut disepakati dalam diskusi dan musyawarah Kepala Kanwil Kemenag Sulut H Anwar Abubakar bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Pimpinan Organisasi Masyarakat Islam di Sulut, Sabtu (17/7). Umat Islam juga diimbau untuk melaksanakan takbiran di malam Idul Adha hanya di masjid dan musholla saja.

“Pelaksanaan Takbir hanya bisa di masjid dan musholla, tanpa takbir keliling. Dengan durasi waktu hanya satu jam saja, yang diikuti terbatas hanya satu hingga sepuluh orang jamaah, hingga pukul 22.00 Wita,” tambah Kakanwil Kemenag Sulut H Anwar Abubakar.

Seluruh pengurus masjid yang mendapat tugas sebagai imam dan katib pada pelaksanaan Salat Id, juga diminta memperhatikan durasi waktu dan ayat-ayat yang dibacakan dalam salat.

“Tolong imamnya, membawakan surat-surat pendek saja dan katib menyampaikan materi khutbahnya, paling lama hanya 15 menit,” bunyi kesepakatan para tokoh agama ini.

Terkait pemotongan hewan kurban, panitia diminta melaksanakannya melalui Rumah Pemotongan Hewan (RPH), dan jika tidak memungkinkan, dilaksanakan di tempat tertentu dengan memperhatikan kapasitas tempat serta menerapkan protokol kesehatan ketat.

“Pendistribusian atau penyaluran daging hewan qurban untuk para mustahik, diminta untuk diantar langsung kepada penerima yang berhak, oleh panitia dan tidak dibagikan di tempat pemotongan, untuk menghindari kerumunan,” tutup para tokoh yang menandatangani seruan bersama itu.(tan)

Most Read

Artikel Terbaru

/