OPM Bantah Serang dan Bunuh Gabriella Maelani, Minta Komnas HAM PBB Investigasi

Clavel Lukas • Dipublikasikan Minggu, 19 September 2021 | 09:44 WIB
Juru Bicara TPNPB-OPM Sebby Sembom. (Pojoksatu)
Juru Bicara TPNPB-OPM Sebby Sembom. (Pojoksatu)
MANADOPOST.ID--Kelompok kriminal bersenjata (KKB) Papua membantah telah menyerang dan membunuh tenaga kesehatan Gabriella Maelani. Itu disampaikan Jurubicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat Organisasi Papua Merdeka (TPNPB OPM), Sebby Sambom, Sabtu (18/9/2021). “Itu mungkin kecelakaan,” kata Sebby Sambom dikutip PojokSatu.id dari akun TheTpnpb OpmNews. Sebaliknya, mereka malah meminta Komisi HAM PBB agar turun tangan ikut menyelidiki kronologis peristiwa itu. Baca Juga: Terungkap, Ini Alasan KKB Serang Fasilitas Kesehatan dan Sekolah di Papua “Oleh karena itu, tim independen yaitu Komisi HAM PBB harus ke West Papua untuk investigasi, karena tim investigasi Indonesia diragukan,” sambungnya. Selain itu, mereka juga meminta pemerintah Indonesia tidak membatasi tim Komisi HAM PBB datang ke Papua untuk melakukan investigasi. Akan tetapi, TPNPB OPM menyatakan bertanggung jawab atas penyerangan nakes dan guru serta fasilitas publik di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua pada 13-14 September 2021. TPNPB mengklaim aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk perlawanan kepada pemerintah Indonesia. Ia mengklaim bahwa para nakes tersebut diserang karena telah menjadi agen TNI-Polri “Semua fasilitas itu biasa dipakai boleh militer, dan dua orang (nakes) yang kerja di wilayah itu pun agen TNI-Polri,” klaim Sebby Sambom.(Pojoksatu) Editor : Clavel Lukas
KKB Gabriella Maelani Tenaga Kesehatan OPM