31 C
Manado
Kamis, 3 Desember 2020

Waspada Hujan Lebat Sepekan, BMKG: Dampak La Nina tak Seragam

MANADOPOST.ID—Kombinasi fenomena suhu lautan La Nina intensitas sedang (moderate) di samudera Pasifik dan rambatan gelombang Madden Julian Osciliation (MJO) di langit Indonesia, diperkirakan berkontribusi pada cuaca ekstrim beberapa hari kedepan.

Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto mengungkapkan, La Nina yang terjadi pada periode awal musim hujan ini berpotensi meningkatkan jumlah curah hujan di sebagian besar wilayah. “Dampak La Nina terhadap curah hujan di Indonesia tidak seragam, baik secara spasial maupun temporal, bergantung pada musim/bulan, wilayah, dan kekuatan La Nina sendiri,” kata Guswanto kemarin (18/10).

BMKG memperkirakan akan terjadi peningkatan curah hujan dengan intensitas lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang di wilayah Indonesia mulai hari ini, Minggu (18/10), hingga sepekan ke depan. Penyebabnya, aktivitas La Nina dari timur dan Madden Julian Oscillation dari barat secara bersamaan.

Dampak La Nina diketahui mulai dirasakan Sebagian besar wilayah di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut). Dari pantauan Manado Post, cuaca ekstrim yang melanda Kota Manado, Sabtu (17/10) malam hingga Minggu (18/10) siang, menyebabkan bencana alam tanah longsor dan pohon tumbang akibat angin kencang.

Ketua Tagana Manado Brandon Mawitjere mengatakan, tanah longsor terjadi di Kelurahan Bailang, Singkil Dua lingkungan IV dan III, Ternate Baru, Dendengan Luar dan Makeret Timur. Sedangkan pohon tumbang terjadi Kelurahan Tuminting, Bumi Beringin dan Sumompo. “Beruntung dalam kejadian tersebut tidak ada korban jiwa, hanya kerugian materi yaitu rumah tertimbun longsor, rumah dan kendaraan roda empat tertimpah pohon,” sebutnya.

Sementara untuk banjir katanya, dari laporan Tagana hanya genangan air karena drainase tersumbat di Kelurahan Tuminting Lingkungan VI dan Kelurahan Tikala Kumaraka, kompleks pompa bensin. Berikut laporan wilayah terdampak bencana di Manado. Tanah Longsor Kelurahan Bailang, Lingkungan V (sagoo).

Keluarga Van Gobel-Mokodongan (7 jiwa). Kelurahan Singkil Dua, Lingkungan IV Keluarga Kalase-Ansar. Kelurahan Singkil Dua, Lingkungan III Keluarga Pusut-Sombonaung. Kelelurahan Ternate Baru, Lingkungan IV (tidak ada kerusakan rumah), Kelurahan Dendengan Luar, Lingkungan II Keluarga Bohang-Sumueng. Kelurahan Makeret Timur, Lingkungan IV. Rumah 4 KK, rumah berpotensi jatuh.

Lalu ada lokasi pohon tumbang. Pertama Kelurahan Tuminting, Lingkungan II, korban Keluarga Rustam Pidu dan Manto Mansur (5 jiwa), Depan Kantor Lurah Bumi Beringin, Kelurahan Kombos dekat pesanteren (mengenai 1 mobil), Keurahan Sumompo, Lingkungan III jalan arah naik TPA (tidak mengenai rumah), Kelurahan Tuminting, Lingkungan V (tidak mengenai rumah). Hingga di Jalan Tololiu Supit (tidak mengenai rumah warga).

Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), juga kena dampak La Nina. Pantauan Manado Post, akibat hujan lebat, salah satu sekolah, yakni SDN 1 Sangkup alami kerusakan parah karena terkena terjangan pohon. Kabid Penanganan Darurat Bolmut BPBD Nurmala Goma menjelaskan, akibat La Nina, curah hujan di Bolmut memang terus meningkat, yang disertai angin kencang, hingga mengakibatkan gelombang tinggi. “Kita harus waspada, karena hujan disertai angin masih akan terus terjadi,” pesan Nurmala, mengingatkan.

BPBD Kota Tomohon juga melaporkan, telah menyiagakan Posko Siaga Bencana dan Kesiapsiagaan 1×24 jam. “Satu posko itu bisa sampai 10-12 orang stand by, plus di-support alat berat satu unit dan mesin senso apabila terjadi pohon tumbang,” ungkap Kaban BPBD Tomohon Robby Kalangi, ketika diwawancarai via WhatsApp, Minggu (18/10).

Dari pantauan pihaknya, selang dua hari terakhir ada sejumlah titik mengalami imbas, pasca serangan angin kencang dan hujan deras. “Sampai dengan hari ini (kemarin), ada dua lokasi yang terjadi pohon tumbang. Masing-masing di Kelurahan Lahendong, Kecamatan Tomohon Selatan. Dan Kelurahan Matani Satu,  Kecamatan Tomohon Tengah. Tapi penanganan teman-teman di lapangan sigap, tak sampai hitungan jam lokasi sudah bisa dibersihkan. Tidak ada korban jiwa atau materil,” tukasnya.

Dengan memperhatikan kondisi saat ini, dirinya mengimbau kepada seluruh masyarakat Kota Sejuk untuk mewaspadai cuaca ekstrim. “Jangan dulu beraktivitas di kebun, yang berpotensi longsor atau ada pohon yang dikhawatirkan bisa tumbang. Khusus untuk banjir, sampai saat ini belum ada tanda-tanda. Selain itu, jangan lupa untuk menjaga kebersihan lingkungan dan saluran air. Kondisi seperti ini diperkirakan bisa terjadi sampai dengan awal Februari,” pungkas Kalangi.

Ke Kota Bitung. Hujan deras dengan intensitas kurang dari satu jam. Membuat dua rumah warga tertimpa pohon. Kepala BPBD Rudy Wongkar mengatakan, pihaknya akan memberikan bantuan yang diperlukan Senin hari ini, sembari melihat apa yang diperlukan warga. “Namun tim dari BPBD sudah turun ke lokasi yakni di Kelurahan Kakenturan dan Manembo-nembo membantu mengevakuasi warga dari rumah serta membantu memotong dan membersihkan batang pohon yang menimpa dua rumah warga,” pungkas Wongkar.

Terpisah, Kepala Bidang Penangananan Darurat Bencana BPBD Bolmong Rafik Alamri menegaskan, pihaknya siap melakukan langkah-langkah untuk meminimalisir dampak bencana. “Personel TRC-PB akan standby 1×24 jam untuk monitoring wilayah,” ujarnya. “Kita akan berikan imbaun melalui pemerintah desa,” sebutnya.

Di sisi lain, personel Tim Respon Cepat (TRC) BPBD Bolaang Mongondow, bersama dengan masyarakat dan TNI membersihkan batang pohon tumbang di ruas jalan Lolak. Hal itu sebagaimana dikatakan oleh Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Bolmong Rafik Alamri. “Tepatnya pohon tumbang tersebut di depan Masjid Lolak,” ujarnya. Lanjut dia, setelah mengetahui tumbangnya pohon tersebut, personel TRC segera bergegas ke lokasi dan melakukan pembersihan. “Iya, personel langsung ke lapangan melakukan pembersihan pohon tumbang,” pungkasnya.

Beralih ke Kabupaten Minahasa Selatan. Menurut Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Minsel Rudy Tumiwa, dengan intensitas hujan yang tinggi dan angin kencang pada empat hari lalu, telah terjadi longsor di empat lokasi pemukiman Desa Pinapalangkow. Kemudian kemarin terdapat pohon tumbang di ruas jalan nasional Worotican-Poopo atau di sekitar pertigaan masuk Desa Kumelembuai.

“Di ruas jalan nasional Kawangkoan-Worotican di dua titik ada juga pohon tumbang dan dua titik longsor antara Tumpaan-Pinamorongan-Wuwuk-Rumoong Atas. Tapi semua sudah diatasi kemarin malam berkat koordinasi antara BPBD Minsel, BPJN wilayah 15 Satker Wilayah 1, Camat Amurang, Camat Tareran, Koramil Amurang dan masyarakat setempat. Untuk di Pinapalangkow sudah bekerja sama membantu penduduk yang terkena dampak yaitu Polres Minsel, BPBD Minsel dan masyarakat Pinapalangkow,” tuturnya.

“Yang ada di bantaran sungai kita harap agar bisa melakukan evakuasi dahulu sampai cuaca lebih baik. Kemudian masyarakat yang tinggal di tebing, juga lebih baik untuk pindah dahulu, karena banyak saat ini kejadian tanah longsor. Surat-surat berharga juga kita mintakan untuk disimpan ke tempat yang lebih aman. Tim BPBD juga saat ini sementara dilokalisasi yang rawan bencana,” imbuhnya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Minahasa Tenggara Welly Mononimbar, juga mengingatkan warganya. “Bagi warga yang tinggal di daerah sekitar aliran sungai agar mewaspadai terjadinya banjir, dan tinggal di sekitar kawasan lereng agar waspadai longsor,” ujarnya. Kepada warga di sekitar pesisir pantai agar mewaspadai angin keras dan gelombang tinggi yang bisa. “Termasuk juga para nelayan, jangan memaksakan diri untuk melaut jika kondisi cuaca tidak bersahabat,” tandasnya.

La Nina juga terasa di Kabupaten Kepulauan Sangihe. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Sangihe Rivo Pudihang, mengakui wilayahnya saat ini sedang mengalami cuaca ekstrim, khususnya gelombang laut serta hujan.

Sehingga masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan. “Laut di perairan Sangihe saat ini lagi kencang, jadi masyarakat diminta untuk memperhatikan keadaan cuaca atau bisa menunda dulu aktivitas di laut sampai cuaca kembali tenang,” tuturnya kepada Manado Post.

Dia juga meminta kewaspadaan masyarakat yang bermukim di pesisir pantai. Terhadap bencana banjir ROB. Yang beberapa waktu lalu pernah terjadi. Yang melakukan perjalanan darat agar menghindari wilayah yang bisa menyebabkan longsor dan pohon tumbang. “Demikian juga masyarakat yang bermukim di sekitar bantaran sungai dan lereng bukit supaya tetap waspada terhadap longsor dan dan ancaman banjir yang bisa terjadi setiap waktu,” pungkasnya.

Beralih ke Kabupaten Bolmong Selatan (Bolsel). Hingga kemarin juga masih diguyur hujan lebat. Kaban BPBD Bolsel Daanang Mokodompit, melalui Kabid Kedaruratan dan Logistik Syarifudin Suterto menyebutkan, cuaca ekstrim akan berlangsung kurang lebih seminggu ke depan. “Berdasarkan hal itu, maka disampaikan kepada seluruh elemen masyarakat yang ada di Bolsel untuk meningkatkan kewaspadaannya,” jelas Suterto, kepada wartawan Manado Post.

Masyarakat tetap berhati-hati terhadap dampak cuaca ekstrim tersebut. “Seperti banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, pohon tumbang dan jalanan licin,” terangnya. “Untuk masyarakat yang bermukim di pesisir pantai dan berprofesi nelayan untuk lebih jelih melihat keadaan cuaca ekstrim seperti angin kencang dan gelombang pasang,” sambungnya. Masyarakat yang tinggal di lereng bukit dan bantaran sungai, katanya sambil menunggu pencabutan peringatan dini cuaca ekstrim dan hujan lebat, agar mencari tempat aman. “Agar terhindar dari dampak yang ditimbulkan dari cuaca ekstrim ini,” iimbaunya.

Dia menambahkan, untuk pengguna jalan trans antara Dumoga-Molibagu, Gorontalo-Molibagu, dan Matali baru (Tonsile)-Pinolosian Tengah, agar meningkatkan kehati-hatian ketika hujan lebat dan angin kencang. “Hal ini dimaksud untuk menghindar Pohon tumbang,” imbaunya lagi. Dia berharap, semoga daerah ini dijauhkan dari marabahaya. “Mudah-mudahan daerah ini dilindungi oleh Tuhan yang Maha Esa,” tukasnya.

Ancaman La Nina juga patut diwaspadai warga Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro). Sejumlah bencana pernah terjadi, termasuk bencana sekunder Gunung Karangetang atau biasa disebut dengan luncuran lahar hujan. Terkait fenomena La Nina yang terjadi dan diprediksi akan mengakibatkan anomali cuaca berupa peningkatan curah hujan, Koordinator Pos Pengamatan Gunung Api Karangetang (PGA) Yudia Tatipang menyampaikan, itu harus diwaspadai. “Sebab pada umumnya bencana tersebut terjadi akibat dipicu oleh intensitas curah hujan yang tinggi,” katanya.

Dengan tingkat curah hujan yang tinggi serta berlangsung terus menerus, maka hal tersebut akan berpotensi mengakibatkan bencana luncuran lahar hujan dari Gunung Karangetang. Untuk itu harus mewaspadainya. Belum lama katanya ada indikasi terjadi luncuran lahar dingin sebagaimana terekam melalui alat seismograf. Hanya saja waktu itu secara visual tidak terlihat, karena kondisi gunung tertutup asap tebal. Apalagi dalam kondisi sekarang yang rutin turun hujan. Untuk itu masyarakat harus tetap waspda. “Terlebih lagi bagi mereka yang tinggal di bantaran sungai yang berhubungan langsung dengan kawah gunung. Oleh sebab itu, Pos PGA tetap dalam laporan terus mengimbau masyarakat yang tinggal di bantaran sungai yang berhulu dari puncak Gunung Karangetang agar terus meningkatkan kesiapsiagaan dari potensi lahar hujan,” ujarnya.

Bagaimana reaksi pemerintah? Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sitaro Bob Ch Wuaten menyebutkan, koordinasi di lapangan rutin dilaksanakan. “Ada pemberitahuan dari BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Maritim Bitung yaitu Peringatan Dini Gelombang Tinggi, Nomor: ME,01.02/2852/KBTG/X/2020, Tinggi Gelombang 1,25 – 2,5 Moderate (M) dan berpeluang terjadi di beberapa peraiaran khususnya di perairan Kabupaten Kepulauan Sitaro. Untuk itu dihimbau kepada masyarakat yang juga nelayan, agar jangan melaut karena dalam kondisi cuaca seperti ini,” pesannya. Terpantau sudah dua hari berturut-turut terjadi hujan dan angin cukup kencang.

Ke arah Kabupaten Minahasa. Cuaca ekstrim juga melanda wilayah ini. Saat dikonfirmasi Kaban BPBD Minahasa Nofry Lontaan membenarkan hal tersebut. Namun dirinya juga turut membeberkan, sampai saat ini belum ada kejadian bencana besar yang dilaporkan kepadanya. “Cuaca ekstrim di Minahasa dan sekitar. Tapi syukur tidak ada laporan dan tidak ada kejadian sampai saat ini. Hanya ada pohon tumbang kecil di wilayah Tombariri tapi sudah langsung bisa diatasi,” tukasnya.

Diketahui, Selain La Nina, BMKG menyebutkan, penguatan curah hujan di Indonesia juga turut dipengaruhi oleh penjalaran gelombang atmosfer ekuator dari barat ke timur berupa gelombang MJO (Madden Julian Oscillation) dan Kelvin, atau dari timur ke barat berupa gelombang Rossby. Kondisi dinamika atmosfer terkini menunjukkan adanya aktivitas MJO di atas wilayah Indonesia berupa merupakan kluster/kumpulan awan berpotensi hujan. Guswanto mengatakan, berdasarkan kondisi tersebut, pihaknya memprakirakan dalam periode sepekan ke depan akan terjadi peningkatan curah hujan dengan intensitas lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang.(Tim MP/gnr)

-

Artikel Terbaru

SNVT Sulut Awasi Program BSPS

MANADOPOST.ID— Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Direktorat Rumah Swadaya, melalui Satuan Kerja Non Vertikal Tertentu (SNVT) Perumahan Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), mengadakan evaluasi akhir pelaksanaan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS), belum lama ini.

Antisipasi Kelangkaan Elpiji 3Kg, ASN Diwarning

MANADOPOST.ID—Mengantisipasi kelangkaan gas menyabut Natal dan Tahun Baru (Nataru), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa Tenggara (Mitra) memastikan dalam waktu dekat pihaknya berencana launching penggunaan bright gas 5 kg untuk Aparatur Sipil Negara (ASN).

Pelayanan Disdukcapil Dikeluhkan

MANADOPOST.ID—Menjelang hari pemungutan suara pada 9 Desember mendatang, Kantor Dinas Kependudukan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) diserbu ratusan warga.

Olly-Steven Dua Periode

MANADOPOST.ID—Hari pemungutan suara 9 Desember 2020 kian dekat. Kurang dari seminggu. Namun elektabilitas pasangan calon petahana, Olly Dondokambey-Seteven Kandouw tetap kokoh di angka 65,7%. Ini berdasarkan rilis Lembaga Survei Indonesia (LSI) Denny JA, yang baru dirilis Rabu (2/12), kemarin.

BPKP Ditugaskan Awasi Pemda

MANADOPOST.ID—Pjs Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Agus Fatoni dan Kepala Badan Pemeriksa Keuangan Perwakilan (BPKP) Provinsi Sulut Setya Nugraha melakukan penandatanganan nota kesepakatan.