alexametrics
29.4 C
Manado
Sabtu, 21 Mei 2022

Banner Mobile (Anymind)

Jenderal Asal Sulut Beber Kronologi Gugurnya Dua Prajurit TNI, Ternyata Dianiaya 20 Orang hingga Tewas

MANADOPOST.ID—  Kronologi meninggalnya dua personel TNI di Yahukimo, Papua, yakni Praka Alif dan Prada Yudi Ardiyanto, dibeber Komandan Korem 172/PWY Brigadir Jenderal TNI Izak Pangemanan.

Jenderal bintang satu kelahiran Manado, Sulawesi Utara (Sulut) ini membeber, saat insiden terjadi Praka Alif dan Prada Yudi Ardiyanto sedang bertugas jaga pada proses pembangunan talud Sungai Brasa.

Tiba-tiba, sekitar 20 orang datang menyerang para pekerja dan warga yang berada di lokasi sehingga mereka berlarian. Praka Alif dan Prada Yudi Ardiyanto juga menjadi sasaran kelompok yang menganiaya secara kejam itu hingga meninggal di tempat.

Para pelaku kemudian juga merebut senjata perorangan SS-1 dua personel Batalion Lintas Udara 432 Kostrad itu.

Pangemanan mengatakan, pelaku penganiayaan dan perampasan senjata diduga dilakukan kelompok Senaf Soll. Pasalnyam cara dan luka yang dialami kedua korban, mirip dengan kasus pembunuhan Hendry Jovinski, staf KPU Kabupaten Yahukimo, September 2020 lalu.

“Namun untuk memastikan masih menunggu hasil penyelidikan terkait pelaku penganiayaan dan perampasan senpi yang dibawa korban,” kata Pangemanan seperti dilansir ANTARA, Kamis (20/5).

Terkait senjata yang dirampas, pihaknya meminta bantuan bupati, gereja dan tokoh masyarakat agar membantu mengembalikan senpi dan amunisi tersebut.(ant/tan)

MANADOPOST.ID—  Kronologi meninggalnya dua personel TNI di Yahukimo, Papua, yakni Praka Alif dan Prada Yudi Ardiyanto, dibeber Komandan Korem 172/PWY Brigadir Jenderal TNI Izak Pangemanan.

Jenderal bintang satu kelahiran Manado, Sulawesi Utara (Sulut) ini membeber, saat insiden terjadi Praka Alif dan Prada Yudi Ardiyanto sedang bertugas jaga pada proses pembangunan talud Sungai Brasa.

Tiba-tiba, sekitar 20 orang datang menyerang para pekerja dan warga yang berada di lokasi sehingga mereka berlarian. Praka Alif dan Prada Yudi Ardiyanto juga menjadi sasaran kelompok yang menganiaya secara kejam itu hingga meninggal di tempat.

Para pelaku kemudian juga merebut senjata perorangan SS-1 dua personel Batalion Lintas Udara 432 Kostrad itu.

Pangemanan mengatakan, pelaku penganiayaan dan perampasan senjata diduga dilakukan kelompok Senaf Soll. Pasalnyam cara dan luka yang dialami kedua korban, mirip dengan kasus pembunuhan Hendry Jovinski, staf KPU Kabupaten Yahukimo, September 2020 lalu.

“Namun untuk memastikan masih menunggu hasil penyelidikan terkait pelaku penganiayaan dan perampasan senpi yang dibawa korban,” kata Pangemanan seperti dilansir ANTARA, Kamis (20/5).

Terkait senjata yang dirampas, pihaknya meminta bantuan bupati, gereja dan tokoh masyarakat agar membantu mengembalikan senpi dan amunisi tersebut.(ant/tan)

Most Read

Artikel Terbaru

/