28.4 C
Manado
Rabu, 6 Juli 2022

Ini Janji Pertamina pada DPRD Terkait Kelangkaan Solar dan Antrean di SPBU

MANADOPOST.ID—DPRD Provinsi Sulut menggelar rapat dengar pendapat (RDP) gabungan terkait kelangkaan solar. RDP ini dipimpin Ketua Komisi II DPRD Sulut Cindy Wurangian. Sejumlah pihak dihadirkan dalam RDP tersebut. Baik masyarakat, PT Pertamina, Hiswana Migas, dan juga Pemprov Sulut.

Sebagian besar legislator sepakat jika dalam RDP ini menghasilkan solusi yang terbaik ke depan, agar tak ada lagi kelangkaan solar atau BBM jenis lain, termasuk LPG 3Kg.

Setelah ‘dikepung’ dengan banyak desakan dan pertanyaan dari legislator, PT Pertamina kemudian menyanggupi akan mengevaluasi antrean panjang yang terus terjadi di SPBU karena kelangkaan solar. Hal ini disampaikan Sales Manager PT Pertamina SulutGo Tito Rivanto. “Beri kami waktu tujuh hari ke depan, kami jamin tidak ada antrean panjang di SPBU. Asalkan DPRD juga membantu mendapatkan penambahan kuota dari BPH Migas,” tutur Tito. Sayangnya dia enggan bicara banyak terkait dugaan adanya mafia solar di Sulut.

Kesempatan itu Cindy Wurangian berharap, dari RDP ini DPRD menarik kesimpulan jika sinergitas dan koordinasi terkait BBM di Sulut harus berjalan baik. Di antaranya mengenai data BBM, dikatakan Cindy harus berkala disampaikan Pertamina maupun Hiswana Migas ke Pemprov dan DPRD. Selanjutnya, asosiasi yang melayangkan surat yang menghasilkan RDP ini, ALFI/ILFA, diminta untuk terbuka pada DPRD terkait oknum yang bermain dengan stok solar. “26 Oktober Pertamina menjamin tidak akan ada lagi antrean di SPBU. Dengan tidak merugikan pihak manapun termasuk SPBU,” sebutnya.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Pemprov Sulut diharapkan legislator dari dapil Minut-Bitung ini untuk menyurat secepatnya ke pemerintah pusat atau instansi terkait mengenai permintaan penambahan kuota BBM jenis solar. “Pertamina juga diminta menjamin ketersediaan BBM jenis lainnya dan gas untuk tetap tersedia terlebih menghadapi Natal dan Tahun Baru. Pemprov melalui keasistenan perekonomian menyampaikan laporan kepada Komisi II serta Pemprov membentuk tim monitoring dan evaluasi terkait hal ini agar tidak lagi terjadi kelangkaan BBM,” tandasnya.

Sejumlah legislator yang hadir antara lain Cindy Wurangian, Berty Kapojos, Amir Liputo, Agustine Kambey, Sandra Rondonuwu, Herry Rotinsulu, Jems Tuuk, Nick Lomban, Fabian Kaloh, Inggried Sondakh, Sherly Tjanggulung, Ivan Lumentut, dan Sjenny Kalangi.(gel)

MANADOPOST.ID—DPRD Provinsi Sulut menggelar rapat dengar pendapat (RDP) gabungan terkait kelangkaan solar. RDP ini dipimpin Ketua Komisi II DPRD Sulut Cindy Wurangian. Sejumlah pihak dihadirkan dalam RDP tersebut. Baik masyarakat, PT Pertamina, Hiswana Migas, dan juga Pemprov Sulut.

Sebagian besar legislator sepakat jika dalam RDP ini menghasilkan solusi yang terbaik ke depan, agar tak ada lagi kelangkaan solar atau BBM jenis lain, termasuk LPG 3Kg.

Setelah ‘dikepung’ dengan banyak desakan dan pertanyaan dari legislator, PT Pertamina kemudian menyanggupi akan mengevaluasi antrean panjang yang terus terjadi di SPBU karena kelangkaan solar. Hal ini disampaikan Sales Manager PT Pertamina SulutGo Tito Rivanto. “Beri kami waktu tujuh hari ke depan, kami jamin tidak ada antrean panjang di SPBU. Asalkan DPRD juga membantu mendapatkan penambahan kuota dari BPH Migas,” tutur Tito. Sayangnya dia enggan bicara banyak terkait dugaan adanya mafia solar di Sulut.

Kesempatan itu Cindy Wurangian berharap, dari RDP ini DPRD menarik kesimpulan jika sinergitas dan koordinasi terkait BBM di Sulut harus berjalan baik. Di antaranya mengenai data BBM, dikatakan Cindy harus berkala disampaikan Pertamina maupun Hiswana Migas ke Pemprov dan DPRD. Selanjutnya, asosiasi yang melayangkan surat yang menghasilkan RDP ini, ALFI/ILFA, diminta untuk terbuka pada DPRD terkait oknum yang bermain dengan stok solar. “26 Oktober Pertamina menjamin tidak akan ada lagi antrean di SPBU. Dengan tidak merugikan pihak manapun termasuk SPBU,” sebutnya.

Pemprov Sulut diharapkan legislator dari dapil Minut-Bitung ini untuk menyurat secepatnya ke pemerintah pusat atau instansi terkait mengenai permintaan penambahan kuota BBM jenis solar. “Pertamina juga diminta menjamin ketersediaan BBM jenis lainnya dan gas untuk tetap tersedia terlebih menghadapi Natal dan Tahun Baru. Pemprov melalui keasistenan perekonomian menyampaikan laporan kepada Komisi II serta Pemprov membentuk tim monitoring dan evaluasi terkait hal ini agar tidak lagi terjadi kelangkaan BBM,” tandasnya.

Sejumlah legislator yang hadir antara lain Cindy Wurangian, Berty Kapojos, Amir Liputo, Agustine Kambey, Sandra Rondonuwu, Herry Rotinsulu, Jems Tuuk, Nick Lomban, Fabian Kaloh, Inggried Sondakh, Sherly Tjanggulung, Ivan Lumentut, dan Sjenny Kalangi.(gel)

Most Read

Artikel Terbaru

/