27 C
Manado
Jumat, 27 November 2020

Ekspor Pertanian Terus Naik

MANADOPOST.ID—Gebrakan Olly Dondokambey dan Steven Kandouw (OD-SK) untuk menjadikan Nyiur Melambai sebagai gerbang Pasifik, makin membuahkan hasil yang baik. Hal ini dibuktikan dengan meningkatnya jumlah ekspor melalui Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado. Salah satunya lewat Direct Call Export Manado-Tokyo (Narita).

Data terakhir, Rabu (18/11), Sulut kembali mengekspor komoditi pertanian dan perikanan sebanyak 11.787 Kg, dengan total devisa 82.898 USD (lihat grafis). Angka ini terus mengalami peningkatan  dibandingkan eskpor-ekspor sebelumnya.

Mengutip data yang dibeberkan oleh Garuda Indonesia, sejak dibuka 23 September lalu, sampai pekan ketiga November ini, total komoditas Sulut yang di ekspor ke Jepang mencapai 77.977 kilogram (Kg). Dengan total devisa yang mencapai puluhan miliar.

General Manager Garuda Indonesia Cabang Manado Macfee Kindangen menyebutkan, cargo export dari Manado tersebut didominasi oleh marine produk khususnya fresh tuna dan komoditi pertanian lainnya, seperti bawang merah.

“Tapi jika digambungkan dengan produk dari Ambon, Makassar, Gorontalo, Surabaya, dan Jakarta total cargo yang diangkut sudah sebanyak 145.980. Sejauh ini perikanan memang masih mendominasi,” sebutnya.

Dia pun memastikan angka ini pun akan terus bertambah, karena menjelang Natal. Permintaan pasti akan mengalami peningkatan. Tinggal bagaimana para eksportir memanfaatkan peluang ini. “Pasti akan meningkat. Karena sejak pertama dibuka hingga saat ini, jumlah cargo yang diangkut semakin banyak, karena permintaan juga yang semakin naik,” yakinnya.

Permintaan hasil perikanan Sulut ini pun tidak hanya menyasar pasar Jepang. Tapi juga Amerika. Kepala Disperindag Sulut Erwin Kindangen melalui Kepala Bidang Perdagangan Luar Negeri Darwin Muksin membeber, awal November lalu Sulut mengekspor ikan beku berupa Tuna ke Amerika Serikat sebanyak 17,5 ton, dan mampu menghasilkan devisa sebesar 159.049 dolar AS. Selain itu ada juga permintaan ikan kayu ke Jepang. “Ikan kayu yang diekspor ke Jepang sebanyak 25 ton, dan mampu menghasilkan devisa bagi negara sebesar 187.280 dolar Amerika Serikat,” bebernya.

Lanjutnya, permintaan ikan kayu dari Jepang hampir setiap bulan terjadi, dan selalu dipenuhi oleh pengekspor asal Sulut. Permintaan ikan kayu yang tinggi ini, kata dia harus dimanfaatkan dengan baik oleh pengekspor di Sulut, karena selain menghasilkan devisa bagi negara, juga meningkatkan kesejahteraan nelayan.

“Masyarakat Jepang sangat meminati ikan kayu asal Sulut karena memiliki kualitas ikan Cakalang yang di atas rata-rata daerah lain. Apalagi, proses pembuatan ikan kayu yang berkualitas, sehingga aroma khas ikan cakalang tidak akan hilang,” jelasnya.

Pihaknya pun berjanji, akan terus mencarikan pasar baru bagi produk ikan kayu asal Sulut, selain ke Jepang dan Amerika.   “Kami akan berupaya agar produk ekspor ikan kayu asal Sulut tidak hanya ke Jepang dan Amerika namun ke berbagai negara lainnya di Asia, Eropa dan Amerika,” tuturnya.

Terpisah, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sulut Tinneke Adam menyebut, ekspor yang dilakukan terus menerus harus diikuti dengan semangat para nelayan. “Nelayan Sulut harus bersyukur, karena pemerintah menunjukan kepedulian akan masa depan perikanan Sulut, dengan berjuang mengekspor perikanan Sulut di beberapa negara besar,” sebutnya.

Dia optimis kedepan, komoditi perikanan Sulut bakal menjadi prioritas di pasar internasional. “Banyak sudah mengakui kualitas perikanan Sulut, maka dari itu kami terus  menyiapkan program-program pro rakyat dalam hal ini nelayan kedepannya,” tukasnya.

Di sisi lain, Gubernur Olly Dondokambey yang saat ini sedang menjalani cuti kampanye, mengimbau agar masyarakat Sulut untuk rajin bercocok tanam dan tidak membiarkan lahan dalam keadaan kosong.

Karena, dia berjanji akan terus mencari dan membuka jalan agar hasil pertanian dan perikanan Sulut bisa tembus ke negara – negara luar. Tidak hanya ke Jepang, tapi juga ke negara-negara lain di kawasan Pasifik seperti China, Korea, Taiwan, Hongkong, bahkan sampai Amerika.

“Jangan biarkan lahan tidur. Pertanian ini menjadi unggulan kita, sehingga harus terus berproduksi agar kita mampu memenuhi permintaan pasar internasional yang terus meningkat. Peluang semakin terbuka lebar, tinggal bagaimana kita mengambil dan memanfaatkannya,” kuncinya. (*)

-

Artikel Terbaru

Gran Puri Siapkan Pesta Pergantian Tahun Berkesan

PENAWARAN spesial di malam tahun baru. Hotel Gran Puri Manado mempersembahkan Aloha Pool and Grill Party 2021.

538 Wasit Pemilu Dirapid test

MANADOPOST.ID—Menjamin kesehatan penyelenggara, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) gelar rapid tes massal. Bagi seluruh jajaran pengawas pemilihan di setiap tingkatan, Kamis (26/11) kemarin.

Distanak Kena Sorot, Pupuk di Minsel Langka

MANADOPOST.ID—Bulan November 2020 ini musim tanam bagi petani. Tapi saat ini kelangkaan pupuk terjadi. Membuat petani kesulitan mencari pupuk.

KPU Minsel Beber 15 Hal Baru di Pilkada

MANADOPOST.ID—Perhelatan pemilihan kepala daerah (Pilkada) di Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) tak lama lagi selesai. Masyarakat pada 9 Desember nanti bakal

ISPA `Serang` Warga Bolmong

MANADOPOST.ID--Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) dr Erman Paputungan mengatakan, untuk penyakit yang paling banyak terjadi di Bolmong adalah Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).