29 C
Manado
Rabu, 25 November 2020

Winarko: Pecandu Lebih Suka Masuk Penjara

MANADOPOST.ID–Provinsi Sulawesi Utara serius mengembalikan warga yang jadi korban barang gelap narkoba. Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sulut kini memiliki lembaga rehabilitasi. Diresmikan langsung Kepala BNN Republik Indonesia Komjen Pol Heru Winarko, Kamis (19/11).

Lembaga rehabilitasi ini dinamakan ‘Arie Lasut’ BNN Provinsi Sulut. Memiliki kapasitas 10 orang. Fasilitasnya sesuai standar protokol kesehatan. Memiliki dua ruangan berbeda untuk laki-laki dan perempuan. Masing-masing bisa menampung 5 orang. Lengkap dengan fasilitas pendukung.

Kegiatan kemarin juga dihadiri para perwakilan forkopimda Sulut. kegiatan ditandai dengan menyanyi lagu kebangsaan ‘Indonesia Raya’ dan Mars BNN. Dilanjutkan penandatangan prasasti dan pengguntingan pita di pintu masuk gedung rehabilitasi.

Kepala BNN RI Komjen Pol Heru Winarko, mengapresiasi langkah yang dilakukan BNNP di bawah pimpinan Kepala BNN Sulut Brigjen Victor Jefri Lasut. Winarko mengaku, kedatangannya telah berkoordinasi dengan pihak terkait, mengenai penanganan penyalahgunaan Narkotika.

“Saya sudah ketemu dengan pak Kapolda juga Dirnarkoba, perwakilan Kajati dan Pengadilan Tinggi. Kita diskusi banyak mengenai penanganan narkoba di Sulut. Kita harapkan adalah, kita bedakan benar penanganan yang ditangkap polisi, kita harus lewat assessment. Apa dia sebagai bandar, pengedar atau pengguna. Ini yang kita giatkan benar,” terangnya.

Assessment tersebut, lanjutnya, terdiri dari beberapa unsur. Yakni penyidik, Jaksa penuntut dan medis serta sosial. “Kita gabung untuk menganalisis. Yang juga diharapkan dari Assessment ini, dapat dikembangkan bersama jaringannya. Ini hasil diskusi kita. Kalau dia hanya sebagai penggunan, assessmentnya rekomendasi rehabilitasi,” ungkapnya menambahkan kendala selama ini, di Manado harus dikirim ke Makasar untuk rehabilitasi. “Sekarang kita sudah siapkan di sini untuk 10 orang di Manado. Kalau tidak cukup kita arahkan ke Makasar. Ini gratis dan menggunakan standar protokol kesehatan,” katanya.

Komjen Winarko menegaskan, pecandu narkoba lebih senang diputuskan di penjara dari pada rehabilitasi. “Karena dipenjara, dimasukkan ke kelompok teman-teman pengguna, ketemu semua di sana. Tapi kalau di tempat rehab, dia harus dipaksakan sembuh,” tegasnya sembari mengatakan rehabilitasi adalah hukuman.

“Kalau dia sebagai pengguna, ya harus direhab. Jadi kita harus bisa bedakan. Yang jelas rehabilitasi adalah hukuman. Kerena bagi pecandu, masuk rehabiliasi adalah hukuman bagi dia. Ini yang perlu disosialisasikan ke masyarakat,” tambahnya.

Dia mengharapkan, dalam waktu 6 bulan, pecandu yang direhab telah sembuh. “Untuk SDM juga kita sudah siapkan. Bersama dengan disiapkan konselor yang akan dilaksanakan pelatihan. Kita latih untuk konselor, ada lima orang di sini. Juga kita harapkan di sini, 3 sampai 6 bulan, pulih,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala BNNP Sulut Brigjen Lasut menyampaikan, rehabilitasi adalah unsur pendukung pelaksanaan tugas BNN. “Kebutuhan fasilitas rehabilitasi dirasakan semakin dibutuhkan, untuk menjangkau dan melakukan rehabilitasi bagi pecandu dan korban penyalahgunaan Narkotika. Khususnya di wilayah Sulut. Ini sangat penting. Sebab rehabilitasi adalah penanganan yang paling tepat. Karena dapat menurunkan angka prevalensi angka penggunaan narkotika yang cenderung masih tinggi,” pungkas Lasut.(ctr-02/gnr)

-

Artikel Terbaru

Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo Ditangkap KPK

Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Nawawi Pomolango membenarkan pihaknya melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo.

AHY Hadiri Media Gathering, Lombok Dapat Ucapan Spesial

Ketua Umum Partai Demokrat Sulut Agus Harimurti Yudhoyono kunjungi Kota Manado.

Gokil! BLACKPINK Joget Ampun Bang Jago

Apa jadinya Jennie, Jisoo, Rose dan Lisa joget dengan lagu Ampun Bang Jago? Eits, bukan hoax! Aksi keempat member BLACKPINK tersebut benar nyata terjadi. Ini terlihat lewat potongan klip singkat yang diunggah di akun Instagram Tokopedia kemarin (24/11).

Bersama Mor-HJP, Bahagia Warga Manado

Pasangan Calon (Paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Manado Nomor Urut 3 Mor Dominus Bastiaan-Hanny Jost Pajouw (Mor-HJP) berkomitmen menjadi orang yang paling melayani di Kota Doa dan Berkat.

Foto Simulasi Pencoblosan JPAR-Ai Sarat Rekayasa & Hoax

Wakil Ketua DPD Nasdem Kota Manado Arthur Rahasia secara tegas mengatakan, foto simulasi tatacara pencoblosan kertas suara yang dilakukan calon Wali Kota Manado Julyeta Paulina Amelia Runtuwene (JPAR) pada sesi closing statement acara debat publik yang dilaksanakan KPUD Kota Manado Selasa (24/11) malam yang beredar luas di publik adalah hoax dan sarat dengan rekayasa politik semata.