alexametrics
24.4 C
Manado
Sabtu, 28 Mei 2022

Banner Mobile (Anymind)

Panambunan `Digulung` Kasus Paka-Paka Ombak, Kejati: Tersangka Ditahan

MANADOPOST.JAWAPOS.COM-Awal tahun, Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara (Sulut) langsung bergerak terkait penuntasan kasus pemecah ombak di Likupang, Kabupaten Minahasa Utara (Minut).

Diungkapkan Kepala Kejaksaan Tinggi Sulut Dita Prawitaningsih SH MH, melalui Kasipenkum Theodorus Rumampuk SH MH, Kamis 21 Januari 2021 pukul 17.00 Wita, telah dilakukan Penahanan terhadap tersangka berinisial AMP Alias Panambunan (50). Ditegaskan, penahanan berdasarkan Surat Perintah Penahanan Nomor Print-01/P.1/Fd.1/01/2021 tanggal 21 Januari 2021 yang ditandatangani oleh Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara A. Dita Prawitaningsih, S.H., MH. “Tersangka dilakukan penahanan di Rutan Polresta Manado selama 20 hari sejak tanggal 21 Januari 2021 s/d 09 Februari 2021,” ungkap Rumampuk, kepada Manado Post.

Tersangka menurutnya diduga melakukan Tindak Pidana Korupsi Proyek Pemecah Ombak/Penimbunan Pantai Desa Likupang pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Minahasa Utara Tahun Anggaran 2016. Yang menyebabkan kerugian keuangan negara sebesar Rp.8.813.015.856,06 (delapan miliar delapan ratus tiga belas juta lima belas ribu delapan ratus lima puluh enam koma nol enam). Sebagaimana sangkaan melanggar Pasal 2 ayat (1) jo. Pasal 3 jo. Pasal 15 jo. Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambahkan oleh Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 55 ayat (1) KUHP.

“Tim penyidik dalam perkara ini terdiri dari Eko Prayitno, SH. MH.; Reinhard Tololiu, SH.MH; Andi Usama Harun, SH. MH; Widarto Adi Nugroho, SH. MH; Ivan Nusu Parangan, SH. MM; Lukman Effendy, SH. MH; Noval Thaher, SH; Alexander Sulung, SH.; Marianty Lesar, SH.; Stevy S. Tatilu, S.Pd, SH., MH.; Christiana O. Dewi, SH.; dan Mitha Ropa, SH,” pungkas Rumampuk.(gnr)

MANADOPOST.JAWAPOS.COM-Awal tahun, Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara (Sulut) langsung bergerak terkait penuntasan kasus pemecah ombak di Likupang, Kabupaten Minahasa Utara (Minut).

Diungkapkan Kepala Kejaksaan Tinggi Sulut Dita Prawitaningsih SH MH, melalui Kasipenkum Theodorus Rumampuk SH MH, Kamis 21 Januari 2021 pukul 17.00 Wita, telah dilakukan Penahanan terhadap tersangka berinisial AMP Alias Panambunan (50). Ditegaskan, penahanan berdasarkan Surat Perintah Penahanan Nomor Print-01/P.1/Fd.1/01/2021 tanggal 21 Januari 2021 yang ditandatangani oleh Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara A. Dita Prawitaningsih, S.H., MH. “Tersangka dilakukan penahanan di Rutan Polresta Manado selama 20 hari sejak tanggal 21 Januari 2021 s/d 09 Februari 2021,” ungkap Rumampuk, kepada Manado Post.

Tersangka menurutnya diduga melakukan Tindak Pidana Korupsi Proyek Pemecah Ombak/Penimbunan Pantai Desa Likupang pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Minahasa Utara Tahun Anggaran 2016. Yang menyebabkan kerugian keuangan negara sebesar Rp.8.813.015.856,06 (delapan miliar delapan ratus tiga belas juta lima belas ribu delapan ratus lima puluh enam koma nol enam). Sebagaimana sangkaan melanggar Pasal 2 ayat (1) jo. Pasal 3 jo. Pasal 15 jo. Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambahkan oleh Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 55 ayat (1) KUHP.

“Tim penyidik dalam perkara ini terdiri dari Eko Prayitno, SH. MH.; Reinhard Tololiu, SH.MH; Andi Usama Harun, SH. MH; Widarto Adi Nugroho, SH. MH; Ivan Nusu Parangan, SH. MM; Lukman Effendy, SH. MH; Noval Thaher, SH; Alexander Sulung, SH.; Marianty Lesar, SH.; Stevy S. Tatilu, S.Pd, SH., MH.; Christiana O. Dewi, SH.; dan Mitha Ropa, SH,” pungkas Rumampuk.(gnr)

Most Read

Artikel Terbaru

/