26C
Manado
Senin, 1 Maret 2021

Perangi Narkoba, Indonesia Bersinar

MANADOPOST.ID–Kepala Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI) Komjen Petrus Reinhard Golose menyatakan perang melawan narkoba, demi mewujudkan Indonesia Bersinar (Bersih dari Narkoba).

Hal itu diungkapkan Jenderal Bintang Tiga asal Sulut ini, ketika Konferensi Pers, Selasa (19/1). “Pesan dari saya kita perang melawan narkoba,” tegas Golose.

Diketahui BNN RI menggelar konferensi pers pengungkapan kasus narkoba dengan menyita total barang bukti 53,05 kilogram narkotika jenis sabu dari sindikat jaringan pada 2 kasus berbeda, sebagai berikut.

Kasus pertama BNN bekerja sama dengan Bea Cukai meringkus 3 pria berinisial Al, As, dan D dengan barang bukti sabu seberat 42,43 kilogram. Penangkapan dilakukan petugas pada hari Minggu, 10 Januari 2021 di Wilayah Selat Makasar, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah. Petugas menggeledah sebuah kapal motor dan menemukan 3 karung plastik berisi 40 bungkus sabu seberat 42,43 kilogram yang diketahui berasal dari Malaysia dengan menggunakan jalur laut.

Kasus kedua, seorang kurir narkoba jaringan sindikat Bagan Siapi-api – Jakarta ditangkap petugas BNN, pada Selasa 12 Januari 2021 dengan barang bukti total 10,62 Kilogram. Tersangka berinisial J alias OKD diamankan di Parkiran Rusun Kapuk Muara, Jakarta Utara sekitar pukul 15.00 WIB.

Saat ditangkap petugas menemukan narkotika jenis sabu dalam 6 bungkus kemasan biskuit seberat 6,34 kilogram. Kemudian petugas melakukan penggeledahan di rusun milik tersangka dan kembali menemukan sabu seberat 4,28 kilogram dalam 4 bungkus kemasan biskuit dan menemukan 2 buah plastik klip berisi sabu masing-masing seberat 0,27 gram dan 0,28 gram.

Komjen Golose pun menyatakan penindakan yang dilakukan merupakan bentuk strategi secara nasional untuk pemberantasan juga secara holistik seluruh kegiatan BNN RI.

“Akibat para tersangka-tersangka ini, seseorang yang sudah terindikasi efektif akan lama waktunya untuk kembali kekehidupan normal. Maka dari itu, lalu saya sudah canangkan soal rehabilitasi dan mengajak seluruh masyarakat dan stakeholder agar mengajak seseorang yang sudah ediktif untuk direhabilitasi,” kuncinya. (cw-01)

Artikel Terbaru