25C
Manado
Senin, 1 Maret 2021

Prokes Ketat, Siswa SD Mulai Pembelajaran Tatap Muka

MANADOPOST.ID—Pelaksanaan pembelajaran tatap muka sangat dirindukan siswa. Inisiatif Sekolah Dasar (SD) Inpres Kakenturan, Kecamatan Modoinding menerapkan belajar tatap muka. Tetap dengan standar protokol kesehatan (Prokes) Covid-19 yang ketat.

Salah satunya dengan membuat setiap ruang belajar dan meja siswa dan guru dipasang akrilik atau pembatas. Tidak hanya itu, selama proses belajar mengajar, guru bersama siswa tetap memakai masker, sering cuci tangan, dan menjaga jarak.

“Ini salah satu bentuk tanggung jawab sekolah terhadap keselamatan, kenyamanan bagi siswa untuk belajar di tengah pandemi Covid-19. Maka kami melaksanakan program pembuatan akrilik meja, pembatas meja, siswa pun dibatasi jumlahnya. Ini juga menjawab keluhan para orang tua murid yang memang mengeluh akan susah pembelajaran di rumah,” kata Kepala SD Inpres Kakenturan Like Olga Kasenda saat ditemui, Rabu (20/1).

Ditambahkannya, SD Inpres Kakenturan dengan 108 siswa saat ini sudah mulai belajar dengan baik.

“Program ini juga berkat sinergitas antara guru, komite sekolah dan orang tua murid dalam meningkatkan giat belajar siswa dengan metode Kegiatan Belajar Mengajar Pembatasan (KBMP). Pada prinsipinya, kami guru-guru berupaya melaksanakan kegiatan belajar yang menyenangkan dengan terus memberikan pesan motivasi agar siswa terus menghidupkan semangat belajar meskipun di tengah pandemi Covid-19. Kasenda pun berharap, wabah ini cepat berlalu, sehingga kegiatan belajar mengajar bisa kembali normal,” tukasnya.

Terpisah, salah satu orang tua murid memberikan apresiasi atas upaya kepala sekolah, guru dan komite menerapkan protokol kesehatan dengan metode KBMP untuk mencegah penyebaran Covid-19.

“Kami orang tua murid merasa tenang, karena anak-anak kami bisa belajar di kelas dengan aman meskipun di era adaptasi baru ini,” sebut salah satu orang tua murid.

Sementara itu, Kadis Pendidikan Minsel Fietber Raco mengatakan, guna menunjang proses belajar mengajar dengan penerapan Covid-19, setiap inovasi bisa dilakukan.

“Yang penting semua disetujui bisa dilakukan yang penting protokol kesehatan bisa dilakukan. Semua untuk menunjang belajar mengajar siswa agar lebih baik,” singkatnya.(rgm/ewa)

Artikel Terbaru