alexametrics
29.4 C
Manado
Sabtu, 21 Mei 2022

Banner Mobile (Anymind)

Sejahterakan Petani Sulut, Kementerian PUPR Siapkan 39 M

MANADOPOST.ID—Di Tahun 2022, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Program Padat Karya Tunai (PKT) bakal menggelontorkan anggaran sejumlah Rp 39 miliar untuk kesejahteraan Petani.

PKT ini berupa Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI) yang nantinya akan tersebar pada 10 Kabupaten/Kota di Sulawesi Utara (Sulut). Hal ini diuraikan Kepala Balai Wilayah Sungai Sulawesi I (BWSS I) I Komang Sudana, melalui Kepala Satker OP-SDA Iskandar Rahim.

“Tahun ini ada 10 Kabupaten/Kota di Sulut. Kecuali Kota Manado, Bitung dan daerah di kepulauan. Jadi totalnya dan 200 titik atau 200 Kelompok Tani Pengguna Air yang akan mendapatkan Program P3-TGAI,” kata Rahim.

Namun demikian, untuk daerah lainnya yang belum tersentuh Program P3TGAI, Rahim menyebutkan pihaknya berencana untuk tetap melaksanakan sosialisasi. “Jadi direncanakan akan ada pengenalan program ini di lima Kab/Kota yang tidak tersentuh dengan program ini. Agar mereka dapat mengetahui adanya program P3-TGAI,” jelas Rahim.

Adapun program P3-TGAI untuk 200 Kelompok Tani di tahun 2022, masing-masing kelompok akan memperoleh uang tunai sejumlah Rp.195 juta. Sehingga total anggaran untuk 200 kelompok tani di Sulut berjumlah Rp39 miliar.

Ia menjelaskan, anggaran ini guna membangun saluran irigasi pada areal sawah milik Petani dengan panjang luasan 250 meter saluran irigasi tersier. “Untuk saat ini baru saluran, biasanya ini program lanjutan dari saluran irigasi yang sudah pernah dibuat petani, tapi masih perlu tambahan pada perbaikan saluran irigasi. Jadi minimal panjang saluran 250 meter untuk 1 titik. Jadi diperkirakan akan ada 50.000 meter saluran irigasi baru dari program PKT yang terbangun di tahun ini,” jelas Rahim.

Sejalan dengan itu, PPK OP-SDA III, Allanos Kawengian pun berharap nantinya program yang akan menyentuh masyarakat secara langsung, dapat mensejahterakan ekonomi para petani sawah. “Diharapkan dengan adanya saluran yang permanen ini nantinya, tentu air yang mengalir sudah lebih teratur. Masyarakat lebih rajin mengolah sawah sehingga intensitas panen lebih meningkat dan pendapatan petani pula diharapkan lebih meningkat pula,” tutup Kawengian. (des)

MANADOPOST.ID—Di Tahun 2022, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Program Padat Karya Tunai (PKT) bakal menggelontorkan anggaran sejumlah Rp 39 miliar untuk kesejahteraan Petani.

PKT ini berupa Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI) yang nantinya akan tersebar pada 10 Kabupaten/Kota di Sulawesi Utara (Sulut). Hal ini diuraikan Kepala Balai Wilayah Sungai Sulawesi I (BWSS I) I Komang Sudana, melalui Kepala Satker OP-SDA Iskandar Rahim.

“Tahun ini ada 10 Kabupaten/Kota di Sulut. Kecuali Kota Manado, Bitung dan daerah di kepulauan. Jadi totalnya dan 200 titik atau 200 Kelompok Tani Pengguna Air yang akan mendapatkan Program P3-TGAI,” kata Rahim.

Namun demikian, untuk daerah lainnya yang belum tersentuh Program P3TGAI, Rahim menyebutkan pihaknya berencana untuk tetap melaksanakan sosialisasi. “Jadi direncanakan akan ada pengenalan program ini di lima Kab/Kota yang tidak tersentuh dengan program ini. Agar mereka dapat mengetahui adanya program P3-TGAI,” jelas Rahim.

Adapun program P3-TGAI untuk 200 Kelompok Tani di tahun 2022, masing-masing kelompok akan memperoleh uang tunai sejumlah Rp.195 juta. Sehingga total anggaran untuk 200 kelompok tani di Sulut berjumlah Rp39 miliar.

Ia menjelaskan, anggaran ini guna membangun saluran irigasi pada areal sawah milik Petani dengan panjang luasan 250 meter saluran irigasi tersier. “Untuk saat ini baru saluran, biasanya ini program lanjutan dari saluran irigasi yang sudah pernah dibuat petani, tapi masih perlu tambahan pada perbaikan saluran irigasi. Jadi minimal panjang saluran 250 meter untuk 1 titik. Jadi diperkirakan akan ada 50.000 meter saluran irigasi baru dari program PKT yang terbangun di tahun ini,” jelas Rahim.

Sejalan dengan itu, PPK OP-SDA III, Allanos Kawengian pun berharap nantinya program yang akan menyentuh masyarakat secara langsung, dapat mensejahterakan ekonomi para petani sawah. “Diharapkan dengan adanya saluran yang permanen ini nantinya, tentu air yang mengalir sudah lebih teratur. Masyarakat lebih rajin mengolah sawah sehingga intensitas panen lebih meningkat dan pendapatan petani pula diharapkan lebih meningkat pula,” tutup Kawengian. (des)

Most Read

Artikel Terbaru

/