25 C
Manado
Sabtu, 15 Mei 2021
spot_img

Polisi Tangkap Tersangka Pendana KKB Papua, Ini Sosoknya

MANADOPOST.JAWAPOS.COM – Polisi berhasil meringkus PK alias Peni yang diduga menjadi salah satu pendana Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua pada Senin (19/4) kemarin

Peni yang diketahui merupakan salah satu tokoh agama ditangkap karena diduga terlibat dalam kasus jual beli senjata api yang melibatkan oknum polisi yang sebelumnya ditahan pada Januari 2021 silam

Ilustrasi KKB Papua

Dikutip dari jawapos.com, Kapolda Papua, Irjen Pol Mathius D Fakhiri mengatakan PK menjadi jembatan untuk membeli senjata api (senpi). Sebab, dia mempunyai koneksi. Yakni, DC, salah seorang tersangka kepemilikan senjata api serta telah tiga kali terlibat pembelian senjata api.

”KKB Papua ini diduga mengumpulkan dana yang paling banyak dari hasil dulang dan pajak terhadap para kepala kampung atau kepala distrik. Bisa jadi, ada unsur pemaksaan sehingga mereka dapat,” tandasnya.

SUSURI WILAYAH: Aparat keamanan berjaga di Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, Papua. (KASATGAS HUMAS NEMANGKAWI FOR CENDERAWASIH POS)

Sementara itu, Kasatgas Humas Nemangkawi Kombes M. Iqbal Alqudusi menyatakan bahwa PK akan dikenai pasal 1 ayat (1) UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951 jo pasal 55 KUHAP dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara.

Terpisah Perkumpulan Advokat Hak Asasi Manusia (PAHAM) Papua menilai bahwa penangkapan oleh aparat kepolisian Polres Nabire terhadap PK tidak sesuai dengan prosedur hukum.

Direktur PAHAM Papua Gustaf Kawer menilai bahwa penangkapan ini melanggar prosedur tentang penangkapan dan penahanan berdasar KUHAP atau UU Nomor 8 Tahun 1981.

Ilustrasi KKB Papua

”Penangkapan harus disertai surat tugas dan surat perintah penangkapan. Itu baru sah. Kalau penangkapan seperti kemarin yang tiba-tiba dijemput dan dibawa ke Polres Nabire, itu tanpa prosedur dan sama dengan penculikan,” jelasnya saat dimintai konfirmasi Cenderawasih Pos melalui telepon selulernya kemarin.

Gustaf meminta kepolisian, dalam waktu 1 x 24 jam kalau buktinya tidak kuat, yang bersangkutan bisa dibebaskan. Yang kedua, kalau PK tidak dibebaskan, pihaknya akan menempuh praperadilan terhadap kepolisian yang menangkap. (tr-01)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Artikel Terbaru