25.2 C
Manado
Jumat, 12 Agustus 2022

TERKUAK! Tanah 169 Hektare yang Disita Kejati Sulut Babuk Kasus Dugaan Korupsi, Pihak Ini Terseret

MANADOPOST.ID-Menjelang Hari Bhakti Adhyaksa (HBA), Jumat 22 Juli esok, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Utara menggebrak di bawah pimpinan Kajati Sulut Edy Birto SH MH.

 

Tim Penyidik pada Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Utara (Sulut) yang dipimpin Parsaoran Simorangkir SH MH, selaku Kasi Penyidikan, telah melakukan penyitaan terhadap barang bukti berupa 169 hektare bidang tanah, Jumat, 15 Juli 2022.

 

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Penyitaan berdasarkan Surat Perintah Penyitaan Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara Nomor : Print-679/P.1/Fd.1/07/2022 tangal 12 Juli 2022 dan Surat Penetapan Ketua Pengadilan Negeri Manado Nomor: 38/Pen.Pid/2022/PN.Mnd tangal 12 Juli 2022.

 

Adapun barang bukti yang dilakukan penyitaan tersebut, pertama, tanah negara eks HGU atas nama PUSKUD Provinsi Sulawesi Utara yang terletak di Kecamatan Inobonto Kabupatan Bolaang Mongondow. Dengan luas 50 Ha yang sebagiannya masuk dalam sertifikat eks HGU Nomor 1/Inobonto I dan Nomor 2/Inobonto I, yang saat ini dikuasai oleh PT Conch North Sulawesi Cement.

 

Kedua, tanah negara eks HGU atas nama PUSKUD Propinsi Sulawesi Utara yang terletak di Kecamatan Inobonto Kabupaten Bolaang Mongondow dengan luas 119 hektare yang sebagiannya masuk dalam sertifikat eks HGU Nomor 1/Inobonto I dan Nomor 2/Inobonto I Cement.

 

“Penyitaan terhadap barang bukti berupa 169 hektare bidang tanah tersebut, dilakukan dalam rangka tindakan penyidikan yang dilakukan oleh Tim Penyidik Kejati Sulut, terhadap dugaan Tindak Pidana Korupsi Pengalihan Hak Atas Tanah (HAT) Negara Eks HGU Puskud Provinsi Sulawesi Utara kepada PT Sulenco Bohusami Cement lalu dialihkan lagi kepada PT Conch Nort Sulawesi Cement, berdasarkan Surat Penyidikan Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara Nomor Print : 04/P.1/FD.1/06/2022 tanggal 22 Juni 2022,” beber Kejati Sulut Edy Birton SH MH, melalui Kasipenkum Kejati Sulut Theodorus Rumampuk SH MH.

 

Lanjut Rumampuk, setelah melakukan penyitaan terhadap 169 hektare bidang tanah tersebut, penyidik juga telah menyurat kepada Kepala Kantor ATR/BPN Kabupaten Bolaang Mongondow melalui surat Nomor : B-1134/P.1/Fd.1/07/2022 tangal 18 Juli 2022.

 

“Yang pada pokoknya diminta kepada pihak Kantor ATR/BPN Kabupaten Bolaang Mongondow untuk tidak melayani dan melakukan proses penerbitan hak terhadap barang bukti berupa Tanah dan Sertifikat Tanah Negara eks HGU PUSKUD Provinsi Sulawesi Utara, sampai ditentukan kemudian status barang bukti yang disita tersebut oleh penyidik ataupun penuntut umum,” pungkas Rumampuk.(gnr)

MANADOPOST.ID-Menjelang Hari Bhakti Adhyaksa (HBA), Jumat 22 Juli esok, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Utara menggebrak di bawah pimpinan Kajati Sulut Edy Birto SH MH.

 

Tim Penyidik pada Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Utara (Sulut) yang dipimpin Parsaoran Simorangkir SH MH, selaku Kasi Penyidikan, telah melakukan penyitaan terhadap barang bukti berupa 169 hektare bidang tanah, Jumat, 15 Juli 2022.

 

Penyitaan berdasarkan Surat Perintah Penyitaan Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara Nomor : Print-679/P.1/Fd.1/07/2022 tangal 12 Juli 2022 dan Surat Penetapan Ketua Pengadilan Negeri Manado Nomor: 38/Pen.Pid/2022/PN.Mnd tangal 12 Juli 2022.

 

Adapun barang bukti yang dilakukan penyitaan tersebut, pertama, tanah negara eks HGU atas nama PUSKUD Provinsi Sulawesi Utara yang terletak di Kecamatan Inobonto Kabupatan Bolaang Mongondow. Dengan luas 50 Ha yang sebagiannya masuk dalam sertifikat eks HGU Nomor 1/Inobonto I dan Nomor 2/Inobonto I, yang saat ini dikuasai oleh PT Conch North Sulawesi Cement.

 

Kedua, tanah negara eks HGU atas nama PUSKUD Propinsi Sulawesi Utara yang terletak di Kecamatan Inobonto Kabupaten Bolaang Mongondow dengan luas 119 hektare yang sebagiannya masuk dalam sertifikat eks HGU Nomor 1/Inobonto I dan Nomor 2/Inobonto I Cement.

 

“Penyitaan terhadap barang bukti berupa 169 hektare bidang tanah tersebut, dilakukan dalam rangka tindakan penyidikan yang dilakukan oleh Tim Penyidik Kejati Sulut, terhadap dugaan Tindak Pidana Korupsi Pengalihan Hak Atas Tanah (HAT) Negara Eks HGU Puskud Provinsi Sulawesi Utara kepada PT Sulenco Bohusami Cement lalu dialihkan lagi kepada PT Conch Nort Sulawesi Cement, berdasarkan Surat Penyidikan Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara Nomor Print : 04/P.1/FD.1/06/2022 tanggal 22 Juni 2022,” beber Kejati Sulut Edy Birton SH MH, melalui Kasipenkum Kejati Sulut Theodorus Rumampuk SH MH.

 

Lanjut Rumampuk, setelah melakukan penyitaan terhadap 169 hektare bidang tanah tersebut, penyidik juga telah menyurat kepada Kepala Kantor ATR/BPN Kabupaten Bolaang Mongondow melalui surat Nomor : B-1134/P.1/Fd.1/07/2022 tangal 18 Juli 2022.

 

“Yang pada pokoknya diminta kepada pihak Kantor ATR/BPN Kabupaten Bolaang Mongondow untuk tidak melayani dan melakukan proses penerbitan hak terhadap barang bukti berupa Tanah dan Sertifikat Tanah Negara eks HGU PUSKUD Provinsi Sulawesi Utara, sampai ditentukan kemudian status barang bukti yang disita tersebut oleh penyidik ataupun penuntut umum,” pungkas Rumampuk.(gnr)

Most Read

Artikel Terbaru

/