25 C
Manado
Selasa, 1 Desember 2020

1,6 Juta Warga Sulut Divaksin Bertahap

MANADOPOST.ID—Warga Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) tak lama lagi bakal mendapat giliran untuk divaksin. Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan telah mengirimkan surat ke 34 provinsi. Khusus Nyiur Melambai, sesuai surat bernomor SR.02.06/II/0950/2020 tanggal 19 Oktober 2020, estimasi pemberian imunisasi Covid-19 targetnya mencapai 1.652.280.

Dipaparkan, Pemerintah Indonesia telah menetapkan Covid-19 sebagai bencana non-alam berupa wabah/pandemi. Kasus konfirmasi pertama Covid-19 diumumkan pertama kali pada awal Maret 2020 dan hanya dalam waktu satu bulan, seluruh provinsi telah melaporkan kejadian Covid-19 di wilayahnya masing-masing,” tulis surat yang diteken Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan dr Achmad Yurianto.

Lanjut isi surat tersebut, untuk memutus rantai penularan Covid-19, selain melaksanakan protokol kesehatan secara ketat. Juga perlu dilakukan upaya meningkatkan imunitas masyarakat melalui kegiatan pemberian imunisasi. Mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 99 Tahun 2020 tentang Pengadaan Vaksin dan Pelaksanaan Vaksinasi Dalam Rangka Penanggulangan Pandemi, bersama ini kami beritahukan rencana pelaksanaan pemberian imunisasi Covid-19 secara bertahap mulai November 2020. “Imunisasi Covid-19 diberikan pada kelompok rentan usia 18-59 tahun,” ungkap Yurianto pada alinea lainnya.

Yang terdiri dari tenaga kesehatan, asisten tenaga kesehatan dan tenaga penunjang pada fasilitas pelayanan kesehatan. Kelompok prioritas lainnya yang ditetapkan berdasarkan kajian epidemiologi dan kebijakan operasional imunisasi Covid-19. Yaitu petugas pelayanan publik yaitu petugas yang berhadapan langsung dengan masyarkat, misalnya TNI, POLR1, petugas bandara, petugas stasiun kereta api, petugas pelabuhan, pernadarn kebakaran, petugas PLN dan PAM yang bertugas di lapangan tersebut.

Lalu menyasar kelompok risiko tinggi lainnya, yaitu kelompok pekerja yang merupakan kelompok usia produktif dan berkontrobusi pada sektor perekonomian dan pendidikan, serta penduduk yang tinggal di tempat berisiko seperti Kawasan padat penduduk. Kemudian untuk kontak erat Covid-19, yaitu orang yang memiliki riwayat kontak dengan kasus probable atau konfirmasi Covid-19. Administrator pemerintahan dalam bidang pelayanan publik.

“Sehubungan dengan hal tersebut, mohon saudara (Kadis Dinas Kesehatan Provinsi), beserta jajaran dapat segera melakukan upaya persiapan dengan sebaik-baiknya, antara lain pendataan sasaran sesuai dengan kriteria tersebut di atas, penyiapan logistik imunlsasl dan penyiapan lainnya terlampir kami sampaikan estimasi data sasaran per provinsi, mohon dapat dicermati dan divalidasi,” tutup Yurianto dalam alinea yang terakhir.

Terkait vaksinasi ini, Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Sulut dr Steven Dandel mengakui, saat ini sementara tahap pendataan penerima vaksin. Dia juga membenarkan jika rentan masyarakat yang bakal mendapatkan vaksin berada pada umur 18-59 tahun. “Untuk jumlah penerima pada tahap pertama ini masih dilakukan pendataan,” beber dr Dandel, ketika dikonfirmasi Manado Post, semalam.

Lanjutnya, tahap pertama diberikan dalam waktu dekat. Disebutkan baru akan menyasar para tenaga medis. “Tahap kedua mungkin nanti Februari tahun depan. Itu untuk masyarakat umum,” tandas Dandel.

Sekadar diketahui, Uji klinik tahap 3 vaksin Covid-19 dari Sinovac yang dilaksanakan di Bandung berjalan baik. 1620 relawan sudah disuntikan vaksin untuk yang pertama. Ada banyak calon vaksin yang dikembangkan. Pemerintah membuka peluang bagi industri farmasi swasta.

Penyuntikan pertama uji coba vaksin Covid-19 dari Sinovac sudah diberikan kepada 1620 relawan. Seluruh relawan berasal dari Bandung. Uji klinik ini terus diawasi oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

”Vaksin Covid-19 yang akan diberikan kepada masyarakat sudah sesuai dengan peraturan dari BPOM,” ujar Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir. Sejauh ini belum ada kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI) yang dilaporkan. Sehingga ini menjadi catatan baik bagi BPOM untuk mengeluarkan Emergency Use Authorization (EUA) untuk vaksin yang diuji oleh Bio Farma dan Unpad itu.

Pemerintah telah menetapkan pengadaan Vaksin Covid-19 untuk Indonesia sebanyak 170 juta jiwa. Indonesia memerlukan vaksin Covid-19 sebanyak 340 juta dosis dalam kurun waktu setahun. ”Oleh karenanya, program vaksinasi Covid-19 ini harus dikawal sebaik mungkin dari seluruh stakeholder. Sehingga program ini dapat berjalan sesuai prosedur,” ungkap Honesti.

Direktur Registrasi Obat BPOM Riska Andalusia mengatakan pihaknya memberikan apresiasi kepada tim peneliti uji klinis fase 3 dan Bio Farma. Sebab mereka sudah menjalankan uji klinis fase 3 sesuai dengan rencana dan time line.

“Kami berharap juga, agar kegiatan uji klinis fase 3 ini, dilaksanakan sesuai dengan prinsip Cara Uji Klinis yang Baik (CUKB) dan validitas data dapat dipertanggung jawabkan,” ujar Riska. Nantinya, hasil dari uji klinis fase 3 akan digabungkan dengan hasil uji klinis fase 3 yang ada di negara lain. Negara yang melaksanakan uji klinis fase 3 vaksin Covid dari Sinovac ini antara lain Brazil, Chille, Turki, dan Bangladesh.

Setelah uji klinis fase 3 selesai, vaksin Covid-19 ini akan diproduksi oleh Bio Farma. Dalam produksinya harus memenuhi aspek mutu dan cara pembuatan obat uang baik. “Khasiat, kemanan, dan mutu harus dipenuhi oleh Bio Farma sebagai pendaftar vaksin Covid-19 untuk nanti dinyatakan layak atau tidak oleh BPOM untuk diproduksi hingga distribusi,” ungkap Riska.

Kepala BPOM Penny K Lukito menuturkan bahwa uji klinik merupakan tahap yang penting dalam pengembangan vaksin. Sebab sebagai data khasiat dan keamanan vaksin tersebut. Jika aman maka BPOM dapat mengeluarkan registrasi vaksin untuk bisa digunakan di Indonesia.

Jumat lalu (16/10) Tim Inspektur BPOM meninjau pelaksanaan uji klinik vaksin Covid-19 dari Sinovac di Puskesmas Garuda dan Puskesmas Dago di Bandung. ”Pada 8-9 September BPOM sudah menginspeksi ke seluruh center uji klinik,” ujar Penny.

Penny menambahkan tindakan perbaikan terhadap temuan hasil inspeksi sebelumnya sudah diterima. Sehingga diharapkan dapat meningkatkan kualitas uji klinik. “Inspeksi uji klinik merupakan salah satu pengawalan BPOM untuk memastikan uji kliniknsesuai dengan protokol yang sudah disetujui,” katanya.

Sementara itu, pemerintah berupaya meyakinkan bahwa vaksin yang akan diberikan kepada masyarakat nantinya benar-benar aman. Karena sebelum produksi masal, ada berbagai tahapan pengembangan yang harus diikuti oleh setiap produsen vaksin. Tidak hanya produsen di daam negeri, namun juga di seluruh dunia.

Tujuannya, memastikan keamanan dalam penggunaannya pada manusia. Termasuk di dalamnya mencakup rentang dosis yang aman untuk digunakan. ’’Keamanan vaksin bagi masyarakat itu menjadi prioritas dan tugas utama pemerintah,’’ ujar juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito. Khusus di Indonesia, pengadaan vaksin dikawal oleh BPOM.

“Kita memastikan Badan POM melakukan evaluasi terhadap protokol uji klinis yang dilakukan,’’ lanjutnya. Selain itu, ada syarat produksi yang harus mendapatkan sertifikasi cara pembuatan obat yang baik (CPOB). Harapannya, ketika izin edar terbit, produk yang dihasilkan benar-benar sesuai harapan. Pada bagian lain, pemerintah turut menyiapkan pabrik pendukung untuk produksi vaksin Covid-19 Biofarma. Rencananya, pemerintah bakal melibatkan swasta.

Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/Kepala BRIN) Bambang PS Brodjonegoro menuturkan, agenda pelibatan swasta dalam produksi vaksin Covid-19, nantinya sebagai subcon dari Bio Farma. Di mana, proses tahap uji klinis, registrasi produksi, dan semua persiapan tetap dilakukan Bio Farma. “Nantinya para industri farmasi swasta-swasta ini akan berada di bawah Bio Farma,” ujarnya.

Bambang mengatakan, pemerintah akan mulai mengundang pihak swasta untuk bergabung dan melihat swasta mana saja yang sudah siap. Nantinya, mereka akan dihubungkan dengan Bio Farma. “Sehingga dapat dibuat konsorsium produsen vaksin. Tentunya dengan mengikuti prosedur,” ungkapnya.

Pada akhir pekan lalu, Mantan Menteri Keuangan itu sudah mengunjungi salah satu kandidat pabrik pendukung. Yakni,  pabrik vaksin PT Biotis Prima Agrisindo di Bogor, Jawa Barat. Kunjungan ini, kata dia, merupakan salah satu upaya pemerintah dalam melihat kesiapan calon pabrik vaksin Covid-19 pendukung Bio Farma.

Turut mendampingi pada kunjungan ini, Staf Ahli Bidang Infrastruktur Ali Ghufron Mukti, Kepala Lembaga Biologi Molekuler Eijkman Amin Soebandrio, dan jajaranpihak PT Biotis Prima Agrisindo. “Perlu sekali kita untuk melihat kesiapan dan kemampuan dari calon-calon pabrik vaksin Covid-19, mengingat Bio Farma dengan segala pengalamannya tentu perlu dukungan pemerintah dan swasta industri farmasi dalam memproduksi vaksin,” paparnya.

PT Biotis Prima Agrisindo sebelumnya merupakan perusahaan pengembang dan produsen vaksin hewan, di mana saat ini baru saja mendapatkan izin industri farmasi khusus pengembangan farmasi manusia. Pabrik vaksin yang berdiri di atas tanah 45.000 meter persegi ini mempunyai fasilitas terdiri dari ruang produksi vaksin aktif, ruang produksi vaksin inaktif (vaksin yang telah dijinakkan), dan laboratorium penguji Bio Safety Level III.

CEO PT Biotis Prima Agrisindo FX Sudirman mengaku, awalnya, pabrik memang didesain untuk vaksin hewan. namun melihat kebutuhan produksi vaksin manusia saat ini maka pihaknya berikhtiar ikut berkontribusi. “Dan kami sudah mendapatkan izin industri farmasi khusus pengembangan farmasi manusia, namaanya Biotis Pharmaceutical Indonesia,” ungkap Sudirman.(cw-01/gnr)

Estimasi Sasaran Pemberian  Imunisasi Covid-19 Provinsi Sulut:

  1. Tenaga Kesehatan

dan Petugas

Pendukung Lainnya:

Sipil: 8.285

TNI: 97

Polri: 175

 

  1. Anggota BPJS PBI:

848.796

 

  1. Petugas Pelayanan Publik:

Satpol-PP 2.973

TNI 6.509

Polri 7.036

Lainnya 124.335

 

  1. Masyarakat

dan Pelaku

Ekonomi Lainnya:

654.074

Total Sasaran: 1.652.280

*Sumber: Surat bernomor SR.02.06/II/0950/2020 tanggal 19 Oktober 2020 dari Kemenkes RI Ditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Diolah Manado Post.

-

Artikel Terbaru

Mor-HJP Kantongi 126.124 Suara Kans Menang

Pasangan Calon Wali Kota Manado Mor Dominus Bastiaan dan Wakil Wali Kota Manado Hanny Joost Pajouw (Mor-HJP) kans menang di Pilwako Manado, 9 Desember.

Tetap Sapa Warga Walau Hujan, SGR Banjir Pujian

Calon Bupati Minut Shintia Gelly Rumumpe (SGR), Senin (30/11) menyapa masyarakat yang ada di Kecamatan Likupang Timur. Hujan tak menghalangi SGR bertemu warga. Begitu juga warga yang rela hujan-hujanan demi bertatap muka dengan calon nomor urut 1 itu.

Ingin Bertemu VAP, Ribuan Warga Kotamobagu, Boltim dan Bolmong Turun ke Jalan

Dr (HC) Vonnie A Panambunan STh (VAP), dinilai sosok yang paling pantas dan tepat memimpin Sulawesi Utara (Sulut).

Ini Nih Tips Hadapi Aquaplaning saat Hujan

MANADOPOST.ID—Daihatsu bersama GT Radial kembali selenggarakan acara bertajuk Ngobrol Asik dengan konsep talkshow yang edukatif dan dapat dinikmati oleh Sahabat Daihatsu di seluruh Indonesia. Kali ini, Daihatsu membahas seputar tips teknik berkendara dalam mengantisipasi berbagai kondisi, khususnya saat musim penghujan dan menghadapi kondisi Aquaplaning.

Humiang Lantik Ketua dan Pengurus Karang Taruna 

Pjs Wali Kota Bitung Drs Edison Humiang MSi, melantik pengurus Karang Taruna Bitung masa bakti 2020-2025 di Lantai 4 Kantor Wali Kota Bitung, Senin (30/11).