24 C
Manado
Jumat, 4 Desember 2020

Hapus Fee dan Proyek Mubazir!

MANADOPOST.ID—Banyaknya mubazir dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APDP) di Sulut, tuai sorotan.

Sorotan datang dari pasangan calon (paslon) bupati dan wakil bupati Minahasa Selatan (Minsel) nomor urut 1 Royke Sondakh-Harits Andri Umboh (ROSO-HARUM) dalam debat sesi kedua , Rabu (18/11) malam.

Berdasarkan amatannya, selang 15 tahun terakhir, APBD Minsel didominasi proyek mubazir. Yang nilainya mencapai puluhan hingga ratusan miliar tetapi tidak bersentuhan langsung dengan kepentingan masyarakat.

“Bagaimana tanggapan kedua paslon yang bersentuhan dengan pemerintah saat ini menanggapinya?,” tanya dia kala itu.

Ditambahkan Umboh, proyek-proyek mubazir tersebut sudah ikut mempengaruhi kesejahteraan masyarakat. “Untuk itu kita harus berkomitmen ke depan bahwa proyek-proyek yang tergolong tidak menguntungkan masyarakat harus dikikis. Olehnya, kami berkomitmen menjalankan program-program pro rakyat,” tutur dia.

Calon Bupati (Cabup) Frangky Donny Wongkar (FDW) saat menanggapi pertanyaan tersebut mengungkapkan, penyusunan program kerja dalam APBD dilakukan berdasarkan RPJMD yang dibahas bersama. “Seharusnya itu mengacu pada program kerja yang ditentukan pemerintah. Semua dilakukan secara transparan,” tutur dia.

Sementara itu, Cabup Michaela Elsiana Paruntu (MEP) menyatakan pihaknya masih baru dalam pemerintahan. Bukan bagian pemerintahan sebelumnya. Namun, dia memastikan akan melalukan perencanaan dari bawah atau botom up. Melewati prosesnya panjang yang dibahas hingga DPRD.

“Karena kami orang baru kami mempercayakan itu untuk dibahas sesuai ketentuan yang berlaku yang ujungnya demi kepentingan masyarakat. Tidak untuk memperkaya diri sendiri,” urai dia.

Ditambahkan Cawabup Ventje Tuela (VT), keduanya komit dalam penyusunan APBD. “Kami komit semua program kerja betul-betul berpihak pada masyarakat,” tegas dia.

Di sisi lain, terwujudnya Minahasa Selatan yang maju, makmur, dan mandiri adalah harapan MEP-VT. Hal tersebut akan mereka wujudkan melalui strategic leadership MEPVT.

“M adalah measure, dimana kita bisa melihat semua kebijakan MEP-VT dapat diukur masyarakat Minsel. E effectivitness, yaitu semua kebijakan dapat tepat sasaran. P adalah program, dimana priority program yang dapat menyelesaikan persoalan daerah. V valuable, semua keberadaan MEP-VT pasti akan memberikan manfaat. T transparency, MEP-VT pasti akan melibatkan masyarakat dan birokrasi agar Minsel, masyarakatnya maju, tani tukangnya makmur, bisnis UMKM mandiri,” jelasnya.
“Karena itu, maju bersama, makmur bersama, mandiri bersama, MEP dan VT,” tutur dia.

ROSO-HARUM sebelumya mengatakan, persoalan mendasar Minahasa Selatan adalah pengelolaan APBD yang tidak benar dan tidak semestinya.

“Tujuan APBD itu cuman satu yaitu untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. Dari 10 15 tahun lalu APBD kita tiap tahun meningkat dari sekitar 300 miliar sekarang sudah Rp1,2 triliun, harusnya kesejahteraan rakyat itu harus berbanding lurus dengan kenaikan uang belanja APBD itu. Tapi di Minahasa Selatan terjadi sebaliknya, mendapat uang belanja yang setiap tahun meningkat tapi kesejahteraan masyarakat justru semakin menurun, indeks kemiskinan itu semakin besar,” tuturnya.

Yang kedua lanjutnya, pelayanan publik terutama masih banyak daerah-daerah yang salah satu contoh sulit untuk mendapatkan air bersih dan juga pendapatan masyarakat yang masih di bawah standar sehingga banyak keluarga-keluarga yang berada pada status sedikit lagi mereka bisa jatuh miskin, dan ke hal-hal lain yang kami soroti adalah tentang biaya hidup yang ekonomi tinggi, barang yang dijual di Minahasa Selatan itu mempunyai jalur yang cukup panjang yakni dari Bitung ke daerah Minahasa Selatan.

“Selanjutnya ada masalah lingkungan hidup disitu ada puluhan ribu hektar lahan mati di Minahasa Selatan yang dari tahun ke tahun tidak pernah diintervensi oleh pemerintah, yang harusnya bisa dimanfaatkan untuk masyarakat petani. Dan yang terakhir adalah masalah tenaga kerja terampil, kita punya angkatan kerja usia-usia kerja banyak tapi banyak sekali pemuda-pemuda kita anak-anak milenial kita tidak punya keterampilan apa-apa, sertifikasi tenaga terampil untuk bekerja tidak ada, dunia kerja itu banyak butuh lowongan kerja itu banyak tapi harus disertai dengan keterampilan, semua masalah ini kami punya 96 program kerja yang akan menuntaskan semua permasalahan yang ada,” jelas dia.

Sementara FDW dan Pdt Petra Yani Rembang (FDW-PYR) mengatakan kecerdasan adalah kesempatan untuk berubah karena satu-satunya yang permanen dalam hidup adalah perubahan itu sendiri.

“Pelayanan publik ditujukan untuk memenuhi hak dan kebutuhan dasar masyarakat. Kami akan membangun kepercayaan, mempertegas hak dan kewajiban masyarakat sekaligus meningkatkan kualitas jaminan penyediaan pelayanan publik. FDW-PYR akan mendorong kualitas pelayanan publik melalui peningkatan infrastruktur jalan dan jembatan, kita bangun fasilitas air bersih, pemukiman, olahraga, trotoar, taman kota, akses internet gratis di ruang publik,” katanya.

Kemudian peningkatan kualitas layanan kesehatan, pengadaan ambulance di setiap kecamatan, stimulan paket perlengkapan sekolah bagi peserta didik SD dan SMP, penguatan kompetensi guru, pemberian laptop untuk guru dan siswa berprestasi, kita bangun kembali ruang belajar yang rusak, perbaiki toilet sekolah serta inisiasi pembangunan perguruan tinggi pengembangan e-government dan e-sport.

“Persoalan pelayanan publik yang terkesan lama dan berbelit-belit kita selesaikan, regulasi kita terbitkan, sumber daya manusia kita latih, sarpras di PTSP, Dukcapil dan kantor kecamatan kita lengkapi, layanan disabilitas kita sediakan, kita tingkatkan insentif tenaga kesehatan operator PTSP dan Disdukcapil,” terangnya.

Dalam debat Pilbup Minahasa Utara (Minut). Transparansi pengelolaan APBD juga disentil para paslon. Calon bupati dan wakil bupati Minut nomor urut 2 Joune Ganda-Kevin W Lotulung (JG-KWL) mengakui masih banyak pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Minut.

Seperti korupsi yang menyengsarakan rakyat, narkoba yang merusak generasi, kejahatan terhadap perempuan dan anak serta masalah ketenagakerjaan, memaksa JG-KWL mempersiapkan program dan langkah terbaik untuk menyelesaikannya.

“Masalah stunting, Covid-19, pertambangan dan pengelolaan sumber energi bagi masyarakat khususnya di daerah kepulauan telah kami masukkan dalam daftar masalah-masalah penting yang harus diselesaikan. Untuk membereskan masalah korupsi kami akan fokus pada empat program utama revormasi birokrasi, transparansi, edukasi dan peningkatan kesejahteraan. Kami akan menutup ruang, sekali lagi kami akan menutup ruang dan kesempatan bagi siapapun untuk melakukan suap, pemerasan, gratifikasi dan jual beli jabatan,” tuturnya.

Kemudian, masalah narkoba akan kami atasi melalui penguatan kerjasama edukasi dan membangun kantung-kantung inisiasi untuk penciptaan ruang kreatif produktif terutama bagi generasi muda. “Perlindungan terhadap perempuan dan anak akan kami perkuat. Segala bentuk kejahatan terhadap perempuan dan anak baik verbal, non verbal, nyata, virtual, jelas akan kami dorong ke arah proses hukum,” ucap JG.

Selanjutnya, di sektor kesehatan kami akan mendorong serendah mungkin angka stunting di Minut, meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dan segera menjalankan kartu Minut hebat. “Kami juga memastikan perluasan pembangunan infrastruktur untuk memanfaatkan sumber energi baru terbarukan sehingga tidak ada lagi rakyat Minut mengeluh tentang listrik,” kuncinya.

Paslon nomor urut 1 Shintia Gelly Rumumpe dan Agnes Pantouw (SGR-NAP), mendapat kesempatan pertama menyampaikan visi-misi. “SGR-NAP satu visi, menjadikan Minahasa Utara berintegritas. Dalam demokrasi, hukum menjadi pilar penting. Karena demokrasi tanpa hukum, niscaya hanya melahirkan kompetisi tanpa aturan main,” kata NAP.

Lanjutnya, SGR-NAP berkomitmen, dalam terciptanya masyarakat yang taat hukum serta melakukan pendampingan hukum pada kaum marginal. “Pemberantasan narkoba juga menjadi salah satu komitmen kami. Sebagai pemimpin perempuan, SGR-NAP berkomiten penuh dalam pemberantasan kejahatan terhadap perempuan dan anak,” jelasnya.

NAP melanjutkan, pihaknya memiliki sejumlah program kesehatan fisik maupun mental utik masyarakat Minut. “Kami berkomitmen membantu masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19. Juga menciptakan lapangan kerja yang berkualitas dengan mengembangkan potensi sumber daya manusia termasuk generasi milenial dan sumber saya alam. Potensi tambang dan energi juga akan dimanfaatkan untuk pengembangan ekonomi masyarakat,” tandasnya.

Paslon nomor urut 3 Sompie Singal dan Joppy Lengkong (KISS-JO), mengatakan visi mereka ialah terwujudnya Minahasa Utara yang unggul sejahtera dan berbudaya, misi kami menciptakan birokrasi pemerintahan yang baik, bersih dan melayani, kemudian meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

“Kami menyadari ini adalah visi dan misi kami namun tanpa campur tangan Tuhan semuanya tidak akan terjadi. Tetapi Kami memohon kepada Tuhan, jikalau Tuhan berkenan semuanya akan terjadi sesuai kehendak Tuhan karena kami sangat merasakan penyertaan Tuhan dan mujizat Tuhan tetap akan terjadi dalam hidup dan perjuangan kami,” ujarnya.

Dirinya mengutip, ayat Alkitab Amsal 3 ayat 5 Percayalah kepada Tuhan dengan segenap hatimu dan dengan segenap kekuatanmu Dan juga janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri, ini yang telah kami laksanakan.

“Untuk menunjang program dari pada visi misi kita ini untuk memberantas korupsi kami akan membangun pemerintahan elektronik atau disebut E-government,” sambung Joppi Lengkong.

Kemudian penempatan pejabat yang tepat dengan prinsip the right man on the right place. “Selanjutnya peningkatan pengawasan internal dan eksternal dan peningkatan kesejahteraan ASN dan perangkat desa di bidang kesehatan dan penanganan Covid-19, bahwa kami akan meningkatkan pelayanan Puskesmas selama 24 jam.

Pada bidang pemberantasan korupsi, narkotika dan kekerasan pada perempuan dan anak kami akan melakukan kerjasama dengan pimpinan agama dan tokoh-tokoh masyarakat. Kemudian di bidang ketenagakerjaan, kami memberikan pelatihan bagi tenaga kerja produktif dan menciptakan lapangan pekerjaan,” tukasnya.(*)

-

Artikel Terbaru

Desa Wisata Candirejo Borobudur Tawarkan Sensasi Budaya Jawa

Salah satu desa wisata tradisional yang terkenal #DiIndonesiaAja adalah Desa Penglipuran, Bali. Nah, selain itu, masih banyak desa wisata tradisional lain, termasuk yang lokasinya tak jauh dari Candi Borobudur, Jawa Tengah.

Bajeto 341 Lingkungan Solid Menangkan JGE-VB

Kekuatan pendukung dan simpatisan Pasangan Calon (Paslon) Jilly Gabriella Eman-Virgie Baker, (JGE-VB) kian hari terus bertambah.

Pilih Mor, Rekaman Bersama Enda Ungu

Personel Band Ungu Franco Medjaya Kusumah atau akrab disapa Enda, menunjukkan keseriusannya memenangkan Pasangan Calon (Paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Manado, Mor Bastiaan-Hanny Joost Pajouw (Mor-HJP).

VAP – HR Merajai Pelosok Sulut

Sosok calon Gubernur Sulut Dr (HC) Vonnie Anneke Panambunan STh yang selalu peduli masyarakat kecil, terus dicintai warga hingga di daerah pelosok di 15 kabupaten/kota se-Sulut.

Perhatian-perhatian! Pintu Teater Dibuka 5 Desember

"Perhatian-perhatian. Pintu teater telah dibuka. Bagi Anda yang telah memiliki karcis dipersilahkan untuk memasuki ruangan teater…” Rindu dengar kalimat tersebut? Sebentar lagi rindu anda terobati.