27.4 C
Manado
Minggu, 26 Juni 2022

Banner Mobile (Anymind)

CEP-Sehan Belum Pastikan Gugatan ke MK

- Advertisement -

MANADOPOST.ID—Usai sidang pleno rekapitulasi suara Pilgub 2020, langkah dua pihak yang kalah dinanti masyarakat. Paslon Christiany Eugenia Paruntu (CEP)-Sehan Landjar hingga tadi malam, belum menentukan sikap akan menggugat hasil tersebut ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Wakil Ketua Golkar Sulut Feryando Lamaluta belum memastikan langkah pihaknya usai rekapitulasi suara pilgub 2020.

“Kami masih akan melaporkan hasilnya kepada paslon dan seluruh partai pengusung. Nanti kita lihat akan bagaimana. Kan masih ada waktu,” ungkap dia yang juga dipercaya menjadi saksi CEP-Sehan pada pleno rekapitulasi suara Pilgub 2020, semalam.

Menurut dia, ada berbagai proses yang harus dilewati sehingga butuh waktu untuk memastikan keputusan ke depan. Lagipula, kata dia, banyak waktu tersisa.

- Advertisement -

“Sekarang kan tinggal virtual saja bisa. Jadi lebih cepat. Kami segera laporkan dan hasilnya kita share ke publik,” tutur dia.

Dia mengakui masih banyak kekurangan dalam pelaksanaan Pilkada Serentak, kali ini. Terutama dalam pelaksanaan pesta demokrasi pertama di masa pandemi.

Namun hal itu baiknya menjadi evaluasi bersama. “Soal kecurangan itu tentu harus dikaji. Makanya kami akan rapatkan. Yang pasti ada banyak hal yang perlu dievaluasi bersama,” tukasnya. (jen)

MANADOPOST.ID—Usai sidang pleno rekapitulasi suara Pilgub 2020, langkah dua pihak yang kalah dinanti masyarakat. Paslon Christiany Eugenia Paruntu (CEP)-Sehan Landjar hingga tadi malam, belum menentukan sikap akan menggugat hasil tersebut ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Wakil Ketua Golkar Sulut Feryando Lamaluta belum memastikan langkah pihaknya usai rekapitulasi suara pilgub 2020.

“Kami masih akan melaporkan hasilnya kepada paslon dan seluruh partai pengusung. Nanti kita lihat akan bagaimana. Kan masih ada waktu,” ungkap dia yang juga dipercaya menjadi saksi CEP-Sehan pada pleno rekapitulasi suara Pilgub 2020, semalam.

Menurut dia, ada berbagai proses yang harus dilewati sehingga butuh waktu untuk memastikan keputusan ke depan. Lagipula, kata dia, banyak waktu tersisa.

“Sekarang kan tinggal virtual saja bisa. Jadi lebih cepat. Kami segera laporkan dan hasilnya kita share ke publik,” tutur dia.

Dia mengakui masih banyak kekurangan dalam pelaksanaan Pilkada Serentak, kali ini. Terutama dalam pelaksanaan pesta demokrasi pertama di masa pandemi.

Namun hal itu baiknya menjadi evaluasi bersama. “Soal kecurangan itu tentu harus dikaji. Makanya kami akan rapatkan. Yang pasti ada banyak hal yang perlu dievaluasi bersama,” tukasnya. (jen)

Most Read

Artikel Terbaru

/