30C
Manado
Jumat, 26 Februari 2021

Target Investasi Sulut 13 Triliun

MANADOPOST.ID—Investasi di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) digenjot pemerintah. Bahkan di tengah pandemi Covid-19, investasi terus berjalan. Solusi dan terobosan bakal terus dicari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut dalam menarik investasi.

Wakil Gubernur Sulut Steven Kandouw mengatakan Penanaman Modal Asing (PMA) maupun Perusahaan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) harus ditingkatkan.

“Kita harus mengerti pandemi Covid-19 ini menghambat proses investasi. Namun tetap kita tingkatkan. Saya sudah sampaikan ke Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Sulut, untuk jemput bola menarik investor. Jadi PMA dan PMDN perlu difasilitasi. Iklim investasi kita semakin ramah,” tuturnya.

Kandouw menegaskan, jika ada investor yang ingin berinvestasi harus local content, baik tenaga kerjanya maupun bahan-bahannya.

“Yang pasti tenaga kerja harus lokal. Minimal 60 persen. Kalau bisa bantu mereka mengurus proses perizinan dan dokumen-dokumen lain. Jangan persulit. Harus dipercepat, jangan menghambat. Dan saya juga sudah meminta Kepala DPMPTSP agar mengawasi langsung jajarannya. Jangan ada hal-hal yang dilakukan tidak sesuai ketentuan aturan,” bebernya.

Kepala DPMPTSP Sulut Franky Manumpil saat ditemui mengatakan, iklim investasi di Sulut semakin ramah. Semua proses perizinan telah sesuai ketentuan dan perundang-undangan, maka akan langsung diproses dan tidak berbelit-belit.

“Semua proses perizinan kita sekarang mudah. Dan tentu saat ini kita berupaya agar investasi tetap datang ke Sulut. Lobi dan koordinasi dengan pemerintah pusat terus berjalan. Dan tahun 2021 ini kita rencanakan nilai investasi menyentuh angka 13 triliun. Itu baik investasi usulan hingga investasi lanjutan seperti Bendungan Kuwil, Bandara Sam Ratulangi, dan pekerjaan lainnya,” sebutnya.

Manumpil menjelaskan, rencana investasi tersebut berdasarkan hasil analisa berdasarkan data yang ada.

“Nilai ini tentu bisa naik. Karena ini merupakan analisa saya berdasarkan data. Dan untuk realisasi investasi nanti akan kita beber pada 25 Januari mendatang, jika semua sudah dirampungkan. Ini baru rencana baik usulan maupun lanjutan pekerjaan di Sulut. Tapi tentu di masa pandemi ini, sangat berpengaruh terhadap kondisi investasi di daerah,” kuncinya. (ewa/gel)

Artikel Terbaru