25C
Manado
Jumat, 26 Februari 2021

Pukat Harimau `Musnahkan` Ikan Endemik Danau Tondano

MANADOPOST.ID–Para nelayan tradisional diseputaran Danau Tondano terus memprotes penggunaan alat penangkap ikan pukat harimau atau trawl oleh nelayan modern.

Mereka menilai, pukat harimau dan perangkat sejenisnya berdampak negatif terhadap lingkungan serta kelestarian ikan endemik asal Danau Tondano yaitu ikan komunal atau nike.

“Kami sebagai masyarakat yang bergantung hidup sebagai nelayan merasa dirugikan dengan adanya soma besar atau pukat harimau yang menangkap ikan di Danau Tondano,” ucap, Steven salah satu nelayan.

Menurut dia, kelestarian Danau Tondano terancam punah dengan adanya aktivitas tangkap ikan menggunakan pukat harimau.

“Ekosistem Danau Tondano dapat terganggu. Semua ikan besar hingga kecil seperti nike terjebak jika memakai soma besar. Jika terus terjadi, payanka serta anak payanka atau nike terancam punah, dan nike yang sudah jadi ciri khas Tondano tak dapat lagi dinikmati kedepan,” jelas dia.

Diketahui, sebelumnya para nelayan tradisional pesisir Danau Tondano tahun lalu sempat menduduk Gedung Manguni untuk menyampaikan aspirasi tersebut. Dan pihak Pemkab telah mengeluarkan larangan-larangan akan penggunaan pukat harimau. Namun masih saja didapati ada yang masih menjalankan aktivitas tangkap ikan dengan pukat hatimau.

“Kami sebagai nelayan kecil berharap, ada tim dari Pemkab Minahasa yang rutin patroli dan memberikan sanksi keras kepada nelayan yang masih menggunakan soma besar dalam menangkap ikan,” tambah Stery Kamasi selaku koordinator nelayan yang pernah melayangkan protes beberapa waktu lalu.

Terpisah, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Pemkab Minahasa Lendy Aruperes membenarkan akan larangan penggunaan pukat besar di Danau Tondano.

“Ya, penggunaan pukat harimau saat ini dilarang, karena mengganggu ekosistem. Untuk sanksinya masih dibahas dalam Perbup, yang sementara dirancang dan menunggu pengesahan,” kuncinya.(cw-01/gnr)

Artikel Terbaru