28.4 C
Manado
Minggu, 20 Juni 2021
spot_img

Gaji Dua Bulan JAK Belum Dibayar, Ini Penjelasan Sekwan

MANADO—Pembayaran gaji James Arthur Kojongian (JAK) selama dua bulan belum bisa dilakukan Sekretariat DPRD Sulut (Setwan). Meski jajaran Setwan sudah melakukan kajian, namun hingga sekarang, gaji politikus Partai Golkar itu belum bisa dibayarkan. Saat diwawancarai wartawan, Selasa (21/4) kemarin, Sekretaris DPRD (Sekwan) Glady Kawatu menegaskan, langkah tersebut sudah berdasarkan kajian.

“Untuk gaji Pak James sebagai Wakil Ketua DPRD Sulut tidak bisa dibayarkan. Karena kami (Setwan) mengacu pada putusan Badan Kehormatan (BK) yang telah ditetapkan dalam paripurna. Itu mengikat ke dalam,” jelas Kawatu.

Kajian Setwan tak sampai di situ. Diuraikan Kawatu, pihaknya mencoba membayar gaji JAK dalam statusnya sebagai anggota dewan, bukan pimpinan. “Kami sudah rapatkan itu. Kami kaji. Namun ternyata ada surat dari Partai Golkar yang menjelaskan jika partai tak akan mengganti posisi Pak James di wakil ketua dewan. Dengan begitu Pak James tidak sedang berada di AKD. Sementara pembayaran penghasilan legislator punya sejumlah komponen yang tak bisa dibayar pisah. Sebagian besar berisi tunjangan AKD. Sementara Pak James sedang tak berada di AKD manapun,” jelasnya. Akhirnya, lanjut Kawatu, Setwan belum bisa membayar gaji JAK dalam status anggota DPRD.

Kawatu menekankan, pihaknya sangat menghormati proses yang sedang dilakukan Kemendagri terkait pengajuan pemberhentian JAK dari wakil ketua DPRD berdasarkan putusan paripurna. “Kami hormati prosesnya. Sembari saya minta semua pihak bersabar. Pasti gaji Pak James dibayarkan karena apa yang kami lakukan ini juga untuk melindungi semua pihak. Baik kami sebagai pemegang anggaran maupun penerima anggaran. Karena dalam urusan keuangan, harus jelas aturannya,” tandas Kawatu.

Di tempat yang sama, Kabag Keuangan Setwan Dammy Tendean menjelaskan, penghasilan legislator baik pimpinan maupun anggota DPRD berisi banyak komponen. Termasuk tunjangan untuk AKD. “Untuk penghasilan tetap memiliki 10 komponen. Enam di antaranya dibayar berdasarkan tunjangan AKD. Sementara Pak James belum berada di AKD. Kami tak bisa membayar hanya empat komponen. Karena ini satu kesatuan,” jelasnya.(gel)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Artikel Terbaru