25.4 C
Manado
Selasa, 16 Agustus 2022

Viral di Manado, Bocah 13 Tahun Ditemukan Tak Bernyawa Dalam Karung, Diduga Diperkosa Sebelum Dibunuh

MANADOPOST.ID— Warga Sulawesi Utara (Sulut) kemarin (21/5) dibuat geger. Seorang bocah 13 tahun, Marsela Sulu, ditemukan tak bernyawa dengan kondisi mengenaskan di perkebunan Desa Koha, Kecamatan Mandolang, Minahasa.

Sela, sapaan akrab korban, diduga diperkosa dan dibunuh. Pelaku sampai berita ini diturunkan masih dalam pengejaran aparat kepolisian. Desakan agar pelaku nantinya dihukum mati mengalir deras dari warga Manado. “Sudah saatnya diberlakukan hukuman mati bagi mereka yang berhati bejat dan buta hati,” ujar Ibrahim, warga Manado.

Sementara itu, sejak kemarin ramai di media sosial warganet menyebar foto terduga pelaku. Salah satunya akun FB Donny A Sulu. Dia mengunggah tangkapan layar foto berdampingan, korban dan pelaku. Pelaku terlihat berbadan besar dan berambut cepak. Postingan tersebut terpantau sudah dibagikan 1.800–an kali. Di kolom komentar, netizen mengutuk si pelaku. Mereka juga meminta aparat kepolisian menghukum mati pelaku jika sudah ditemukan.

Seperti diketahui, kasus hilangnya Sela sempat viral di media sosial. Bocah tak berdosa ini kemarin pagi ditemukan dalam keadaan tak bernyawa di Desa Koha, Jaga Satu, Kecamatan Mandolang, tepatnya di perkebunan Karumama, di bawah pohon pala. Anggota Polsek Pineleng dipimpin Kapolsek IPTU Marudut Pasaribu besama anggota dibantu Tim Paniki Polresta Manado langsung mengembangkan kasus. “Pelaku masih dalam pengejaran,” kata Kapolsek.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Jenazah Sela saat ini disemayamkan di rumah duka di Desa Koha Barat. Duka mendalam sangat terasa. Kepergian Sela karena dibunuh dengan keji, meninggalkan kesedihan di hati keluarganya. Apalagi sang ayah, Edy Sulu.

Edy yang semalam terlihat menemani peti jenazah Sela yang sudah tertutup, tak diizinkan lagi dibuka, tampak sangat berduka. Airmata sesekali menetes di wajah sendunya. Pada wartawan, Edy menceritakan kenangan terakhir dengan putrinya tersebut. “Saya sempat ajak ke ibadah kolom. Tapi Sela menolak. Malam itu dia juga meminta 3 ribu untuk beli sosis,” kata Edy, terbata. Menahan tangis, Edy melanjutkan ceritanya. Uang yang diminta Sela, dia berikan. “Sela sudah dari pagi ingin sekali makan sosis,” tambahnya lagi, sambil menangis.

Malam itu Sela menghilang. Edy sempat mencari keberadaan Sela, karena sudah larut tak kunjung pulang. Warga Desa Koha pun ikut mencari keberadaan bocah yang dikenal rajin dan baik hati tersebut. Nahas, pada Jumat (21/5), Sela ditemukan tewas mengenaskan.(tim mp)

MANADOPOST.ID— Warga Sulawesi Utara (Sulut) kemarin (21/5) dibuat geger. Seorang bocah 13 tahun, Marsela Sulu, ditemukan tak bernyawa dengan kondisi mengenaskan di perkebunan Desa Koha, Kecamatan Mandolang, Minahasa.

Sela, sapaan akrab korban, diduga diperkosa dan dibunuh. Pelaku sampai berita ini diturunkan masih dalam pengejaran aparat kepolisian. Desakan agar pelaku nantinya dihukum mati mengalir deras dari warga Manado. “Sudah saatnya diberlakukan hukuman mati bagi mereka yang berhati bejat dan buta hati,” ujar Ibrahim, warga Manado.

Sementara itu, sejak kemarin ramai di media sosial warganet menyebar foto terduga pelaku. Salah satunya akun FB Donny A Sulu. Dia mengunggah tangkapan layar foto berdampingan, korban dan pelaku. Pelaku terlihat berbadan besar dan berambut cepak. Postingan tersebut terpantau sudah dibagikan 1.800–an kali. Di kolom komentar, netizen mengutuk si pelaku. Mereka juga meminta aparat kepolisian menghukum mati pelaku jika sudah ditemukan.

Seperti diketahui, kasus hilangnya Sela sempat viral di media sosial. Bocah tak berdosa ini kemarin pagi ditemukan dalam keadaan tak bernyawa di Desa Koha, Jaga Satu, Kecamatan Mandolang, tepatnya di perkebunan Karumama, di bawah pohon pala. Anggota Polsek Pineleng dipimpin Kapolsek IPTU Marudut Pasaribu besama anggota dibantu Tim Paniki Polresta Manado langsung mengembangkan kasus. “Pelaku masih dalam pengejaran,” kata Kapolsek.

Jenazah Sela saat ini disemayamkan di rumah duka di Desa Koha Barat. Duka mendalam sangat terasa. Kepergian Sela karena dibunuh dengan keji, meninggalkan kesedihan di hati keluarganya. Apalagi sang ayah, Edy Sulu.

Edy yang semalam terlihat menemani peti jenazah Sela yang sudah tertutup, tak diizinkan lagi dibuka, tampak sangat berduka. Airmata sesekali menetes di wajah sendunya. Pada wartawan, Edy menceritakan kenangan terakhir dengan putrinya tersebut. “Saya sempat ajak ke ibadah kolom. Tapi Sela menolak. Malam itu dia juga meminta 3 ribu untuk beli sosis,” kata Edy, terbata. Menahan tangis, Edy melanjutkan ceritanya. Uang yang diminta Sela, dia berikan. “Sela sudah dari pagi ingin sekali makan sosis,” tambahnya lagi, sambil menangis.

Malam itu Sela menghilang. Edy sempat mencari keberadaan Sela, karena sudah larut tak kunjung pulang. Warga Desa Koha pun ikut mencari keberadaan bocah yang dikenal rajin dan baik hati tersebut. Nahas, pada Jumat (21/5), Sela ditemukan tewas mengenaskan.(tim mp)

Most Read

Artikel Terbaru

/