23.4 C
Manado
Selasa, 16 Agustus 2022

Rakyat Sulut Solid Bergerak dan Bersinergi Tolak Tambang Mas Sangihe, Tunggu Belas Kasihan Presiden Jokowi

MANADOPOST.ID – Rakyat Sulawesi Utara (Sulut) solid bergerak dan bersinergi meminta pemerintah mencabut Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Tambang Mas Sangihe (TMS) di Kabupaten Kepulauan Sangihe. Terbukti, Kantor Gubernur Sulawesi Utara diduduki pendemo, Senin (21/6/2021). Pendemo yang tergabung dalam aliansi BEM Nusantara dan Komunikasi Pencinta Alam Sulut, menduduki Kantor Gubernur Sulut dengan aspirasi menolak PT TMS untuk masuk dan beroperasi di Sangihe.

 

Salah satu koordinator lapangan Kurnia Surentu meminta agar izin PT TMS segera dicabut. “Kita sangat berharap aspirasi ini diteruskan ke Pemerintah Pusat, untuk mencabut izin PT TMS. Jelas ini sangat merusak alam dan lingkungan, serta merugikan masyarakat Sangihe. Kami meminta pak gubernur untuk menyampaikan aspirasi kami ke pemerintah pusat agar izin PT Tambang Mas Sangihe dicabut secepatnya,” tegasnya.

 

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Dalam pantauan koran ini, pendemo yang menduduki Kantor Gubernur Sulut tersebut diterima langsung Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Pemprov Sulut Edison Humiang dan beberapa pejabat lain.
Kepada para pendemo, Humiang menegaskan bahwa sampai saat ini PT TMS belum melakukan aktivitas pertambangan. Humiang juga mengaku bahwa, aspirasi mahasiswa yang dilakukan tersebut, akan langsung disampaikan kepada Gubernur Sulut Olly Dondokambey (OD). “Pemprov Sulut bersama dengan kalian (para mahasiswa, Red). Kami akan membawa aspirasi ini ke Jakarta,” ungkapnya, saat menerima kegiatan demontrasi tersebut.

 

Bahkan Humiang merespon tuntutan pendemo untuk mencabut izin dari PT TMS. “Nanti tuntutan ini dibuatkan secara tertulis. Segera akan disampaikan kepada pimpinan dan dikirim ke pusat. Dan sebelumnya akan dibuatkan resume. Nantinya aspirasi ini berproses sesuai dengan mekanisme. Kita akan menampung dan menindaklanjuti semua aspirasi masyarakat. Apalagi kawan-kawan yang telah datang menyampaikan aspirasi di Kantor Gubernur Sulut ini,” tegasnya.

Petisi menolak Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Tambang Mas Sangihe (TMS) di Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara (Sulut), makin tak terbendung. Hingga Selasa (22/6) pukul 19.12 Wita, petisi yang dibuat di situs change.org itu teleh diteken nyaris 110.598 orang

Perlawanan di darat lewat demo pun sinergi dengan di udara melalui media sosial. Petisi menolak Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Tambang Mas Sangihe (TMS) di Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara (Sulut), makin tak terbendung. Hingga Selasa (22/6) pukul 19.12 Wita, petisi yang dibuat di situs change.org itu teleh diteken nyaris 110.598 orang. Rakyat pun meminta belas kasihan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi), yang baru saja berusia ke 60 tahun. Petisi ini didukung Badan Adat Sangihe, Yayasan Suara Nurani Minaesa, WALHI Sulut, YLBHI-LBH Manado, KNTI-Sangihe, Perkumpulan Sampiri Sangihe, Burung Indonesia, Forwas, FPMS, Kopitu Sangihe, AMAN Sangihe, IMM – Sulut, GAMKI Sangihe, Pemuda GMPU, Komunitas Seni Visual Secret, GP Ansor Sangihe, LMND Sulut, Gapoktan Organic Sangihe, AMPS, Kesatuan Pemuda Pegiat Budaya Sangihe, Kesatuan Kapitalaung (Kepala Desa) Menolak Tambang Sangihe, MPA Anemon, KPA Mangasa Ngalipaeng, KPA Spink, Sangihe Drivers Club, dan Sanggar Seriwang Sangihe. (ewa)

MANADOPOST.ID – Rakyat Sulawesi Utara (Sulut) solid bergerak dan bersinergi meminta pemerintah mencabut Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Tambang Mas Sangihe (TMS) di Kabupaten Kepulauan Sangihe. Terbukti, Kantor Gubernur Sulawesi Utara diduduki pendemo, Senin (21/6/2021). Pendemo yang tergabung dalam aliansi BEM Nusantara dan Komunikasi Pencinta Alam Sulut, menduduki Kantor Gubernur Sulut dengan aspirasi menolak PT TMS untuk masuk dan beroperasi di Sangihe.

 

Salah satu koordinator lapangan Kurnia Surentu meminta agar izin PT TMS segera dicabut. “Kita sangat berharap aspirasi ini diteruskan ke Pemerintah Pusat, untuk mencabut izin PT TMS. Jelas ini sangat merusak alam dan lingkungan, serta merugikan masyarakat Sangihe. Kami meminta pak gubernur untuk menyampaikan aspirasi kami ke pemerintah pusat agar izin PT Tambang Mas Sangihe dicabut secepatnya,” tegasnya.

 

Dalam pantauan koran ini, pendemo yang menduduki Kantor Gubernur Sulut tersebut diterima langsung Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Pemprov Sulut Edison Humiang dan beberapa pejabat lain.
Kepada para pendemo, Humiang menegaskan bahwa sampai saat ini PT TMS belum melakukan aktivitas pertambangan. Humiang juga mengaku bahwa, aspirasi mahasiswa yang dilakukan tersebut, akan langsung disampaikan kepada Gubernur Sulut Olly Dondokambey (OD). “Pemprov Sulut bersama dengan kalian (para mahasiswa, Red). Kami akan membawa aspirasi ini ke Jakarta,” ungkapnya, saat menerima kegiatan demontrasi tersebut.

 

Bahkan Humiang merespon tuntutan pendemo untuk mencabut izin dari PT TMS. “Nanti tuntutan ini dibuatkan secara tertulis. Segera akan disampaikan kepada pimpinan dan dikirim ke pusat. Dan sebelumnya akan dibuatkan resume. Nantinya aspirasi ini berproses sesuai dengan mekanisme. Kita akan menampung dan menindaklanjuti semua aspirasi masyarakat. Apalagi kawan-kawan yang telah datang menyampaikan aspirasi di Kantor Gubernur Sulut ini,” tegasnya.

Petisi menolak Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Tambang Mas Sangihe (TMS) di Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara (Sulut), makin tak terbendung. Hingga Selasa (22/6) pukul 19.12 Wita, petisi yang dibuat di situs change.org itu teleh diteken nyaris 110.598 orang

Perlawanan di darat lewat demo pun sinergi dengan di udara melalui media sosial. Petisi menolak Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Tambang Mas Sangihe (TMS) di Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara (Sulut), makin tak terbendung. Hingga Selasa (22/6) pukul 19.12 Wita, petisi yang dibuat di situs change.org itu teleh diteken nyaris 110.598 orang. Rakyat pun meminta belas kasihan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi), yang baru saja berusia ke 60 tahun. Petisi ini didukung Badan Adat Sangihe, Yayasan Suara Nurani Minaesa, WALHI Sulut, YLBHI-LBH Manado, KNTI-Sangihe, Perkumpulan Sampiri Sangihe, Burung Indonesia, Forwas, FPMS, Kopitu Sangihe, AMAN Sangihe, IMM – Sulut, GAMKI Sangihe, Pemuda GMPU, Komunitas Seni Visual Secret, GP Ansor Sangihe, LMND Sulut, Gapoktan Organic Sangihe, AMPS, Kesatuan Pemuda Pegiat Budaya Sangihe, Kesatuan Kapitalaung (Kepala Desa) Menolak Tambang Sangihe, MPA Anemon, KPA Mangasa Ngalipaeng, KPA Spink, Sangihe Drivers Club, dan Sanggar Seriwang Sangihe. (ewa)

Most Read

Artikel Terbaru

/