30.4 C
Manado
Jumat, 1 Juli 2022

VIRAL! Ternyata Gara-gara Ini Pelaku Tebas 2 Tangan Korban sampai Putus, Diciduk Resmob Polda Sulut

MANADOPOST.ID-Aksi menggunakan senjata tajam lagi-lagi makan korban. Tim Resmob Polda Sulut, dipimpin Katim Resmob AKP Muhammad Hasbi, berhasil mengamankan seorang pelaku penganiayaan berinisial OK, 47, warga Pakuure Dua, Kecamatan Tenga, Kabupaten Minahasa Selatan, Rabu (22/8).

Informasi dirangkum, pelaku telah melakukan penganiayaan pada korban Benyamin Pangkey alias Benyak (49), Warga Pakuure Dua, Kecamatan Tenga, yang kejadiannya terjadi Selasa 21 September 2021, sekira pukul 17.00 WITA.

Pelaku melakukan penganiayaan dengan menggunakan sebuah benda tajam jenis parang. Mengakibatkan korban mengalami luka di robek di wajah sebelah kiri, mengalami luka putus tangan kiri dan kanan, luka robek di bagian dada, dan luka robek di kedua kaki.

Selanjutnya Tim Resmob Polda Sulut membawa dan menyerahkan pelaku ke Polres Minsel untuk proses hukum.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Menurut pengakuan pelaku, dirinya khilaf melakukan aksi tersebut. Pasalnya, kata pelaku pada tahun 2013 silam, korban menganiaya pelaku dengan sajam di bagian kepala dan tangan, mengakibatkan pelaku menjalani perawatan medis selama tiga bulan. “Waktu itu kita tidak sadar tiga bulan,” kata pelaku di hadapan petugas.

Waktu kejadian ini pelaku baru kembali dari kebun. Di jalan dia bersama temannya berbincang, tiba-tiba korban menggunakan sepeda motor menghampirinya. Dengan cepat pelaku langsung menebas korban berulang kali. “Kita tako dia bage duluan, kita langsung cabu peda kong potong (saya takut dia pukul duluan, saya cabut parang dan tebas duluan,” tandasnya.

Kasat Reskrim Polres Minsel AKP Rio Gumara membenarkan, telah mengamankan seorang pelaku penganiayaan berat. “Resmob Polres Minsel dan Resmob Polda Sulut dengan upaya penggalangan pada pihak keluarga, akhirnya pelaku mau menyerahkan diri pada Resmob Polda Sulut dan Resmob Polda Sulut menyerahkan pada kami untuk dilanjutkan ke proses penyelidikan dan juga pemberkasan,” katanya.

Ia menambahkan pelaku dikenakan pasal 351 ayat 2. “Dengan ancaman hukuman paling lama 5 tahun penjara,” pungkasnya.(gnr)

MANADOPOST.ID-Aksi menggunakan senjata tajam lagi-lagi makan korban. Tim Resmob Polda Sulut, dipimpin Katim Resmob AKP Muhammad Hasbi, berhasil mengamankan seorang pelaku penganiayaan berinisial OK, 47, warga Pakuure Dua, Kecamatan Tenga, Kabupaten Minahasa Selatan, Rabu (22/8).

Informasi dirangkum, pelaku telah melakukan penganiayaan pada korban Benyamin Pangkey alias Benyak (49), Warga Pakuure Dua, Kecamatan Tenga, yang kejadiannya terjadi Selasa 21 September 2021, sekira pukul 17.00 WITA.

Pelaku melakukan penganiayaan dengan menggunakan sebuah benda tajam jenis parang. Mengakibatkan korban mengalami luka di robek di wajah sebelah kiri, mengalami luka putus tangan kiri dan kanan, luka robek di bagian dada, dan luka robek di kedua kaki.

Selanjutnya Tim Resmob Polda Sulut membawa dan menyerahkan pelaku ke Polres Minsel untuk proses hukum.

Menurut pengakuan pelaku, dirinya khilaf melakukan aksi tersebut. Pasalnya, kata pelaku pada tahun 2013 silam, korban menganiaya pelaku dengan sajam di bagian kepala dan tangan, mengakibatkan pelaku menjalani perawatan medis selama tiga bulan. “Waktu itu kita tidak sadar tiga bulan,” kata pelaku di hadapan petugas.

Waktu kejadian ini pelaku baru kembali dari kebun. Di jalan dia bersama temannya berbincang, tiba-tiba korban menggunakan sepeda motor menghampirinya. Dengan cepat pelaku langsung menebas korban berulang kali. “Kita tako dia bage duluan, kita langsung cabu peda kong potong (saya takut dia pukul duluan, saya cabut parang dan tebas duluan,” tandasnya.

Kasat Reskrim Polres Minsel AKP Rio Gumara membenarkan, telah mengamankan seorang pelaku penganiayaan berat. “Resmob Polres Minsel dan Resmob Polda Sulut dengan upaya penggalangan pada pihak keluarga, akhirnya pelaku mau menyerahkan diri pada Resmob Polda Sulut dan Resmob Polda Sulut menyerahkan pada kami untuk dilanjutkan ke proses penyelidikan dan juga pemberkasan,” katanya.

Ia menambahkan pelaku dikenakan pasal 351 ayat 2. “Dengan ancaman hukuman paling lama 5 tahun penjara,” pungkasnya.(gnr)

Most Read

Artikel Terbaru

/