29 C
Manado
Rabu, 25 November 2020

BNBP: Sulut Cs Siaga Bencana

MANADOPOST.ID—Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) diminta siaga bencana. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Republik Indonesia (RI) telah mengeluarkan peringatan dini. Sulut sebagai salah satu daerah yang terdampak fenomena La Nina diminta bersiap.

Kepala BNPB Doni Monardo mengatakan daerah Jawa, Sulawesi, dan Kalimantan diminta mewaspadai fenomena La Nina. “Jadi dasar dari informasi yang disampaikan BMKG terutama sekarang itu Pulau Jawa, sebagian besar bagian timur Indonesia, kecuali NTT, NTB, dan Bali,” kata Doni dalam talk show yang disiarkan di YouTube BNPB Indonesia.

Kemudian di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur juga masih sering terjadi banjir dan tanah longsor. Tak hanya itu, pada akhir 2019, terjadi banjir dan longsor di wilayah Sulawesi Selatan hingga menimbulkan 80 orang tertimbun longsoran tanah dan terbawa banjir bandang. “Kemudian di wilayah Sulawesi Utara, di Gorontalo dan di Sulteng di Sulawesi Tenggara. Jadi Sulawesi termasuk daerah yang punya potensi cukup besar bagi La Nina ini,” warningnya.

Karena itu, Doni mengaku mendapat perintah dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mengantisipasi ancaman La Nina, yang biasanya diikuti dengan banjir, tanah longsor, dan banjir bandang. Salah satu caranya, Doni mengatakan, pemerintah menggandeng masyarakat untuk menjaga lingkungan dan bersiaga saat menghadapi ancaman banjir.

“Yang paling penting dalam mitigasi (upaya mengurangi dampak), ini adalah mitigasi nonstruktural. Artinya, yang berfungsi pada masalah kultural, masalah perilaku kalau kita sudah memperhatikan diri dengan memerhatikan masalah prilaku, menjaga lingkungan, dan mengantisipasi dengan kesiapsiagaan, sehingga akan bisa mengurangi risiko terjadinya korban jiwa,” katanya.

Doni mengatakan saat ini sudah ada koordinasi antarkepala daerah yang ada di hulu ke hilir menghadapi curah hujan tinggi. Masyarakat yang tinggal di sepanjang sungai akan mendapat informasi tentang adanya ancaman banjir dan dilakukan evakuasi.

“Demikian juga peringatan yang disampaikan BPBD kepada daerah-daerah atau permukiman yang berada di lereng-lereng bukit atau lereng gunung yang mana kemiringannya lebih dari 30 derajat untuk kita evakuasi sementara ketika terjadi tanah longsor. Mungkin rumah mereka mungkin akan tertimbun, tetapi manusianya mungkin akan selamat,” kata Doni.

Berikut respon pemerintah daerah terkait warning BNPB RI. Wali Kota Manado GS Vicky Lumentut, meminta masyarakat mewaspadai fenomena alam yang cepat berubah sekarang ini. Pasalnya dari data perkiraan cuaca BMKG pekan terakhir ini Kota Manado dan sekitarnya berpotensi mengalami cuaca ekstrim, hujan sedang sampai lebat disertai angin kencang.

Sehingga dengan keadaan alam seperti ini, selaku wali kota mengingatkan dan mengimbau kepada masyarakat Kota Manado untuk tetap berwaspada lebih khusus lagi mereka yang tinggal di pinggiran kali dan diperbukitan, sebagai wilayah yang rawan banjir dan longsor. “Apabila keadaan mendesak dapat mengungsi ketempat yang aman ataupun kelokasi yang sudah disiapkan oleh pemerintah,” pintanya.

Wali kota juga meminta perhatian para camat, lurah dan kepala lingkungan agar tetap siaga memonitoring wilayah masing-masing dan laporkan keadaan terkini sehubungan dengan fenomena alam saat ini. Termasuk berkoordinasi dengan perangkat daerah terkait.

“Bagi warga yang melakukan aktifitas di luar rumah, baik yang berkendara roda dua dan empat maupun pejalan kaki tetap waspada serta menghindari jalur yang rawan bencana seperti tanah longsor dan rawan pohon tumbang,” pesannya.

Terpisah, Kepala BPBD Bolaang Mongondow Syahril Mokoagow mengatakan, menyikapi ancaman itu, pemerintah telah melakukan langkah-langkah dalam menyikapi persoalan fenomena tersebut.

“Bupati Yasti Soepredjo Mokoagow telah mengeluarkan SK Siaga Darurat se-Kabupaten Bolaang Mongondow sebagai payung hukum untuk mempercepat akses penanggulangan prabencana di daerah-daerah yang rawan bencana. Saat ini kami juga sementara mempersiapkan draf aktifasi posko daerah dalam persiapan kesiapsiagaan dalam menghadapi fenomena La Nina,” bebernya.

Sementara di wilayah kepulauan, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Sangihe Rivo Pudihang meminta masyarakat agar mewaspadai bencana alam saat cuaca ekstrem apalagi terkait fenomena La Nina yang terjadi dan diprediksi akan mengakibatkan anomali cuaca berupa peningkatan curah hujan. “Kami mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap bencana alam saat cuaca ekstrem seperti ini,” kata Pudihang.

BPBD juga lanjut dia, terus melakukan pemantauan dan siap siagaan jika terjadi hal-hal yang buruk terkait keadaan cuaca saat ini. “Koordinasi dengan instansi terkait tetap ada serta imbauan kepada masyarakat melalui media selalu dilakukan. Agar masyarakat memahami dan mewaspadai keadaan cuaca yang ada saat ini,” kunci Pudihang.

Kepala BPBD Bitung Rudy Wongkar mengatakan, pihaknya dalam kesiapan melakukan pemantauan berkaitan antisipasi badai La nina yang sewaktu-waktu bisa terjadi. “Yang pasti kita antisipasi. Dan kalau memang terjadi, itu tidak bisa dihindari. Yang bisa pemerintah lakukan adalah waspada dan melakukan imbauan kepada masyarakat. Yakni berupaya menghindari pohon tumbang. Sudah diimbau agar pohon yang berkemungkinan bisa tumbang agar secepatnya ditebang,” kata Wongkar.

Mengantisipasi hal-hal yang tak diinginkan, imbas kondisi cuaca yang tak bersahabat, BPBD Kota Tomohon menyiagakan Posko Siaga Bencana dan kesiapsiagaan 1×24 jam. “Satu posko itu bisa sampai 10-12 orang stand by, plus disupport alat berat satu unit dan mesin senso apabila terjadi pohon tumbang,” ungkap Kaban BPBD Tomohon Robby Kalangi.

Menurut dia, dari pantauan pihaknya, selang beberapa terakhir, lebih khusus di pekan kedua bulan Oktober, ada sejumlah titik yang mengalami imbas, pasca serangan angin kencang dan hujan deras dalam waktu lama.

“Sampai dengan hari ini, sudah ada dua laporan lokasi yang terjadi pohon tumbang. Masing-masing di Kelurahan Lahendong, Kecamatan Tomohon Selatan. Dan Kelurahan Matani Satu,  Kecamatan Tomohon Tengah. Tapi penanganan teman-teman di lapangan sigap, tak sampai hitungan jam lokasi sudah bisa dibersihkan. Tidak ada korban jiwa atau materil,” tukasnya.

Dengan memperhatikan kondisi saat ini, dirinya mengimbau kepada seluruh masyarakat Kota Sejuk untuk mewaspadai cuaca, serta beraktivitas di luar rumah apabila hanya dalam keadaan mendesak saja.

“Jangan dulu beraktivitas di kebun, yang berpotensi longsor atau ada pohon yang dikhawatirkan bisa tumbang. Khusus untuk banjir, sampai saat ini belum ada tanda-tanda. Selain itu, jangan lupa untuk menjaga kebersihan lingkungan dan saluran air. Kondisi seperti ini diperkirakan bisa terjadi sampai dengan awal Februari,” ungkap Kalangi.

Sama halnya juga di Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra). Kepala BPBD Mitra Welly Mononimbar mengatakan, menyiagakan posko bencana untuk mengantisipasi cuaca ekstrem. “Kami menyiapkan posko bencana di kantor BPBD. Karena melihat cuaca ekstrem saat ini,” kata Mononimbar.

Dikatakan Welly, posko siaga bencana ini untuk memudahkan koordinasi jika terjadi bencana di wilayah Kabupaten Mitra. “Posko siaga bencana ini akan beroperasi 24 jam. Ketika terjadi bencana alam, langsung dikoordinasikan dengan instansi terkait untuk melakukan penanganan,” katanya.

Lanjutnya, khususnya warga yang tinggal di perbukitan maupun daerah aliran sungai supaya dapat meningkatkan kewaspadaan. “Bagi warga yang tinggal di daerah sekitar aliran sungai agar mewaspadai terjadinya banjir, dan tinggal di sekitar kawasan lereng agar waspadai terjadinya longsor,” ujarnya seraya menambahkan, Pemkab Mitra menyiapkan layanan call center 085298609814 bagi masyarakat maupun pemerintah kecamatan dan desa, untuk melaporkan bencana di wilayahnya.

Di Kabupaten Sitaro, Kepala BPBD Bob Ch Wuaten menambahkan, terkait fenomena La Nina ini, memang perlu menjadi perhatian. Maka untuk itu lah koordinasi di lapangan pihaknya terus rutin dilaksanakan. “Untuk itu kita perlu kesiapsiagaan dini meyikapi fenomena La Nina saat ini,” ucapnya.

Dia juga mengingatkan, agar waspada ancaman bencana tanah longsor dan pohon tumbang. Karena itu berdasarkan intruksi bupati, warga diminta menebang pohon yang berpotensi tumbang. Sementara Pejabat sementara (Pjs) Bupati Minsel Meiki Onibala juga me-warnig warganya.

Untuk terus berhati-hati dalam cuaca ekstrem saat ini. Dia meminta agar warga yang tinggal di daerah rawan terjadi bencana untuk ekstra waspada. Onibala meminta masyarakat yang tinggal di lokasi rawan bencana untuk pindah ke saudara yang berada di tempat lebih aman. Dia juga me-warning nelayan untuk tidak melaut serta mempertimbangkan resiko.

“Tetap koordinasi dengan pihak pelabuhan dan dinas kelautan guna mengetahui ramalan cuaca. Sehingga, semuanya bisa terhindar dari cuaca ekstrim dan tidak terjebak ke laut. Memang melaut adalah pekerjaan banyak orang di Minsel, namun kita jangan ikuti kemauan diri. Padahal, di rumah ada yang gelisah serta menunggu keluarga dengan rasa sayangnya mencari nafkah di laut,” ujarnya.

Onibala juga meminta kepada dinas terkait seperti BPBD Minsel, Dinas Sosial, Satpol-PP dan Dinas PUPR harus tetap stand by dalam cuaca ekstrem seperti ini. “Semua harus tetap stand by. Persiapkan semua peralatan maupun bahan makanan darurat. Sekali lagi, semua harus siaga sesuai bidang masing-masing. Alat-alat berat milik Dinas PUPR harus siap siaga. Begitupula bantuan tanggap darurat Dinas Sosial. Jadi sekali lagi, tim yang bisa bergerak cepat dan tepat biar tidak ketinggalan,” tuturnya.

Di Kotamobagu, Pemkot Kotamobagu pun mulai mempersiapkan untuk menghadapi perubahan iklim tersebut. Wali Kota Kotamobagu Tatong Bara memerintahkan beberapa SKPD terkait untuk melakukan pemantauan serta himbauan kepada masyarakat.

“Mengingat La Nina ini merupakan angin barat dan di Kotamobagu sendiri banyak sekali pohon-pohon besar di pinggir jalan yang berpotensi mencelakakan masyarakat, maka saya sudah bicarakan dengan dinas terkait agar mengurangi pohon-pohon yang sudah membahayakan,” katanya Menurutnya, saat ini BPBD pun mulai mensosialisasikan kepada masyarakat agar mengurangi kegiatan diluar rumah. “Jadi dihimbau agar kiranya tetap berada di dalam rumah saat hujan deras beserta angin,” Jelasnya.

Kepala BPBD Minahasa Nofry Lontaan mengungkapkan, sampai saat ini belum ada kejadian bencana besar yang dilaporkan kepadanya. “Cuaca ekstrim di Minahasa dan sekitar. Tapi syukur tidak ada laporan dan tidak ada kejadian sampai saat ini. Hanya ada pohon tumbang kecil di wilayah Tombariri tapi sudah langsung bisa diatasi,” tukasnya.

Di Kabupaten Bolmong Selatan (Bolsel) sampai sekarang masih diguyur hujan lebat. Sebagaimana diutarakan, Kaban BPBD Bolsel Daanang Mokodompit, melalui Kabid Kedaruratan dan Logistik Syarifudin Suterto. Menurutnya, cuaca ekstrim ini akan berlangsung kurang lebih seminggu lamanya. “Berdasarkan hal itu, maka disampaikan kepada seluruh elemen masyarakat yang ada di Bolsel untuk meningkatkan kewaspadaannya,” kata Suterto.

Dia menghimbau, agar masyarakat tetap berhati-hati terhadap dampak dari cuaca ekstrim tersebut. “Seperti banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, pohon tumbang dan jalanan licin. Untuk masyarakat yang bermukim di pesisir pantai dan berprofesi nelayan untuk lebih jelih melihat keadaan cuaca ekstrim seperti angin kencang dan gelombang pasang,” pungkasnya.(Tim MP/gnr)

-

Artikel Terbaru

AHY Hadiri Media Gathering, Lombok Dapat Ucapan Spesial

Ketua Umum Partai Demokrat Sulut Agus Harimurti Yudhoyono kunjungi Kota Manado.

Gokil! BLACKPINK Joget Ampun Bang Jago

Apa jadinya Jennie, Jisoo, Rose dan Lisa joget dengan lagu Ampun Bang Jago? Eits, bukan hoax! Aksi keempat member BLACKPINK tersebut benar nyata terjadi. Ini terlihat lewat potongan klip singkat yang diunggah di akun Instagram Tokopedia kemarin (24/11).

Bersama Mor-HJP, Bahagia Warga Manado

Pasangan Calon (Paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Manado Nomor Urut 3 Mor Dominus Bastiaan-Hanny Jost Pajouw (Mor-HJP) berkomitmen menjadi orang yang paling melayani di Kota Doa dan Berkat.

Foto Simulasi Pencoblosan JPAR-Ai Sarat Rekayasa & Hoax

Wakil Ketua DPD Nasdem Kota Manado Arthur Rahasia secara tegas mengatakan, foto simulasi tatacara pencoblosan kertas suara yang dilakukan calon Wali Kota Manado Julyeta Paulina Amelia Runtuwene (JPAR) pada sesi closing statement acara debat publik yang dilaksanakan KPUD Kota Manado Selasa (24/11) malam yang beredar luas di publik adalah hoax dan sarat dengan rekayasa politik semata.

Kemanapun Berkunjung, VAP Selalu Didoakan Warga jadi Pemimpin Sulut

Dr (HC) Vonnie Anneke Panambunan STh adalah sosok yang tak kenal lelah. Di tengah kesibukannya sebagai calon Gubernur Sulut, VAP-sapaan akrab Panambunan, selalu menyempatkan diri memenuhi undangan dan menjawab keinginan warga.