22.4 C
Manado
Jumat, 12 Agustus 2022

BERITA DUKA: Jelang Semifinal Piala AFF Timnas Indonesia vs Singapura, Kiper Tornado FC Meninggal

MANADOPOST.ID – Di sela-sela Timnas Indonesia bersiap melawan Singapura pada leg pertama semifinal Piala AFF 2020 (2021) di Stadion Nasional, Singapura, Rabu (22/12), sepakbola Indonesia berduka.

 

Penjaga gawang Tornado FC, Taufik Ramsyah, meninggal dunia setelah menjalani operasi akibat benturan. Pertolongan pertama dan datangnya ambulans di laga Liga 3 itu terlambat.

 

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

“Taufik meninggal tadi malam di RS Awal Bros Panam. Meninggal setelah dirawat,” terang pemilik klub Tornado FC, Muflihun, kepada detikSport, Rabu (22/12/2021).

 

Pria yang akrab disapa Uun ini menyebut Taufik sempat mengalami pendarahan di hidung dan mulut saat terjadi benturan. Namun Taufik lambat dapat pertolongan tim medis. “Ada keluar darah dari hidung sama mulut akibat benturan. Ke depan ini diperhatikanlah panitia. Dia 15 menit setelah kejadian baru dapat pertolongan medis dari panitia pelaksana,” katanya.

 

Kekecewaan diutarakan Uun karena pihak panitia Liga 3 dinilai tidak siap. Terutama tim medis di lapangan yang dinilai lambat dalam penanganan. “Taufik ini kiper masa depan kita dari Riau. Jadi kami kecewa dengan panpel, ya kalau tidak sanggup jangan jadi panitia. Ini perlu jadi perhatian panitia, kasihan anak-anak di lapangan,” katanya.

MANADOPOST.ID – Di sela-sela Timnas Indonesia bersiap melawan Singapura pada leg pertama semifinal Piala AFF 2020 (2021) di Stadion Nasional, Singapura, Rabu (22/12), sepakbola Indonesia berduka.

 

Penjaga gawang Tornado FC, Taufik Ramsyah, meninggal dunia setelah menjalani operasi akibat benturan. Pertolongan pertama dan datangnya ambulans di laga Liga 3 itu terlambat.

 

“Taufik meninggal tadi malam di RS Awal Bros Panam. Meninggal setelah dirawat,” terang pemilik klub Tornado FC, Muflihun, kepada detikSport, Rabu (22/12/2021).

 

Pria yang akrab disapa Uun ini menyebut Taufik sempat mengalami pendarahan di hidung dan mulut saat terjadi benturan. Namun Taufik lambat dapat pertolongan tim medis. “Ada keluar darah dari hidung sama mulut akibat benturan. Ke depan ini diperhatikanlah panitia. Dia 15 menit setelah kejadian baru dapat pertolongan medis dari panitia pelaksana,” katanya.

 

Kekecewaan diutarakan Uun karena pihak panitia Liga 3 dinilai tidak siap. Terutama tim medis di lapangan yang dinilai lambat dalam penanganan. “Taufik ini kiper masa depan kita dari Riau. Jadi kami kecewa dengan panpel, ya kalau tidak sanggup jangan jadi panitia. Ini perlu jadi perhatian panitia, kasihan anak-anak di lapangan,” katanya.

Most Read

Artikel Terbaru

/