26C
Manado
Jumat, 26 Februari 2021

Pengadaan Incinerator 11,5 Miliar di Manado Mubazir

MANADOPOST.ID–Pengadaan incinerator yang menghabiskan anggaran sekitar Rp 11,5 miliar pada tahun 2019 dinilai sudah mubazir. Pantauan Manado Post, enam unit incinerator yang seharusnya digunakan untuk membakar sampah di Kota Manado sudah tidak berfungsi.

Menurut warga disekitar, semenjak incinerator ini dibeli hanya berfungsi pada saat launching pada tahun 2020 lalu. “Setelah itu sudah tidak berfungsi lagi. Sudah hampir satu tahun tidak digunakan,” ungkap warga.

Dari informasi yang dihimpun Manado Post, pengadaan incinerator dipersoalkan Komisi III DPRD Kota Manado. Karena pengadaan dinilai ganjal dan terdesak-desak. Karena anggaran 11,5 miliar dilakukan penunjukan langsung (PL). Kemudian Sub Kontrak sempat menyegel dan merusak enam incinerator karena persoalan pembayaran tidak lunas.

Sementara itu, Anggota DPRD Kota Manado Jeane Laluyan meminta aparat hukum menyelidiki kembali pengadaan incinerator di Dinas Lingkungan Hidup tahun 2019. “Uang rakyat 11,5 miliar ini hanya membeli mesin rongsokan. Buktinya alat ini sudah tidak bisa digunakan,” ungkapnya

Lanjutnya, padahal pembelian incinerator ini untuk mengatasi sampah di setiap kecamatan yang ada di Kota Manado. “Tapi nyatanya alat tidak membantu menanggulangi sampah karena sudah tidak berfungsi,” ujarnya.

Terpisah, Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Manado Franky Porawouw ketika dikonfirmasi mengatakan, incinerator tidak berfungsi dikarenakan kehabisan BBM. Satu hari satu incinerator menghabiskan 60 liter dexlite. “Sekarang menunggu APBD jalan. Supaya ada anggaran pembelian BBM. Jadi incinerator itu tidak rusak,” pungkasnya. (ite)

Artikel Terbaru