23 C
Manado
Selasa, 27 Oktober 2020

Pekan Depan, Pemeriksaan Pasien Terindikasi Covid-19 di Sulut Lebih Cepat

MANADOPOST.ID–Penanggulangan Coronavirus Disease (Covid-19) di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), menunjukkan langkah maju. Bila tak ada aral melintang, laboratorium khusus pandemi itu, mulai beroperasi di Bumi Nyiur Melambai, pekan depan.

Proses pemeriksaan pasien terindikasi Virus Corona yang sebelumnya memakan waktu hingga berminggu-minggu, akan teratasi dalam waktu yang lebih singkat. Juru bicara Satgas Covid-19 Sulut Steven Dandel mengatakan, fisik laboratorium saat ini sudah ready.

“Kalau bangunannya sudah siap. Tapi kita masih menunggu reagen ekstraksi yang memang prosesnya impor. Tapi kita rencanakan laboratorium PCR ini bisa selesai pada pekan depan. Kita akan push semua alat yang akan dipakai di laboratorium,” ungkapnya.

Cairan reagen ekstraksi tersebut disampaikan Dandel, akhir pekan ini sudah akan tiba. “Nah kalau sisi SDM untuk laboratorium sudah siap. Jadi ada tiga orang yang sudah dilatih di Jakarta dan Surabaya, yang khusus nantinya untuk memeriksa sampel Covid-19 ini. Kemudian kita juga bekerjasama dengan salah satu pakar yang ada di Universitas Sam Ratulangi Manado, yang memiliki sertifikat bio security dari WHO. Beliau ini yang akan memantau, keamanan dan tata cara pemeriksaan sampel di laboratorium,” imbuhnya.

Ahli Penyakit Dalam Rumah Sakit (RS) Bethesda Tomohon dr Paulus Novian Harijanto Sp-PD-KPTI FINASIM, menyebut kehadiran laboratorium khusus Covid-19 memang sudah mendesak. Dengan begitu, sampel swab tes pasien terindikasi virus corona itu tak perlu lagi dikirim ke daerah lain yang punya laboratorium.

Kata dia, selama ini sampel dikirim ke laboratorium di Jakarta maupun Makassar. Sehingga butuh waktu lama untuk mengetahui kepastian seorang pasien postif atau negatif Covid-19. Dia menjelaskan, deteksi penularan Covid-19 bisa dilakukan dengan beberapa cara. Salah satunya rapid tes.

Namun rapid tes tidak sepenuhnya akurat. Yang paling efektif menggunakan tes PCR. Tapi alat ini terbatas. Akibatnya, seringkali pasien sudah meninggal baru tahu positif.

“PCR harus lebih dekat dengan ldta di Manado. Lebih cepat diketahui lebih cepat diantisipasi penanganan dan penyebarannya. Harus diadakan pemerintah agar tidak kirim lagi ke Makassar atau Jakarta,” tuturnya.

Dia juga punya beberapa catatan penting terhadap kesiapan fasilitas kesehatan, RS, Puskesmas dan tenaga kesehatan di Sulut. Diketahui fasilitas kesehatan di Sulut terbatas. Itulah kenapa, fasilitas harus disiapkan untuk menangani pasien berat yang memerlukan pertolongan alat medik.

“Kita sudah ketahui bersama penyakit Covid-19 ini, 80 persen gejalanya ringan dan bisa sembuh sendiri dan tidak memerlukan perawatan RS. Yang diperlukan ialah isolasi rumah supaya tidak menularkan penyakit ke keluarga, orang lain dan masyarakat lainnya. Kemudian, 15 persennya sakit sedang yang memerlukan pertolongan dan perawatan RS dan hanya 5 persen yang memerlukan alat khusus (alat bantupemafasan) untuk mengobati pasien. Bila jumlah pasien Covid-19 ini menjadi banyak akhirnya RS kita tidak bisa menampung lagi, harus disiapkan RS darurat dan juga diperlukan tenaga kesehatan yang banyak,” terang Dr Paulus.

Senada, dr Taufik Pasiak berpendapat, akibat lambannya hasil swab tes, banyak pasien ODP maupun PDP yang terlanjur mendapat stigma di tengah masyarkat. Apalagi kalau sampai pasien tersebut meninggal, keluarga pasien yang paling merasakan dampak di tengah masyarakat.

“Tak jarang sudah terlanjur dikucilkan masyarakat tapi ternyata negatif. Kalau hasil cepat didapat hal itu bisa diminimalisir,” tuturnya.

Sebelumnya, Gubernur Sulut Olly Dondokambey mengatakan, Menteri Kesehatan telah menyetujui Sulut mengadakan laboratorium pemeriksaan sampel Covid-19. Jadi ada dua laboratorium yang memang kita siapkan. Pertama di RSUP Prof Kandou Manado, kemudian ada di laboratorium milik Pemerintah Pusat. Ya mudah-mudahan, pada pekan depan laboratorium mandiri ini sudah bisa digunakan,” jelasnya.

OD juga mengadakan, dengan adanya laboratorium tersebut, maka pemeriksaan sampel bisa lebih cepat. Sehingga menurut OD, pencegahan dapat dilakukan secara maksimal.

“Kan saat ini kita masih mengirim sampel ke Jakarta dan Makassar. Nah secara nasional, dua laboratorium ini dipakai. Jadi banyak sampel yang diperiksa Karena itu hasilnya agak lama. Namun, jika laboratorium mandiri telah selesai, maka hasil pemeriksaan bakal lebih cepat,” tandasnya. (ewa/gnr)

-

Artikel Terbaru

Silangen Dilantik, MJP Tantang Tetap Kritis pada Pemprov

Ketua DPRD Provinsi Sulut dr Fransiscus Andi Silangen sah dilantik, kemarin. Banyak ucapan dan harapan mengalir dari rekan sekerjanya di DPRD Sulut. Salah satunya dari personel Komisi IV DPRD Sulut Melky J Pangemanan (MJP).

Taati Protokol Kesehatan saat Berlibur, Clay: Harus Disiplin dan Peduli

Akhir pekan ini, bakal ada libur nasional dan cuti bersama Maulid Nabi Muhammad, 28-30 Oktober. Momen liburan panjang seperti ini biasanya dimanfaatkan untuk liburan. Mengingat pandemic Covid-19 belum berlalu, Pjs Bupati Clay JH Dondokambey SSTP MAP pun meminta masyarakat Minahasa Utara yang hendak berlibur, agar menerapkan protokol kesehatan secara disiplin supaya tidak terjadi kenaikan kasus Covid-19.

Warga Bitung Siap Bawa Kemenangan untuk VAP-HR

Dukungan untuk calon gubernur dan wakil gubernur Sulut, Dr (HC) Vonnie A Panambunan STh (VAP) dan Dr Hendry Runtuwene STh (HR), terus mengalir. Warga dari segala penjuru Sulut tak henti menyatakan dukungan untuk paslon nomor urut dua yang diusung partai NasDem ini. Seperti terpantau Senin (26/10), saat VAP-HR menggelar kampanye terbatas di sejumlah lokasi di Bitung, antusias warga tak terbendung meski kegiatan dilaksanakan dengan protokol kesehatan ketat.

Keke Minahasa Lolos Pantukhir Seleksi WARA Tingkat Sulut

Mariska Onibala, berhasil lolos kegiatan penentuan terakhir (pantukhir) seleksi Penerimaan Bintara PK (WARA) Wanita Angkatan Udara Gelombang II TA 2020, di Balai Prajurit Pangkalan TNI AU Sam Ratulangi, Manado, Sulut, Senin (26/10).

Nostalgia di Persekolahan Advent Unklab, Clay: Saya Jualan Roti

Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Minut Clay June Dondokambey SSTP MAP, Senin (26/10) diundang ke talkshow Unklab Adventist Laboratory School. Kepala Biro Umum Pemprov Sulut ini pun diajak bernostalgia di Persekolahan Advent Unklab.