29 C
Manado
Selasa, 20 Oktober 2020

Rp45 Triliun Investasi Masuk Sulut, Kini Dilirik 100 Investor Asing

MANADO—Sulawesi Utara (Sulut), terus memantapkan posisi sebagai provinsi yang mampu bersaing dengan daerah-daerah lainnya di Indonesia. Genap 56 tahun hari ini, tak dapat dimungkiri investasi, pariwisata, pertanian, kesehatan, infrastruktur, serta sektor pendukung lain, kondisinya makin baik.

Sulut banyak berevolusi. Di bawah ‘polesan’ Gubernur Sulut Olly Dondokambey dan Wagub Steven Kandouw (OD-SK), Nyiur Melambai terus menerobos dan mendulang prestasi yang berpengaruh untuk 2.506.981 warga. Pertama, masuknya investor terbukti menaikan investasi. Sesuai data, sejak 2016 hingga triwulan II 2020, nilai investasi Sulut berada di angka Rp45,5 triliun. “Kami perkirakan hingga akhir tahun ini investasi akan menyentuh angka Rp50 triliun,” kata Gubernur OD, optimis.

Akan ada tiga proyek yang mampu menghadirkan investor mancanegara. Investasi yang bersifat ready to offer di Sulut, terungkap saat dipaparkan dalam seri ketiga seminar daring investasi ‘Road to Indonesia Investment Day 2020’. Tiga proyek tersebut diminati sekira 100 investor asal Singapura.

Ketiga proyek yang merupakan proyek nasional itu adalah Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Bitung, KEK Likupang, dan Jembatan Bitung-Lembeh. Wagub Kandouw saat memaparkan keunggulan Sulut kepada investor, menyatakan kesiapan pemerintah daerah dalam mendukung realisasi investasi. “Sulawesi Utara memiliki berbagai keunggulan kompetitif, diantaranya komoditas ekspor yaitu pala, cengkih, kelapa, holtikultura, dan pertambangan,” sebut Kandouw belum lama ini.

Selain itu, Sulut papar Kandouw juga memiliki keunggulan jarak pelabuhan yang strategis untuk mencapai pelabuhan kota kota besar dunia, yaitu Los Angeles, Tokyo, Busan, Shanghai dan Hongkong. Dibeberkan Kepala DPMPTSP Franky Manumpil capaian tahun 2019 terdapat sebanyak 686 proyek dari PMDN 289 dengan nilai investasi Rp8,259 Triliun. Lalu PMA nilai investasi Rp3,307 Triliun yang didominasi sektor pertambangan, sektor perumahan/kawasan industri/perkantoran, sektor listrik/gas/air dan sektor konstruksi, serta sektor transportasi /gudang dan telekomunikasi. “Untuk perizinan, DPMPTSP mengeluarkan 601 izin. Kami tetap optimis hingga akhir tahun bisa capai 1400 izin sesuai renstra DPMPTSP,” sebutnya.

Kadis Penanaman Modal dan Pelayanan Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Sulut Franky Manumpil menambahkan, tingginya investasi yang masuk ke Sulut, karena kepedulian OD-SK dalam melayani investor. Antara lain gubernur rutin berkoordinasi dengan DPMPTSP dalam mengecek jika ada investor yang menemui kendala dalam melakukan investasi di Sulut. Menurut Manumpil, pihaknya terus mengandalkan Motto: ‘Let’s Invest in North Sulawesi Turning Red Tape into Red Carpet’ (Red Tape = sulit, rumit, komplikated, berbelit-berbelit; Red Carpet = mudah, gampang, difasilitasi, cepat dan efisien).

Lanjutnya mengungkapkan, jika terdapat kendala, gubernur langsung mengambil kebijakan menerobos dan tak segan merubah regulasi dalam mempermudah investor. “Pak gubernur juga rutin mengecek apakah ada investasi yang mangkrak. Dan rutin mengawal langsung jika ada investasi mangkrak. Ini bentuk kepedulian akan investor yang tentu nanti mensehjaterakan masyarakat Sulut,” jelasnya.

Pemprov Sulut juga diketahui terus memfasilitasi para investor yang ingin berinvestasi. “Kami sangat mendukung dan mensupport jika ada investasi yang akan masuk ke Sulut. Kami menyambut dengan hangat karena ini demi kemajuan Sulut kedepan,” tandas Manumpil.

HUT ke-56, Nyiur Melambai berkembang pesat dan bermetamorfosis menuju perkembangan era 4.0. Sesuai dengan Visi Pemprov Sulut ‘Terwujudnya Sulawesi Utara Yang Berdikari Dalam Ekonomi, Berdaulat Dalam Politik Serta Berkepribadian Dalam Budaya’, dengan Gerakan Operasi Daerah Selesaikan Kemiskinan (ODSK), terbukti memberikan hasil membanggakan.

Keberhasilan strategi Gerakan ODSK ini, secara khusus dalam sektor ekonomi juga bisa dinilai dari data laporan perekonomian Sulut dan penghargaan yang diraih pemerintah. Melalui kajian data Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Sulawesi Utara dari Tahun 2017, 2018, dan 2019, provinsi Sulut terjadi penurunan angka TPT (Tingkat Pengangguran Terbuka) yang sangat signifikan, yaitu pada triwulan I Tahun 2017 TPT sebesar 6,12% mengalami penurunan 6% dari tahun sebelumnya 6,18%, periode Februari 2018 angka TPT sebesar 6,09% terjadi penurunan 0,03%, dari angka 6,12% pada triwulan I Tahun 2017, pada triwulan I Tahun 2019 tercatat angka TPT sebesar 5,37%.

Selain itu penurunan angka kemiskinan pada periode september 2017 sebanyak 194,85 ribu jiwa (7,9%) turun dibandingkan dengan angka kemiskinan pada tahun 2016 yang berjumlah sekitar 200,35 ribu jiwa (8,2%). Di sektor pariwisata, Sulut mengalami persentase kenaikan pertumbuhan kunjungan pariwisata hingga 600 persen dalam empat tahun terakhir. Meski terkendala pandemi Covid-19, pariwisata Sulut kini mulai bangkit. Wisatawan mancanegara mulai memberanikan mengunjungi Sulut. Informasi Dinas Pariwisata, sudah ada 267 wisatawan mancanegara yang datang.

Bagaimana sektor Kesehatan? OD-SK terus melakukan terobosan di masa pandemi Covid-19. Sesuai Data di akhir tahun 2019, Sulut dinobatkan sebagai Provinsi Sehat oleh pemerintah pusat. Karena 11 dari 15 kabupaten dan kota telah dinyatakan sebagai kabupaten/kota sehat. Catatan itu meningkat tajam dari data 2017 yang baru 6 kabupaten/kota. “Capaian-capaian yang diperoleh dinas kesehatan tentu sangatlah membanggakan kita semua terlebih bagi masyarakat Sulut,” ungkap OD.

Pemprov Sulut, juga menjadikan masyarakat sehat, mandiri dan berkeadilan. Terbukti dengan getolnya OD-SK mendorong desa untuk memiliki Pos Binaan Terpadu (PosBindu), membawa hasil, meningkat dari 195 desa (2016) menjadi 896 desa (2019).

Begitupun dengan cakupan imunisasi anak yang sukses dari persentase anak usia 0-1 tahun yang mendapat imunisasi dasar lengkap, meningkat dari 80,2% menjadi 94,9% pada 2019. Daerah yang eliminasi malaria pun meluas. Sebelumnya ada 2 daerah pada 2016 menjadi 6 kabupaten/kota (2019). Usia harapan hidup meningkat dari 71,02% (2016) menjadi 71,26% (2018). Kemudian program prioritas nasional yaitu stunting, Olly dan Steven mampu menurunkan prevalensi stunting dari 35 persen (Riskesdas 2013) menjadi 25,5% (2018).

Ada juga cakupan kesehatan universal atau UHC dari 77,2% menjadi 99,3% pada 2019. Target 95 persen persentase obat dan perbekalan kesehatan di fasilitas kesehatan, mampu terealisasi hingga 105,2 persen. Pemprov melalui Gubernur OD, juga sangat concern terhadap kasus kematian Balita dan ibu. Jika pada 2016 tercatat angka kematian Balita sebanyak 266 kasus, justru semakin turun di angka 137 kasus pada November 2019. Begitu pula dengan angka kematian ibu semakin berkurang dari 54 kasus (2016) menjadi 44 kasus (November 2019).

Terwujudnya Visi OD-SK tidak lepas dari dukungan masyarakat Nyiur Melambai. Pemprov dinilai masih sangat membutuhkan dukungan penuh dari seluruh lapisan masyarakat agar pembangunan terus berjalan optimal. Pakar Pemerintahan Sulut Dr Stefanus Sampe menyebut, tak dapat disangkal bahwa provinsi Sulut selama kepemimpinan OD-SK telah mengalami banyak kemajuan. Kata dia, Sulut telah menjadi pusat perhatian dari pemerintah pusat dan pemerintah-pemerintah daerah lainnya. Karena pesatnya pembangunan provinsi.

“Pembangunan infrastruktur yang dilakukan oleh OD-SK telah membuka sentra-sentra produksi baru dan memberikan akses bagi pergerakan barang dan jasa dari satu kawasan industri ke kawasan-kawasan industri lainnya,” sebut dia. Hal ini lanjut Sampe, berhasil memacu pertumbuhan ekonomi di Sulut yang berada di atas enam digit bahkan berada di atas angka pertumbuhan ekonomi nasional.

Dalam pengalaman negara-negara berkembang, pertumbuhan ekonomi yang tinggi ini biasanya diikuti dengan meningkatnya angka kesenjangan ekonomi antara kaya dan miskin karena pertumbuhan ekonomi yang tinggi umumnya hanya dinikmati oleh kaum pemilik modal. Tetapi tidak demikian yang terjadi di Sulut. Dijelaskan pertumbuhan ekonomi yang signifikan ternyata diikuti dengan penurunan angka kemiskinan. Data dari BPS Sulut memperlihatkan bahwa angka kemiskinan Sulawesi Utara pada September 2015 sebesar 8.98 persen turun menjadi 7.51 persen pada bulan September 2019.

Tentunya ini tidak terjadi begitu saja atau istilah Adam Smith karena adanya ‘invisible hand’. Hal ini disebabkan adanya intervensi dari pemerintah provinsi di bawah kepemimpinan OD-SK. Melalui kebijakan-kebijakan yang pro rakyat dan bertujuan untuk menyejahterakan masyarakat.

“Pembukaan kawasan-kawasan khusus ekonomi juga telah membuka lapangan-lapangan kerja baru dan menyumbangkan pada penurunan angka pengangguran di Sulut. Pengembangan bandar-bandar udara dan pelabuhan-pelabuhan laut telah menjadikan Sulawesi Utara bukan hanya sebagai tujuan wisata tetapi juga tujuan investasi,” bebernya.

Lebih jauh kata dia, masih banyak prestasi-prestasi pembangunan yang dialami oleh provinsi Sulut dibawah kepemimpinan OD-SK. Meskipun demikian masih banyak juga pekerjaan yang harus diselesaikan oleh pasangan gubernur dan wakil gubernur ini. Apalagi dalam situasi wabah Covid-19.

“Pemprov Sulut ke depan harus mampu meminimalkan angka penyebaran Covid-19. Karena itu semua kebijakan dan program pemerintah provinsi harus mempertimbangkan wabah,” harap akademisi Unsrat ini.

Apresiasi juga disampaikan sejumlah masyarakat yang diwawancarai Manado Post. “Kami puas dan bangga dengan kemajuan provinsi Sulawesi Utara selama 56 tahun. Sinergitas yang terjalin antara pemerintah Sulut dan pemerintah pusat, sudah dibuktikan dengan program serta bantuan yang kami rasakan,” sebut sejumlah warga, kemarin.(cw-01/gnr)

BEBERAPA PENCAPAIAN DAERAH:

  1. Sejak 2016 hingga triwulan II 2020, nilai investasi Sulut berada di angka Rp45,5 triliun. Gubernur OD memperkirakan akhir tahun menyentuh Rp50 triliun.
  2. Akan ada tiga proyek yang mampu menghadirkan investor mancanegara. Investasi yang bersifat ready to offer di Sulut, terungkap saat dipaparkan dalam seri ketiga seminar daring investasi ‘Road to Indonesia Investment Day 2020’.
  3. Tiga proyek tersebut diminati sekira 100 investor asal Singapura. Ketiga proyek yang merupakan proyek nasional itu adalah Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Bitung, KEK Likupang, dan Jembatan Bitung-Lembeh.
  4. Kajian data Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Sulawesi Utara dari Tahun 2017, 2018, dan 2019, provinsi Sulut terjadi penurunan angka TPT (Tingkat Pengangguran Terbuka). triwulan I Tahun 2017 TPT sebesar 6,12% mengalami penurunan 6% dari tahun sebelumnya 6,18%, periode Februari 2018 TPT sebesar 6,09% terjadi penurunan 0,03% dari angka 6,12% pada triwulan I Tahun 2017, pada triwulan I Tahun 2019 tercatat angka TPT sebesar 5,37%.
  5. Penurunan angka kemiskinan pada periode September 2017 sebanyak 194,85 ribu jiwa (7,9%), turun dibandingkan angka kemiskinan 2016 yang berjumlah 200,35 ribu jiwa (8,2%).
  6. Di sektor pariwisata, Sulut mengalami persentase kenaikan pertumbuhan kunjungan pariwisata hingga 600 persen dalam empat tahun terakhir.
  7. Meski terkendala pandemi Covid-19, pariwisata Sulut kini mulai bangkit. Wisatawan mancanegara mulai memberanikan mengunjungi Sulut. Informasi Dinas Pariwisata, sudah ada 267 wisatawan mancanegara yang datang.
  8. Akhir tahun 2019, Sulut dinobatkan sebagai Provinsi Sehat oleh pemerintah pusat. Karena 11 dari 15 kabupaten dan kota telah dinyatakan sebagai kabupaten/kota sehat. Catatan itu meningkat tajam dari data 2017 yang baru 6 kabupaten/kota.

*Sumber: Pemprov, Diolah Manado Post

-

Artikel Terbaru

Gantikan Situmorang, Moningkey Resmi  Pimpin Polres Minahasa

MANADOPOST.ID--Tongkat kepemimpinan Kepolisian Resort (Polres) Minahasa kembali berpindah. Berdasarkan Surat Keputusan Kapolri Nomor 979/V/2020 tanggal 1 Mei 2020 tentang pemberhentian

Minahasa Masih Aman dari La Nina

MANADOPOST.ID--Cuaca ekstrim terus menerpa wilayah Kabupaten Minahasa. Menurut BMKG, diketahui cuaca ekstrim tersebut terjadi akibat fenomena alam La Nina yang membuat

Relaksasi Pajak Ditolak, Hasrat Punya `Mobil` Murah Buyar

MANADOPOST.ID—Rencana penghapusan pajak mobil baru akibat dampak Coronavirus Disease (Covid-19), buyar. Sempat disambut baik oleh masyarakat Sulut karena berkesempatan membeli mobil murah, nyatanya rencana ini ditolak Menteri Keuangan Sri Mulyani.

Sudah Empat Tenaga Kontrak `Dieksekusi`

MANADOPOST.ID—Pjs Wali Kota Bitung Drs Edison Humiang MSi kembali menunjukkan ketegasannya dengan memberhentikan dua tenaga kontrak yang terbukti tidak netral dalam Pilkada.

Angka Kehamilan Naik

MANADOPOST.ID—Terhitung sejak Januari sampai dengan September 2020, angka kehamilan di Kabupaten Sangihe mengalami peningkatan.