24.4 C
Manado
Sabtu, 20 Agustus 2022

Habib Bahar Beber Jejak Belajar Agama, Berguru di Manado, Pesantren Kakek Eks Mensos

MANADOPOST.ID-Pendakwah, Habib Bahar bin Smith membeberkan rekam jejaknya belajar agama dari mulai dirinya memperdalam Islam sampai bisa populer seperti sekarang ini.

 

Habib Bahar pun mengungkapkan bahwa dirinya awalnya belajar agama di pondok pesantren di Manado, yakni Ponpes Islam Alkhairat.

 

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Diketahui, Ponpes Islam Alkhairat itu ternyata milik Habib Al Idrus yang tak lain adalah kakek dari Mantan Menteri Sosial Habib Salim Al Jufri.

 

Hal itu diungkapkan Habib Bahar bin Smith saat berbincang dengan Jurnalis senior Karni Ilyas, seperti dilihat dalam tayangan YouTube Karni Ilyas Club, Kamis 23 Desember 2021.

 

“Saya dulu belajar di cabangnya (Alkhairat) di Manado, 12 tahun. Setelah itu baru saya ke (ponpes) Darullughah Wadda’wah (Dalwa) di Bangil, Pasuruan,” ungkap Habib Bahar.

 

Setelah itu, kata Bahar, dirinya melanjutkan belajar agama di Pondok Pesantren Tajul Muslimin. Usai belajar di sana, ia kemudian memilih keliling daerah di Indonesia.

 

“Habis itu ngelayap-ngelayap dulu karena kan kita sudah mondok terlalu lama. Jadi jalan-jalan dulu, keliling-keliling dulu,” tuturnya.

 

Sehabis berkeliling, barulah kemudian Habib Bahar membuat majelis pengajian. Ia pun tak ingat kapan pertama kali dirinya membuat jemaah pengajian itu.

 

Namun yang pastinya, menurut Bahar, majelis pengajian pertama yang ia dirikan berlokasi Bintaro, Tangerang.

 

“Setelah ngelayap, barulah saya awal buka majelis taklim itu di Bintaro, itu pertama kali, terus ke (majelis taklim) Jakarta Selatan,” kata Bahar Smith.

 

Belakangan, Habib Bahar mendirikan Majelis Pembela Rasulullah pada 2007 yang bermarkas pusat di Pondok Aren.

 

Selain itu, ia juga mendirikan Pondok Pesantren Tajul Alawiyyin di Pabuaran, Kemang, Bogor.

 

Mengutip Hops.id, usai membuka majelis taklim pertamanya di Bintaro Habib Bahar bin Smith pun mulai mengisi pengajian dan ceramah dari daerah ke daerah di seluruh Indonesia.

 

“Mulai setelah itu, majelis taklim dari desa ke desa, dari kampung ke kampung, dari wilayah kota ke kota, dari daerah ke daerah sampai seluruh Indonesia,” ujarnya.(hops.id)

MANADOPOST.ID-Pendakwah, Habib Bahar bin Smith membeberkan rekam jejaknya belajar agama dari mulai dirinya memperdalam Islam sampai bisa populer seperti sekarang ini.

 

Habib Bahar pun mengungkapkan bahwa dirinya awalnya belajar agama di pondok pesantren di Manado, yakni Ponpes Islam Alkhairat.

 

Diketahui, Ponpes Islam Alkhairat itu ternyata milik Habib Al Idrus yang tak lain adalah kakek dari Mantan Menteri Sosial Habib Salim Al Jufri.

 

Hal itu diungkapkan Habib Bahar bin Smith saat berbincang dengan Jurnalis senior Karni Ilyas, seperti dilihat dalam tayangan YouTube Karni Ilyas Club, Kamis 23 Desember 2021.

 

“Saya dulu belajar di cabangnya (Alkhairat) di Manado, 12 tahun. Setelah itu baru saya ke (ponpes) Darullughah Wadda’wah (Dalwa) di Bangil, Pasuruan,” ungkap Habib Bahar.

 

Setelah itu, kata Bahar, dirinya melanjutkan belajar agama di Pondok Pesantren Tajul Muslimin. Usai belajar di sana, ia kemudian memilih keliling daerah di Indonesia.

 

“Habis itu ngelayap-ngelayap dulu karena kan kita sudah mondok terlalu lama. Jadi jalan-jalan dulu, keliling-keliling dulu,” tuturnya.

 

Sehabis berkeliling, barulah kemudian Habib Bahar membuat majelis pengajian. Ia pun tak ingat kapan pertama kali dirinya membuat jemaah pengajian itu.

 

Namun yang pastinya, menurut Bahar, majelis pengajian pertama yang ia dirikan berlokasi Bintaro, Tangerang.

 

“Setelah ngelayap, barulah saya awal buka majelis taklim itu di Bintaro, itu pertama kali, terus ke (majelis taklim) Jakarta Selatan,” kata Bahar Smith.

 

Belakangan, Habib Bahar mendirikan Majelis Pembela Rasulullah pada 2007 yang bermarkas pusat di Pondok Aren.

 

Selain itu, ia juga mendirikan Pondok Pesantren Tajul Alawiyyin di Pabuaran, Kemang, Bogor.

 

Mengutip Hops.id, usai membuka majelis taklim pertamanya di Bintaro Habib Bahar bin Smith pun mulai mengisi pengajian dan ceramah dari daerah ke daerah di seluruh Indonesia.

 

“Mulai setelah itu, majelis taklim dari desa ke desa, dari kampung ke kampung, dari wilayah kota ke kota, dari daerah ke daerah sampai seluruh Indonesia,” ujarnya.(hops.id)

Most Read

Artikel Terbaru

/