alexametrics
27.4 C
Manado
Minggu, 22 Mei 2022

Banner Mobile (Anymind)

Edy Mulyadi Minta Maaf untuk Masyarakat Kalimantan, Tapi Untuk Prabowo Tidak

MANADOPOST.ID – Pemilik saluran Youtube Bang Edy Channel, Edy Mulyadi, ternyata ketakutan dengan sorotan dari banyak pihak.

Dia pun minta maaf terkait dengan pernyataan Kalimantan sebagai tempat ‘jin buang anak. Menurutnya istilah ‘jin buang anak’ itu untuk menggambarkan tempat yang jauh.

Namun untuk kasus dengan Prabowo Subianto. Di mana diduga dia menghina Menteri Pertahanan itu, Edy tidak meminta maaf.

Padahal Edy sudahlah dilaporkan ke polisi terkait penghinaan kepada Ketua Umum Partai Gerindra itu.

“Jangankan Kalimantan, dulu monas itu disebut tempat ‘jin buang anak’,” ujarnya lewat akun Youtube pribadinya, Senin (24/1/2022), sebagaimana dilansir dari Republika.co.id.

Begitupula, lanjutnya, Bumi Serpong Damai (BSD) yang pada era 1980-1990-an termasuk tempat Jin Buang Anak. “Tapi bagaimana pun jika teman di Kalimantan merasa terganggung, saya minta maaf.”

Ia pun mengulangi perkataannya yang kontroversial itu. Edy mengatakan, saat ini Indonesia punya tempat bagus dan mahal yakni Jakarta. “Lalu kita jual lagi, kita pindah ke ‘tempat jin buang anak’,’ ujarnya.

Jadi sekali lagi, konteks ‘jin buang anak’ dalam pernyataan itu adalah untuk menggambarkan tempat jauh, bukan untuk mendeskriditkan pihak tertentu.

MANADOPOST.ID – Pemilik saluran Youtube Bang Edy Channel, Edy Mulyadi, ternyata ketakutan dengan sorotan dari banyak pihak.

Dia pun minta maaf terkait dengan pernyataan Kalimantan sebagai tempat ‘jin buang anak. Menurutnya istilah ‘jin buang anak’ itu untuk menggambarkan tempat yang jauh.

Namun untuk kasus dengan Prabowo Subianto. Di mana diduga dia menghina Menteri Pertahanan itu, Edy tidak meminta maaf.

Padahal Edy sudahlah dilaporkan ke polisi terkait penghinaan kepada Ketua Umum Partai Gerindra itu.

“Jangankan Kalimantan, dulu monas itu disebut tempat ‘jin buang anak’,” ujarnya lewat akun Youtube pribadinya, Senin (24/1/2022), sebagaimana dilansir dari Republika.co.id.

Begitupula, lanjutnya, Bumi Serpong Damai (BSD) yang pada era 1980-1990-an termasuk tempat Jin Buang Anak. “Tapi bagaimana pun jika teman di Kalimantan merasa terganggung, saya minta maaf.”

Ia pun mengulangi perkataannya yang kontroversial itu. Edy mengatakan, saat ini Indonesia punya tempat bagus dan mahal yakni Jakarta. “Lalu kita jual lagi, kita pindah ke ‘tempat jin buang anak’,’ ujarnya.

Jadi sekali lagi, konteks ‘jin buang anak’ dalam pernyataan itu adalah untuk menggambarkan tempat jauh, bukan untuk mendeskriditkan pihak tertentu.

Most Read

Artikel Terbaru

/